Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Apa Tugas Utama Kabinet Itu?

image-gnews
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz. FOTO/ GIL COHEN-MAGEN/Pool via REUTERS dan REUTERS/Nir Elias
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz. FOTO/ GIL COHEN-MAGEN/Pool via REUTERS dan REUTERS/Nir Elias
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membubarkan kabinet perang Israel, menyusul mundurnya saingan utamanya, Benny Gantz. Kabinet perang yang beranggotakan enam orang sekarang akan digantikan oleh "kabinet dapur", yang dapat dimintai nasihat oleh Netanyahu mengenai perang di Gaza.

Kepergian Gantz meningkatkan tekanan dari Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang keduanya melakukan lobi untuk bergabung dengan kabinet perang.  Peran kabinet perang dalam menentukan administrasi konflik sebagian besar telah berakhir dengan mundurnya Gantz, sehingga pembubaran resminya tidak akan membuat perbedaan besar. 

Netanyahu telah berada di bawah tekanan dari para menteri sayap kanan dalam kabinet koalisinya yang ingin bergabung dengan kabinet perang, yang dapat memicu kemerosotan lebih jauh ke arah ekstrem kanan politik Israel.

Netanyahu saat ini diprediksi akan melakukan serangkaian konsultasi perihal perang Gaza dengan sekelompok kecil menteri, diantaranya Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dan Menteri urusan Strategi Ron Dermer yang tadinya berada di kabinet perang.   

Mengenal Kabinet Perang Israel

Kabinet perang Israel dibentuk pada 11 Oktober setelah negara itu mengumumkan perang terhadap Gaza sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Kabinet ini dibentuk sebagai badan yang lebih kecil di dalam kabinet keamanan, yang merupakan bagian dari kabinet koalisi yang lebih luas.

Kabinet perang di antaranya beranggotakan Gadi Eisenkot teman Gantz dan Aryeh Deri Ketua Partai Shas yang bertugas sebagai pemantau. Gantz dan Eisenkot sudah sama-sama meninggalkan pemerintahan Netanyahu pada akhir pekan lalu dengan alasan Netanyahu gagal membentuk strategi dalam perang Gaza.

Kabinet ini awalnya terdiri dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pemimpin utamanya, mantan jenderal Benny Gantz, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan tiga pengamat: menteri pemerintah Aryeh Deri dan Gadi Eisenkot, dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kabinet perang turut mengundang sejumlah pejabat sebagai pengamat, yakni bekas jendral Gadi Eisenknot, Ketua Umum Partai Shas, dan Menteri urusan Strategis Ron Dermer. Mereka diundang untuk mengikuti pertemuan, namun tidak memiliki hak suara.

Kabinet perang dimaksudkan untuk membuat keputusan cepat tentang pelaksanaan perang, yang kemudian akan dikirim untuk disetujui oleh kabinet yang lebih luas. Ketidaksepakatan dan perseteruan dikabarkan sering terjadi di dalam badan yang lebih kecil itu.

Pada Januari 2024, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa pemimpin oposisi Yair Lapid mengatakan dalam sebuah pertemuan partai bahwa Gallant dan Netanyahu "tidak lagi berbicara satu sama lain" dan rapat kabinet perang telah menjadi "arena memalukan untuk menyelesaikan masalah, pertikaian dan diskusi yang tidak mengarah ke mana-mana".

Tugas utama dari kabinet perang ialah memutuskan sikap di masa-masa darurat. ugas terbesar kabinet yang biasanya ikut melibatkan partai oposisi itu adalah menentukan strategi dan target operasi.

Salah satu contoh adalah saat kabinet perang memutuskan untuk mengebom markas Garda Revolusi Iran, IRGC, di ibukota Suriah, Damaskus merupakan bagian dari perang di Jalur Gaza. Pasalnya, Iran diyakini berperan sebagai penyedia dana dan penyuplai perlengkapan perang Hamas. Teheran juga membina kedekatan struktural dengan Hizbullah di Lebanon yang setiap saat bisa melancarkan serangan.

ANANDA RIDHO SULISTYA  | IDA ROSDALINA | AL JAZEERA | REUTERS

Pilihan Editor: Kabinet Perang Israel Pecah, Netanyahu Tak Bisa Kendalikan Menterinya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Drone Houthi Incar Kapal Dagang, Dicegat Kapal Perang Yunani

4 jam lalu

Kapal Fregat HP Psara Angkatan Laut Yunani. Hellenic Navy Photo
Drone Houthi Incar Kapal Dagang, Dicegat Kapal Perang Yunani

Milisi Houthi di Yaman dilaporkan telah menyerang sebuah kapal dagang yang melintasi Teluk Aden pada 14 Juli 2024.


