Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Putin Akan Kunjungi Negara NATO Ini, Pertama Kali Usai Putusan ICC

Reporter

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi Turki yang merupakan salah satu negara anggota NATO. Pertemuan berlangsung pada 12 Februari untuk bertemu dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Pertemuan itu adalah perjalanan pertama pemimpin Rusia tersebut ke sekutu NATO sejak invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Ruang lingkup Putin untuk bepergian ke luar negeri telah dibatasi sejak Maret tahun lalu ketika Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dugaan deportasi anak-anak Ukraina ke Rusia, yang merupakan kejahatan perang. 

Rusia membantah tuduhan tersebut dan menyebut tindakan itu keterlaluan. Namun putusan ICC tidak mudah dieksekusi karena Rusia bukan anggota ICC.

Turki juga bukan pihak dalam Statuta Roma ICC, sehingga Putin dapat melakukan perjalanan ke Turki tanpa takut ditangkap berdasarkan surat perintah tersebut.

Turki, yang berbagi perbatasan maritim dengan Ukraina dan Rusia di Laut Hitam, berupaya menjaga hubungan baik dengan kedua negara sejak invasi besar-besaran yang dilakukan Moskow. Turki memberikan dukungan militer kepada Kyiv dan menyuarakan dukungan terhadap integritas wilayahnya, namun juga menentang sanksi terhadap Rusia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ankara telah berusaha meyakinkan Rusia untuk kembali ke Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, yang ditengahi oleh PBB dan Turki, untuk memberikan perlindungan ekspor dari pelabuhan Ukraina. Moskow telah menarik diri pada Juli lalu setelah satu tahun inisiatif itu diterapkan.

Erdogan mengatakan alternatif terhadap kesepakatan tersebut tidak memberikan solusi jangka panjang. Kyiv mengatakan pembicaraan sedang dilakukan untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut, namun  Moskow menyatakan tidak tertarik untuk menerapkannya kembali.

REUTERS 

Pilihan editor: PBB: Pembunuhan Pasien di Rumah Sakit oleh Israel Langgar Hukum Internasional

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Putin Bertemu Assad di Kremlin, Bahas Konflik Timur Tengah hingga Situasi Global

4 jam lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Kremlin di Moskow, Rusia, 24 Juli 2024. Reuters
Putin Bertemu Assad di Kremlin, Bahas Konflik Timur Tengah hingga Situasi Global

Putin mengatakan kepada Assad bahwa dia khawatir akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah


Zelensky Yakin Cina Tak Akan Beri Senjata ke Rusia

8 jam lalu

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 21 September 2023. REUTERS/Kevin Lamarque
Zelensky Yakin Cina Tak Akan Beri Senjata ke Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ia telah mendapat konfirmasi bahwa Cina tidak akan memasok senjata ke Rusia.


Wakil Perdana Menteri Rusia Sebut Jumlah Konsumsi Minuman Beralkohol dan Rokok Turun

14 jam lalu

Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake
Wakil Perdana Menteri Rusia Sebut Jumlah Konsumsi Minuman Beralkohol dan Rokok Turun

Sejak 2009 konsumsi di minuman beralkohol di Rusia turun, begitu juga konsumsi rokok.


Top 3 Dunia: Pesawat Tempur Israel di Lebanon hingga Moskow Ancam Pencurian Aset di Eropa

17 jam lalu

Sebuah pesawat tempur F-35 Israel terlihat di langit perbatasan Israel dengan Lebanon, di Israel utara, 9 Oktober 2023. REUTERS/Ammar Awad/File Foto
Top 3 Dunia: Pesawat Tempur Israel di Lebanon hingga Moskow Ancam Pencurian Aset di Eropa

Berita Top 3 Dunia pada Rabu 24 Juli 2024 diawali oleh kabar suara pesawat tempur Israel menggelegar membelah langit di atas Beirut, Lebanon


Kanselir Jerman Puji Kamala Harris, Prediksi Bisa Menangkan Pilpres AS

17 jam lalu

Kanselir Jerman Puji Kamala Harris, Prediksi Bisa Menangkan Pilpres AS

Kanselir Jerman Olaf Scholz memuji Wakil Presiden AS Kamala Harris sebagai politikus yang "kompeten dan berpengalaman".


21 Juli 2024 Tercatat sebagai Hari Terpanas dalam Sejarah Dunia

1 hari lalu

Warga menggunakan payung di bawah sengatan matahari di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2024. Jepang diterjang gelombang panas dengan cakupan lebih luas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suhu mencapai rekor tertinggi mendekati 40 derajat celsius, terjadi pada Senin (8/7/2024), di Tokyo dan di wilayah selatan Wakayama. REUTERS/Issei Kato
21 Juli 2024 Tercatat sebagai Hari Terpanas dalam Sejarah Dunia

Minggu 21 Juli 2024 menjadi hari terpanas yang pernah tercatat secara global


Ini Alasan Hakim ICC Belum Terbitkan Surat Penangkapan untuk Kasus Israel-Hamas

1 hari lalu

Markas Besar ICC, Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda .
Ini Alasan Hakim ICC Belum Terbitkan Surat Penangkapan untuk Kasus Israel-Hamas

Para hakim ICC akan mendengar argumen-argumen banyak pihak mempertimbangkan penerbitan surat penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas.


Joe Biden Mengundurkan Diri dari Pilpres AS 2024, Begini Reaksi Rusia

3 hari lalu

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Joe Biden Mengundurkan Diri dari Pilpres AS 2024, Begini Reaksi Rusia

Rusia memiliki prioritas-prioritas lain ketimbang menunggu hasil pilpres AS 2024.


Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

3 hari lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis (tidak terlihat) di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, 13 Mei 2024. REUTERS/Umit Bektas
Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

Erdogan meradang usai disebut Israel mendanai Hamas dalam perang di Gaza.


Erdogan: Israel Harus Dihukum agar Tak Ada Lagi yang Lakukan Kekejaman Serupa

3 hari lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis (tidak terlihat) di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, 13 Mei 2024. REUTERS/Umit Bektas
Erdogan: Israel Harus Dihukum agar Tak Ada Lagi yang Lakukan Kekejaman Serupa

Erdogan menyerukan AS untuk menekan Israel dan menarik dukungannya kepada Perdana Menteri "pembunuh" Benjamin Netanyahu.