Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Netanyahu Murka Benny Gantz Mundur dari Kabinet Perang

image-gnews
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bersama Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Menteri Kabinet Benny Gantz, mengadakan konferensi pers di pangkalan militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 28 Oktober 2023. ABIR SULTAN POOL/Pool via REUTERS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bersama Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Menteri Kabinet Benny Gantz, mengadakan konferensi pers di pangkalan militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 28 Oktober 2023. ABIR SULTAN POOL/Pool via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik keras langkah Menteri Kabinet Perang Benny Gantz yang mengundurkan diri dari pemerintahan darurat pada Ahad, 9 Juni 2024. Gantz mengumumkan pengunduran dirinya dengan alasan perbedaan mendasar dalam pendekatan strategis perihal serangan Israel di Gaza.

Netanyahu mengatakan dalam sebuah cuitan di media sosial X, “Israel sedang berada dalam perang eksistensial di beberapa bidang. Benny, sekarang bukan waktunya untuk meninggalkan pertarungan, ini waktunya untuk menggabungkan kekuatan.”

Pengamat Kabinet Perang Gadi Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel, juga mengumumkan pengunduran dirinya.

“Pintu saya akan tetap terbuka bagi partai Zionis mana pun yang bersedia berbagi beban dan membantu meraih kemenangan atas musuh-musuh kita dan menjamin keselamatan warga negara kita,” tambah Netanyahu.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir yang berhaluan sayap kanan meminta untuk bergabung dalam kabinet perang setelah pengunduran diri Gantz.

“Mengingat mundurnya Gantz, saya telah mengajukan permintaan kepada Perdana Menteri untuk bergabung dengan Kabinet Perang. Ini adalah waktunya untuk mengambil keputusan yang berani, untuk melakukan pencegahan nyata, dan untuk menciptakan keamanan di Selatan, Utara, dan seluruh Israel,” kata Ben-Gvir di X.

Bulan lalu, Gantz memberikan ultimatum kepada Netanyahu. Ia menetapkan 8 Juni sebagai batas waktu bagi perdana menteri itu untuk menyusun rencana pascaperang di Gaza atau dia akan meninggalkan koalisi. Netanyahu menepis ultimatum tersebut segera setelah diberikan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada Ahad, Gantz mengatakan politik mengaburkan keputusan strategis penting dalam kabinet Netanyahu. Berhenti ketika para warga Israel yang disandera Hamas masih berada di Gaza dan tentara masih berperang di sana merupakan keputusan yang sangat menyakitkan, kata eks menteri itu.

“Netanyahu menghalangi kita untuk mencapai kemenangan sejati,” kata Gantz dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. “Itulah sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini, dengan berat hati namun dengan penuh keyakinan.”

Mundurnya Gantz dari pemerintahan darurat melenyapkan satu-satunya kekuatan sentris dalam koalisi sayap kanan Netanyahu. Perdana menteri itu akan kehilangan dukungan dari blok yang telah membantunya memperluas dukungan bagi pemerintah Israel di dalam dan luar negeri, ketika tekanan diplomatik dan domestik meningkat di tengah serangan terhadap Gaza yang telah berlangsung selama delapan bulan.

Meskipun koalisinya masih menguasai 64 dari 120 kursi parlemen, Netanyahu kini harus lebih bergantung pada dukungan politik dari partai-partai ultra-nasionalis. Para pemimpin partai-partai tersebut telah membuat Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel geram, bahkan sebelum serangan di Gaza. Mereka menyerukan pendudukan Israel sepenuhnya di wilayah Palestina tersebut.

ANADOLU

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel untuk Balas Dendam Tewasnya Komandan

18 menit lalu

Pria memegang bendera Hizbullah dan Palestina saat pendukung Hizbullah melakukan protes solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Beirut, Lebanon, 27 Oktober 2023. REUTERS/Amr Alfiky/File Foto
Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel untuk Balas Dendam Tewasnya Komandan

Hizbullah menembakkan 250 roket dalam sehari ke Israel, terbanyak sepanjang sejarah. Roket-roket ini untuk membalas dendam kematian komandannya.


