Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eks Agen CIA Mengaku Bersalah Jadi Mata-mata Cina

Reporter

image-gnews
Museum Badan Intelijen Pusat yang baru direnovasi, sementara masih tertutup untuk umum, karena mengungkapkan beberapa artefak yang baru dideklasifikasi dari operasi badan mata-mata sejak didirikan 75 tahun yang lalu, di markas CIA di McLean, Virginia, AS, September  24, 2022. REUTERS/Evelyn Hockstein
Museum Badan Intelijen Pusat yang baru direnovasi, sementara masih tertutup untuk umum, karena mengungkapkan beberapa artefak yang baru dideklasifikasi dari operasi badan mata-mata sejak didirikan 75 tahun yang lalu, di markas CIA di McLean, Virginia, AS, September 24, 2022. REUTERS/Evelyn Hockstein
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mantan agen CIA pada hari Jumat mengaku bersalah karena menjadi mata-mata Cina, menurut pengumuman Departemen Kehakiman AS. Alexander Yuk Ching Ma, 71, penduduk asli Hong Kong yang menjadi warga negara AS yang dinaturalisasi, mengaku telah memberikan “informasi rahasia pertahanan nasional AS dalam jumlah besar” kepada pihak berwenang Cina pada 2001.

Menurut pernyataan Departemen Kehakiman, pertemuan Ma dengan perwakilan Biro Keamanan Negara Cina diprakarsai oleh mantan agen CIA lainnya. Eks agen yang menjadi mata-mata Cina tersebut adalah saudara sedarah Ma yang lahir di Shanghai dan juga menjadi warga negara Amerika yang dinaturalisasi, yang diidentifikasi dalam pernyataan badan tersebut sebagai “co- konspirator #1.”

Atas informasinya itu, Ma mendapat uang tunai sebesar US$ 50.000 dari petugas intelijen Cina. Ma dan ko-konspirator nomor 1 atau disebut CC #1 sepakat saat itu untuk terus membantu intelijen Cina. 

Pada 2003, Ma dipekerjakan sebagai ahli bahasa oleh Biro Investigasi Federal di Hawaii, sebagai bagian dari rencana investigasi, untuk bekerja di lokasi di luar lokasi di mana aktivitasnya dapat dipantau dan kontaknya dengan Cina dapat diselidiki.

Pada tahun 2006, Ma meyakinkan CC #1 untuk memberikan identitas dua individu yang digambarkan dalam foto yang diberikan kepada Ma oleh intelijen Cina. 

Ma mengakui bahwa informasi yang diberikan serta apa yang dia berikan pada tahun 2001 akan digunakan untuk merugikan Amerika Serikat atau menguntungkan pihak berwenang Cina. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ma bekerja untuk FBI hingga tahun 2012. Tidak begitu jelas bagaimana kedok Ma bisa terbongkar. 

Jika diterima oleh pengadilan, perjanjian pengakuan bersalah, yang memastikan bahwa Ma akan bekerja sama dengan pihak berwenang AS, akan menyebabkannya dipenjara hingga 10 tahun lamanya. Putusan itu akan dijatuhkan pada 11 September mendatang.

AL ARABIYA 

Pilihan editor: Putusan ICJ Dilanggar Lagi oleh Israel, Bagaimana Selanjutnya?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Trump Desak Netanyahu Hentikan Serangan ke Gaza

19 menit lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung Presiden AS Donald Trump setelah menandatangani Abraham Accords, menormalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara tetangganya di Timur Tengah, dalam penataan kembali strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran, di South Lawn of the White Rumah di Washington, AS, 15 September 2020. REUTERS/Tom Brenner/File Foto
Trump Desak Netanyahu Hentikan Serangan ke Gaza

Capres dari Partai Republik Donald Trump mengatakan akan meminta PM Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri serangan ke Gaza secepatnya


Australia Jatuhkan Sanksi terhadap Pemukim Israel, Bidik Ekstremis Sayap Kanan

2 jam lalu

Asap terlihat selama konfrontasi antara pemukim Israel dan warga Palestina setelah insiden di mana seorang pria bersenjata Palestina membunuh dua pemukim Israel, dekat Hawara di Tepi Barat yang diduduki Israel, 27 Februari 2023. (Reuters)
Australia Jatuhkan Sanksi terhadap Pemukim Israel, Bidik Ekstremis Sayap Kanan

Langkah-langkah Australia menargetkan tujuh pemukim individu dan kelompok pemukim ekstremis Israel Hilltop Youth.


