Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi San Francisco Menahan 70 Demonstran Pro-Palestina yang Nekat Masuki Konsulat Israel

image-gnews
Para pengunjuk rasa memblokir pintu masuk perkemahan setelah pidato pendiri Turning Point USA dan komentator konservatif Charlie Kirk di kampus dekat perkemahan protes pendukung Palestina di Gaza, selama konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Universitas Washington di Seattle, Washington, AS 7 Mei 2024. REUTERS/David Ryder
Para pengunjuk rasa memblokir pintu masuk perkemahan setelah pidato pendiri Turning Point USA dan komentator konservatif Charlie Kirk di kampus dekat perkemahan protes pendukung Palestina di Gaza, selama konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Universitas Washington di Seattle, Washington, AS 7 Mei 2024. REUTERS/David Ryder
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Amerika Serikat menangkap 70 demonstran pro-Palestina karena masuk tanpa izin lobi gedung konsulat Israel di San Francisco dan menolak untuk pergi, kata polisi pada Senin, 3 Juni 2024.

“Petugas menemukan kemungkinan alasan untuk menangkap 70 tersangka yang menolak mengosongkan gedung,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, dikutip oleh Reuters. “Tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat insiden tersebut.”

Menurut laporan ABC News, tak lama setelah jam 09.00 pagi waktu setempat, para pengunjuk rasa menduduki lantai pertama Konsulat Israel di Pacific Northwest di Distrik Keuangan San Francisco.
Polisi menggiring demonstran keluar dari gedung satu per satu dan memasukkan mereka masuk ke dalam kendaraan polisi, kemudian mengikat tangan mereka dengan tali pengikat berdasarkan keterangan seorang saksi kepada Reuters. 

Para pengunjuk rasa yang ditangkap itu, kemudian dibawa ke penjara daerah atas tuduhan masuk tanpa izin. Namun tak lama, demonstran itu akhirnya dibebaskan. Penyelidikan tetap terbuka dan aktif meskipun penangkapan telah dilakukan.

Massa pro-Palestina menyuarakan penolakan terhadap serangan Israel ke Gaza, yang masih berlangsung sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerbu wilayah Israel selatan dan menewaskan 1.139 orang serta menyandera lebih dari 250 lainnya.

Israel kemudian melancarkan agresi besar-besaran ke wilayah kantong Gaza, menewaskan sedikitnya 36.439 orang dan melukai 82.627 orang lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Lebih dari sebagian populasi Gaza telah menjadi pengungsi internal, dan mereka menghadapi bencana kelaparan di tengah sulitnya akses bantuan kemanusiaan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

San Francisco Chronicle melaporkan dari tempat kejadian, sebelum ditangkap, demonstran di konsulat Israel mengatakan mereka berencana tetap tinggal sampai diusir paksa. Sebuah kelompok bernama Jaringan Anti-Zionis Yahudi Internasional mengatakan di Instagram 100 orang telah berpartisipasi dalam protes tersebut. Jaringan tersebut, yang menyatakan anggotanya adalah orang-orang Yahudi, mengunggah gambar spanduk yang mereka gantungkan dengan tulisan seperti, “Melakukan genosida membuat orang Yahudi kurang aman; Bukan atas nama saya!”

Konsulat Israel mengatakan pihaknya “terkejut, tapi tidak terkejut” dengan para pengunjuk rasa yang merangsek lobi gedung tempat konsulat berada. Pernyataan Israel menyebut para pengunjuk rasa sebagai “perusuh pro-Hamas.” Konsulat mengatakan polisi setempat merespons insiden tersebut dengan cepat.
 

REUTERS | ABC NEWS

Pilihan editor: TNI AL Kerahkan Kapal Perang untuk Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Unjuk Rasa mahasiswa, Seluruh Universitas di Bangladesh Tutup Sementara

5 menit lalu

Gelombang unjuk rasa mahasiswa menolak sistem quota memakan korban jiwa, seluruh universitas diminta tutup sementara demi keamanan pada 16 Juli 2024. Sumber: Reuters
Unjuk Rasa mahasiswa, Seluruh Universitas di Bangladesh Tutup Sementara

Gelombang unjuk rasa mahasiswa menolak sistem quota memakan korban jiwa, seluruh universitas diminta tutup sementara demi keamanan


6 Warga Asing Tewas di Thailand Diracun Sianida, Diduga Terkait Utang

18 menit lalu

Polisi berjalan di dalam hotel Grand Hyatt Erawan, yang diyakini sedikitnya 6 orang dilaporkan tewas, di Bangkok, Thailand, 16 Juli 2024. REUTERS/Chalinee Thirasupa
6 Warga Asing Tewas di Thailand Diracun Sianida, Diduga Terkait Utang

Otopsi terhadap enam warga asing yang ditemukan tewas di sebuah hotel di Bangkok, Thailand telah menemukan jejak racun sianida.


