Pengadilan Pakistan Mendakwa Lima Warga Amerika Serikat Lakukan Teror

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bom bunuh diri meledak di Saidu Sharif, Pakistan (13/3). AP/Naveed Ali

    Bom bunuh diri meledak di Saidu Sharif, Pakistan (13/3). AP/Naveed Ali

    TEMPO Interaktif, Islamabad – Pengadilan Pakistan, Rabu, menyeret lima pemuda Amerika Serikat ke meja hijau dengan tuduhan merencanakan teror di Asia Selatan dan melakukan konspirasi, serta melancarkan perang melawan pemerintah Pakistan. Jika terbukti, mereka bakal dihukum seumur hidup.

    Menurut pengacara mereka, Hasan Dastagir kepada The Associated Press, para pemuda yang ke semuanya Muslim dari pinggiran kota Alexandria, Virginia, Washington ini merasa tidak bersalah. Jika dakwaan Jaksa terbukti di pengadilan, mereka terancam hukuman penjara seumur hidup. “Klien saya dalam kondisi baik dan bersemangat,” ujar Dastagir.

    Para pemuda yang usianya belum genap 20 tahun ini untuk sementara mendekam dalam bui di Sargodha, Provinsi Punjab, sejak Desember tahun lalu. Mereka dilaporkan hilang oleh keluarganya, November, setelah meninggalkan video berisi adegan perang dan korban peperangan, seraya berpesan agar umat Muslim harus dibela.

    Dastagir berdalih, mereka hanya tinggal di Afganistan tak ada niatan untuk melakukan serangan ke Pakistan. Namun demikian, Pengadilan tetap mendakwa lima pemuda tersebut berencana menyerang Afganistan dan teritori Amerika Serikat, jelas Dastagir. Dakwaan yang ditujukan kepada lima pemuda tidak jelas, apakah yang dimaksud dengan teritori Amerika, tetapi bisa juga yang dimaksudkan adalah basis-basis militer Amerika atau pos-pos diplomatik di Afganistan, imbunya. Selain itu, kelimanya didakwa memberikan bantuan keuangan kepada sejumlah organisasi untuk melakukan teror.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.