Claudia Sheinbaum Bantah Klaim Trump bahwa Kartel Narkoba Kuasai Meksiko

2 jam lalu

Claudia Sheinbaum Bantah Klaim Trump bahwa Kartel Narkoba Kuasai Meksiko

Presiden terpilih Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan negaranya telah berhasil mengurangi ketidakamanan di dalam negeri.


Hotel di AS Disterilkan setelah Pendemo Lempar Belatung ke Netanyahu

6 jam lalu

Hotel di AS Disterilkan setelah Pendemo Lempar Belatung ke Netanyahu

Staf di Hotel Watergate di Washington, AS telah "mensterilkan" tempat itu setelah para pendemo melepaskan belatung ke PM Netanyahu


Zelensky Yakin Cina Tak Akan Beri Senjata ke Rusia

7 jam lalu

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 21 September 2023. REUTERS/Kevin Lamarque
Zelensky Yakin Cina Tak Akan Beri Senjata ke Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ia telah mendapat konfirmasi bahwa Cina tidak akan memasok senjata ke Rusia.


Eks Ketua DPR AS Kritik Pidato Netanyahu, Sebut yang Terburuk

7 jam lalu

Presiden AS Joe Biden menandatangani
Eks Ketua DPR AS Kritik Pidato Netanyahu, Sebut yang Terburuk

Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi tidak menghadiri pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Kongres AS.


FBI: Penembak Donald Trump Sempat Cari Detail Pembunuhan JFK di Google

8 jam lalu

Penembak jitu atau sniper berdiri di atap gedung lokasi kampanye kandidat presiden dari Partai Republik dan kampanye mantan Presiden AS Donald Trump di Butler, Pennsylvania, AS, 13 Juli 2024. Sniper berhasil melumpuhkan pelaku penembakan Trump yang berada di atap sebuah bangunan. Glen Van Tryfle/TMX/melalui REUTERS
FBI: Penembak Donald Trump Sempat Cari Detail Pembunuhan JFK di Google

FBI mengungkap tersangka yang melakukan penembakan terhadap Donald Trump sempat mencari detail tentang pembunuhan John F. Kennedy.


Kamala Harris Tak Hadiri Pidato Netanyahu di Kongres AS, Pilih ke Acara Lain

9 jam lalu

Massa pro-Palestina melakukan protes saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lakukan pidato pada pertemuan gabungan Kongres di Capitol Hill, di Washington, AS, 24 Juli 2024. REUTERS/Nathan Howard
Kamala Harris Tak Hadiri Pidato Netanyahu di Kongres AS, Pilih ke Acara Lain

Pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di Kongres AS diwarnai unjuk rasa. Kamala Harris dan sejumlah anggota Partai Demokrat juga tak hadir.


Hamas Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS: Penuh Kebohongan

10 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion membawa poster PM Israel Benjamin Netanyahu saat pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang kepergiannya ke AS, di tengah agresi Israel di wilayah Palestina, di Lod, Israel, Minggu, 21 Juli 2024. Pengunjuk rasa meminta pemerintah untuk membebaskan warga Israel yang masih disandera Hamas. REUTERS/Ricardo Moraes
Hamas Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS: Penuh Kebohongan

Hamas mengatakan pidato Netanyahu di Kongres AS penuh kebohongan. Israel tak ingin mengakhiri perang dengan Hamas.


Hamas dan Fatah Bersekutu, Apa Perbedaan Dua Faksi Politik Palestina Ini?

12 jam lalu

Kepala delegasi Hamas Saleh Arouri berjabat tangan dengan pemimpin Fatah Azzam Ahmad saat mereka menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, Mesir, 12 Oktober 2017. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Hamas dan Fatah Bersekutu, Apa Perbedaan Dua Faksi Politik Palestina Ini?

Dua faksi politik utama Palestina, Hamas dan Fatah sepakat menandatangani perjanjian rekonsiliasi mengakhiri persaingan politik selama ini.