Gempa Chili Terbesar dalam 50 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita duduk di reruntuhan rumah yang hancur akibat gempa berkekuatan 8,8 magnitud, di Talca, selatan Santiago, Cile (27/2). Sejumlah bangunan dan sebuah jalan layang rubuh akibat gempa tersebut. AP/Sebastian Martinez

    Seorang wanita duduk di reruntuhan rumah yang hancur akibat gempa berkekuatan 8,8 magnitud, di Talca, selatan Santiago, Cile (27/2). Sejumlah bangunan dan sebuah jalan layang rubuh akibat gempa tersebut. AP/Sebastian Martinez

    TEMPO Interaktif, Talca - Talca -- Gempa 8,8 skala Richter yang mengguncang Chile adalah gempa terbesar di negara itu dalam 50 tahun. Presiden Chili Sebastian Pinera mengatakan sedikitnya 122 orang tewas dan gempa itu telah melumpuhkan infrastruktur di negara itu.

    Gempa bahkan dirasakan di Buenos aires, ibu kota Argentina. Padahal kota itu berjarak 2.900 kilometer jauhnya dari pusat gempa.

    Di Talca, 105 kilometer dari pusat gempa, suasana seperti kota hantu. Bangunan terbelah di mana-mana. Jalanan runtuh. Aliran listrik dan telepon terputus untuk beberapa wilayah. Sejauh ini belum diketahui jumlah korban di kota tersebut.

    Di Santiago, salah satu kota besar di Chile yang terletak 325 kilometer dari pusat gempa,  Museum seni disana ruask berat. Kota yang padat dengan apartemen itu berantakan. Bangunan apartemen hancur berceceran bak pancake dan menimpa sekitar 50 mobil. Alarm mobil pun meraung-raung. Sejauh ini belum banyak bantuan yang datang ke kota tersebut.

    Bandara Santiago juga ditutup dalam waktu 24 jam. Beberapa bangunan di bandara itu rusak parah.

    Di kota lainnya kejadiannya nyaris sama. "Saya sedang berada di lantai 8 ketika tiba-tiba bangunan runtuh dan saya jatuh.," kata Fernando Abarzua, warga Concepcion, kota kedua terbesar di Chili. Untung, Fernando tak mengalami luka serus.

    BS | Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.