Inggris Tinggalkan Helmand, Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Inggris yang di terluka di Provinsi Helmand, Afganistan tahun 2009 lalu. AP/APTN/File

    Tentara Inggris yang di terluka di Provinsi Helmand, Afganistan tahun 2009 lalu. AP/APTN/File

    TEMPO Interaktif, Pasukan Inggris di Afganistan menyerahkan tanggung jawab keamanan Sangin, provinsi Helmand, kepada Amerika Serikat. Penyerahan ini sebagai tanda akhir misi perang empat tahun di kawasan tersebut.

    Kontrol keamanan selanjutnya akan diambil alih korps marinir Amerika Serikat.

    Inggris mengalami masalah tersulit di daerah itu setelah kehilangan banyak serdadunya. Sejak invasi militer ke Afganistan 2001 dipimpin Amerika Serikat, serdadu Inggris yang tewas mencapai 337 orang. Kendati demikian, Menteri Pertahanan Inggris Dr Liam Fox tetap bangga dengan prestasi para serdadunya.

    Dia katakan, Sangin di provinsi Helmand adalah "kawasan di Afganistan yang sangat menantang."

    "Pengorbanan kami sangat tinggi dan kami tak akan pernah melupakan banyak pasukan Inggris gugur demi keberhasilan misi internasional," katanya.

    Pasukan Inggris dtempatkan di Sangin sejak 2006. Dalam kesepakatan yang diumumkan Juli lalu, keberadaan mereka selanjutnya diambil alih oleh militer Amerika Serikat.

    Wartawan BBC di Kabul, Ian Pannell, melaporkan kini bendera Union Jack (United Kingdom) di sana berkibar lebih rendah daripada bendera Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut secara praktis sudah diserahkan ke negeri Paman Sam.

    Dia katakan, saat ini 1000 anggota dari 40 pasukan komando siap meninggalkan kawasan, namun pengambilalihan akan berlangsung efektif pada pekan depan.

    Menurutnya, ini peristiwa "monumental" bagi Inggris. Sangin merupakan daerah yang paling berbahaya di Helmand, Afganistan.

    Belum lama ini dalam kunjungannya ke sana, dia menyaksikan pertempuran sengit yang melibatkan tentara Amerika Serikat dan Afganistan, serta jatuhnya korban sipil.

    Semenara itu, juru bicara kementerian pertahanan Mayor Jenderal Gordon Messenger, sekaligus bekas komandan satuan tugas pasukan Inggris di Helmand, bersikeras menyatakan bahwa penyerahan tanggung jawab tersebut bukanlah sebuah pernyataan kekalahan.

    "Keberadaan pasukan Inggris di sana diserahterimakan kepada marinir Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti itu kehadiran pasukan keamanan masih terus diperlukan di Sangin," ujarnya. "Kami melihat kenyataan dan perkembangan positif di sana," tambahnya.

    Sejak invasi militer 2001, jumlah pasukan Inggris yang tewas di Afganistan mencapai 337 orang, setelah dua serdadu dari kesatuan Queen's Royal Lancers dan Royal Engineers tewas dalam sebuah insiden ledakan bom pada 18 September.


    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.