Jusuf Kalla Sebut Kesalahan Kader NU yang Bertemu Presiden Israel

34 menit lalu

Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (kiri) bersama pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Doha, Qatar, pada Jumat, 12 Juli 2024. (ANTARA/HO/rst)
Jusuf Kalla Sebut Kesalahan Kader NU yang Bertemu Presiden Israel

Jusuf Kalla menyinggung lima kader NU yang tersenyum saat bertemu dengan Presiden Israel. Senyum itu tergambar dari foto mereka di media sosial.


Kepala Staf Militer Israel Tuntut Netanyahu Minta Maaf

40 menit lalu

Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi. Reuters
Kepala Staf Militer Israel Tuntut Netanyahu Minta Maaf

Sejak dimulainya perang di Gaza, perselisihan antara Netanyahu dan para pemimpin militer telah berulang kali muncul,


Potret Beirut, Kota Mahal di Arab yang Terancam Perang dengan Israel

3 jam lalu

Bangunan terlihat di Beirut, Lebanon 26 September 2018. (Reuters)
Potret Beirut, Kota Mahal di Arab yang Terancam Perang dengan Israel

Beirut berada di urutan ke-6 kota termahal di dunia Arab, hanya kalah dari Dubai, Abu Dhabi, Doha, Riyadh, dan Jeddah.


3 Sikap PBNU usai 5 Kadernya Bertemu Presiden Israel

3 jam lalu

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya (ketiga dari kiri) memberi keterangan pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat pada Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Sultan Abdurrahman
3 Sikap PBNU usai 5 Kadernya Bertemu Presiden Israel

Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan permintaan maafnya atas tindakan lima kader NU


Profil 4 Jenderal Polri yang Ikut Seleksi Calon Pimpinan KPK

4 jam lalu

Kolase foto dari Kiri ke kanan, Komjen Setyo Budiyanto, Komjen Panca Simanjuntak, Irjen Djoko Poerwanto, dan Irjen Didik Agung Widjanarko. FOTO/wikipediar.org/wikipedia.org/X/youtube
Profil 4 Jenderal Polri yang Ikut Seleksi Calon Pimpinan KPK

Empat jenderal polisi ikut seleksi calon pimpinan KPK, di antaranya Setyo Budiyanto dan Ridwan Zulkarnain


PBB: Israel Masih Hadang Pasokan Bahan Bakar ke Gaza

4 jam lalu

PBB: Israel Masih Hadang Pasokan Bahan Bakar ke Gaza

PBB menegaskan Israel masih tidak mengizinkan bahan bakar bagi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.


PBNU Berdiri Bersama Palestina, Larang Kadernya Jalin Hubungan dengan Israel

4 jam lalu

Konferensi pers PBNU mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
PBNU Berdiri Bersama Palestina, Larang Kadernya Jalin Hubungan dengan Israel

PBNU menyatakan bakal menggiatkan upaya dukungan untuk rakyat Palestina. Organisasi Islam dengan anggota terbanyak di Indonesia itu pun melarang kadernya untuk menjalin hubungan dengan pihak-pihak terkait Israel.


LPSK Masih Diskusi soal Keputusan Beri Perlindungan Keluarga Afif Maulana

4 jam lalu

Orangtua Afif Maulana, pelajar SMP yang tewas diduga dianiaya oknum polisi, menabur bunga di pusara anaknya di pemakaman umum (TPU) Tanah Sirah, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 10 Juli 2024. Keluarga Afif Maulana bersama LBH Padang dan mahasiswa menggelar doa bersama dan tabur bunga bertepatan dengan 31 hari meninggalnya Afif Maulana dan keluarga berharap mendapatkan keadilan atas peristiwa itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
LPSK Masih Diskusi soal Keputusan Beri Perlindungan Keluarga Afif Maulana

LPSK belum mengabulkan permohonan perlindungan untuk keluarga Afif Maulana. Mereka masih diskusi.