PBB: Taliban Biang Meningkatnya Korban Sipil di Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mayat yang dibunuh militan Taliban di Ghulam Khan, Pakistan, Sabtu (8/11). Mereka dibunuh karena diduga sebagai mata-mata pasukan AS di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. AP Foto/Hasbunallah Khan

    Dua mayat yang dibunuh militan Taliban di Ghulam Khan, Pakistan, Sabtu (8/11). Mereka dibunuh karena diduga sebagai mata-mata pasukan AS di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. AP Foto/Hasbunallah Khan

    TEMPO Interaktif, Kabul - Bom-bom bunuh diri dan serangan Taliban di Afganistan menjadi pemicu utama meningkatnya korban sipil. Demikian laporan tahunan PBB yang dirilis Rabu (14/1).

    Data yang dikeluarkan PBB menunjukkan, sepanjang 2009 penduduk sipil yang tewas sebanyak 2.412 orang meningkat 14 persen dibandingkan dengan 2008, hanya 2.118. Sekitar 70 persen atau 1.630 orang, kematian tersebut disebaban oleh serangan pemberontak.

    Sementara itu, NATO dan pasukan aliansi di Afganistan, menurut PBB, bertanggung jawab 25 persen atas kematian yang mencapai 596 orang, turun 39 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 828 orang.

    Laporan itu juga menyebutkan, separuh dari korban tersebut disebabkan oleh serangan bunuh diri yang dilakukan oleh Taliban pimpinan Mullah Mohammed Omar terhadap kantor pemerintah atau pasukan asing namun yang menjadi korban sebagian besar warga sipil.

    Sebuah survei yang dilakukan oleh ABC News, BBC, dan televisi Jerman ARD terhadap 1.534 respoden menyebutkan, 42 persen persen korban akibat dari serbuan Taliban atau naik 17 persen dari tahun lalu. Sedangkan AS, NATO, dan pasukan keamanan Afgnanistan menyumbangkan 17 persen atau turun 36 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    "Kami tidak yakin korban sipil itu akibat ulah Taliban," kata juru bicara Waheed Omar.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.