Viral Gurauan Siswa SMP Singgung Palestina, Berujung Minta Maaf dan Wajib Lapor

2 jam lalu

Petugas mengamati suasana SMP 216 Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  menginstruksikan seluruh sekolah untuk meliburkan siswa dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA selama 14 hari guna mengatisipasi penyebaran virus corona COVID-19. ANTARA
Viral Gurauan Siswa SMP Singgung Palestina, Berujung Minta Maaf dan Wajib Lapor

Banyak warganet yang menyayangkan perilaku lima siswa SMP itu, karena dinilai tidak memiliki empati terhadap masyarakat Palestina.


Gaduh Boikot Produk Israel, PHRI Minta Pemerintah Klarifikasi dan Dialog dengan Masyarakat

2 jam lalu

Gerai Starbucks di Jakarta, Minggu, 12 November 2023. Di samping itu, MUI baru saja mengeluarkan fatwa haram untuk sejumlah produk dari perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Gaduh Boikot Produk Israel, PHRI Minta Pemerintah Klarifikasi dan Dialog dengan Masyarakat

PHRI menyatakan berita-berita boikot di berbagai platform media membuat klarifikasi perusahaan yang dituding terafiliasi dengan Israel tenggelam.


Top 3 Dunia: Negara Sulit Dikunjungi Hingga Guterres Sambut Resolusi DK PBB Soal Gaza

5 jam lalu

Warga berkumpul di lokasi gedung rusak yang diduga oleh media Suriah dan Iran sebagai serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, 1 April 2024.  REUTERS/Firas Makdesi
Top 3 Dunia: Negara Sulit Dikunjungi Hingga Guterres Sambut Resolusi DK PBB Soal Gaza

Berita Top 3 Dunia pada Rabu 12 Juni 2024 diawali oleh informasi enam negara di dunia yang sulit dikunjungi, termasuk Korea Utara dan Suriah.


Resolusi Gencatan Senjata Baru di PBB, Akankah Israel Menerima?

14 jam lalu

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan berbicara kepada anggota Dewan Keamanan dalam pertemuan untuk mengatasi situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina, di markas besar PBB di New York City, New York, AS, 18 April 2024. REUTERS /Eduardo Muno
Resolusi Gencatan Senjata Baru di PBB, Akankah Israel Menerima?

Sementara Hamas menyambut baik resolusi gencatan senjata yang disahkan di DK PBB, Israel tampaknya bertekad untuk melanjutkan perang di Gaza.


Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

15 jam lalu

Sidra, warga Palestina yang berusia 7 tahun yang menjadi korban rudal Israel. FOTO/X Husam Zomlot
Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

PBB mencatat pasukan Israel, Hamas, Rusia dan pihak-pihak berkonflik di Sudan ke dalam daftar hitam atas kekerasan terhadap anak.


Hizbullah Hujani Israel dengan 90 Roket, Balas Kematian Komandannya

17 jam lalu

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju Israel melewati perbatasan Israel-Libanon, seperti yang terlihat dari Israel utara, 12 April 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Hizbullah Hujani Israel dengan 90 Roket, Balas Kematian Komandannya

Hizbullah mengatakan serangan roket ke Israel merupakan respons terhadap pembunuhan komandannya.


Hizbullah Akui Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Senior di Lebanon

18 jam lalu

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju Israel melewati perbatasan Israel-Libanon, seperti yang terlihat dari Israel utara, 12 April 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Hizbullah Akui Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Senior di Lebanon

Taleb Abdullah dianggap sebagai komandan paling senior Hizbullah yang dibunuh oleh Israel sejak 7 Oktober


PM Spanyol: Bencana Kemanusiaan di Gaza Merusak Hukum Internasional

19 jam lalu

PM Spanyol Pedro Sanchez. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
PM Spanyol: Bencana Kemanusiaan di Gaza Merusak Hukum Internasional

PM Spanyol Pedro Sanchez mengatakan bahwa bencana dan konflik kemanusiaan di Gaza "sangat merusak hukum internasional"


Keluarga Ratusan Tentara Israel Desak Anak Mereka Mundur dari Gaza

19 jam lalu

Tentara Israel berjaga dekat truk bantuan kemanusiaan, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, dekat titik Penyeberangan Erez di Gaza utara, 1 Mei 2024. REUTERS/Ronen Zvulun
Keluarga Ratusan Tentara Israel Desak Anak Mereka Mundur dari Gaza

Keluarga ratusan tentara Israel yang sedang berperang di Gaza pada Selasa mendesak putra mereka untuk meletakkan senjata