Hamas Menarik Diri dari Perundingan Gencatan Senjata di Gaza

6 jam lalu

Hamas Menarik Diri dari Perundingan Gencatan Senjata di Gaza

Pembantaian di kamp pengungsi oleh Israel membuat Hamas menarik diri dari perundingan soal gencatan senjata.


RI Kutuk Pembantaian Israel di Kamp Pengungsi yang Tewaskan 90 Orang Palestina

8 jam lalu

Warga Palestina memeriksa sebuah rumah yang hancur akibat serangan Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di kamp pengungsi Nusairat, di Jalur Gaza tengah, 9 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
RI Kutuk Pembantaian Israel di Kamp Pengungsi yang Tewaskan 90 Orang Palestina

Kementerian Luar Negeri RI mengutuk serangan Israel ke kamp pengungsi Al Mawasi yang menewaskan 90 orang dan melukai 300 orang.


90 Warga Palestina Korban Serangan Israel, Netanyahu Tak Yakin Komandan Hamas Tewas

14 jam lalu

90 Warga Palestina Korban Serangan Israel, Netanyahu Tak Yakin Komandan Hamas Tewas

Serangan Israel menyebabkan 90 orang Palestina tewas. Israel menargetkan komandan Hamas


Survei: 72 Persen Responden Minta Benjamin Netanyahu Mengundurkan Diri

17 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-pemerintah melancarkan demonstrasi berkepanjangan yang menyerukan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri. REUTERS
Survei: 72 Persen Responden Minta Benjamin Netanyahu Mengundurkan Diri

Hasil survei mengungkap hampir tiga perempat warga Israel menginginkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengundurkan diri


Serangan Israel Tewaskan 71 Warga Gaza, Hamas Bantah Komandannya di Lokasi Pembantaian

19 jam lalu

Serangan Israel Tewaskan 71 Warga Gaza, Hamas Bantah Komandannya di Lokasi Pembantaian

Klaim media Israel 'dilakukan untuk menutupi skala pembantaian mengerikan yang dilakukan tentara pendudukan,' kata Hamas


Top 3 Dunia: Kronologi Israel Curi Tanah Palestina Hingga Netanyahu Negosiasi Hamas

21 jam lalu

Orang-orang membawa jenazah seorang warga Palestina, saat pemakaman empat warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel, di kamp Nour Shams, di Tulkarm, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 3 Juli 2024. REUTERS/Raneen Sawafta
Top 3 Dunia: Kronologi Israel Curi Tanah Palestina Hingga Netanyahu Negosiasi Hamas

Berita Top 3 Dunia pada Sabtu 13 Juli 2024 diawali oleh kronologi Israel mencuri tanah Palestina selama semester pertama 2024.


Oposisi: Israel Lenyap pada 2026 jika Netanyahu Masih Berkuasa

22 jam lalu

Avigdor Lieberman. REUTERS/Baz Ratner
Oposisi: Israel Lenyap pada 2026 jika Netanyahu Masih Berkuasa

Pemimpin partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, mengatakan bahwa turunnya Netanyahu akan menjadi hadiah bagi warga Israel.


Houthi Terus Serang Kapal Dagang, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat Tiba

1 hari lalu

Kapal induk Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt beroperasi di Laut Merah dan sekitarnya. US Central Command photo.
Houthi Terus Serang Kapal Dagang, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat Tiba

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt tiba di Laut Merah untuk menghadapi milisi Houthi di Yaman.


ICJ akan Keluarkan Opini Hukum Terkait Pendudukan Israel di Palestina

1 hari lalu

Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika orang-orang melakukan protes pada hari sidang publik yang diadakan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memungkinkan para pihak memberikan pandangan mereka mengenai konsekuensi hukum pendudukan Israel di wilayah Palestina sebelum akhirnya mengeluarkan keputusan yang tidak mengikat. pendapat hukum, di Den Haag, Belanda, 21 Februari 2024. REUTERS/Piroschka van de Wouw
ICJ akan Keluarkan Opini Hukum Terkait Pendudukan Israel di Palestina

Mahkamah Internasional (ICJ) mengatakan akan mengeluarkan opini hukum terkait tindakan Israel di wilayah pendudukan Palestina