Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Dabke, Tarian Tradisional yang Jadi Simbol Perjuangan Rakyat Palestina

image-gnews
Sejumlah seniman asal Palestina menari dalam pementasan malam budaya Palestina bertajuk Palestinian Culture Night with Asayel Folklore Troupe, di Balai Sarbini Jakarta, Selasa petang 15 Desember 2015. Dalam festival tersebut, pengunjung dapat menonton bersama film Palestina dan menyaksikan pagelaran budaya Palestina melalui tarian dan nyanyian. TEMPO/Nurdiansah
Sejumlah seniman asal Palestina menari dalam pementasan malam budaya Palestina bertajuk Palestinian Culture Night with Asayel Folklore Troupe, di Balai Sarbini Jakarta, Selasa petang 15 Desember 2015. Dalam festival tersebut, pengunjung dapat menonton bersama film Palestina dan menyaksikan pagelaran budaya Palestina melalui tarian dan nyanyian. TEMPO/Nurdiansah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Viral di media sosial seorang remaja dengan bendera Palestina terikat di pinggangnya melakukan tarian di sela-sela perlawanan menggunakan katapel kepada tentara Israel. Remaja itu melakukan dabke, sebuah tarian tradisional. Tarian ini seolah menjadi simbol perlawanan dan dilakukan juga oleh sejumlah demonstran pro Palestina di sejumlah negara. 

Tentang Tarian Dabke

Dikutip dari baytalfann.com, Dabke adalah salah satu tarian tradisional bangsa Arab yang berasal dari pegunungan di wilayah Levantine, termasuk Palestina, Lebanon, Yordania, dan Suriah. Tarian ini berawal dari kebiasan masyarakat di daerah tersebut saat memperbaiki atap rumah yang retak karena dibangun dari dahan pohon dan lumpur.

Saat atap rumah mereka retak akibat perubahan cuaca, keluarga serta tetangga akan datang dan menutup lumpur dengan bergandengan tangan dan membentuk barisan. Kemudian mereka menginjak-injak lumpur dan jerami sambil bernyanyi bersama. Tradisi ini pun diwariskan selama bertahun tahun dan berubah bentuk menjadi tradisi tarian dengan makna pentingnya keluarga, komunitas, dan tradisi.

Dikutip dari Aljazeera, dabke secara harfiah berarti “menghentakkan kaki”. Tarian berbaris ini dibawakan oleh sebelas penari, baik perempuan maupun laki-laki. Dabke dilakukan dalam berbagai acara seperti pesta pernikahan, pertemuan keluarga, dan perayaan lainnya.

Dalam prakteknya, tarian dabke didasarkan pada gerakan kaki dan hentakan kaki yang sinkron. Dikutip dari Antara, tarian ini memadukan gerakan dalam formasi lingkaran dan formasi banjar. Barisan dibentuk dari kanan ke kiri, dengan pemimpin yang disebut raas (rais) atau lawweeh berada di posisi depan menghadap penonton.

Tidak hanya sekedar tarian, seniman setempat juga membuat lagu khusus untuk menambah nilai seni dabke. Dikutip dari religionfandom.com, dabke dipopulerkan pada abad ke-20 oleh komposer Lebanon Assi dan Mansour Rahbani. Musik dabke memiliki ketukan yang sangat kuat dan biasanya berisi instrumen oud, mijwiz, tabla, daff, dan arghul. Kemudian diiringi lagu khusus seperti Dal Ouna, Al Jafra, Al Dahiyya, dan Zareef il-Tool.

Simbol perjuangan Palestina

Di Palestina, tarian dabke juga mengakar di masyarakat. Dikutip dari citydance.org, warga Palestina menampilkan tarian tradisional Dabke saat hari libur nasional. Ini untuk melestarikan adat istiadat, tradisi, dan dan kebanggaan nasional mereka.

Dabke juga bagian pernikahan yang hampir tidak bisa diabaikan di Palestina. Tarian ini umumnya dijumpai di kawasan Hebron, sebelah utara Palestina, di Marj Ibn Amer dan Wadi Ara, serta di sekitar bagian utara Tepi Barat.

Tak sekedar tarian budaya, Dabke juga melambangkan simbol solidaritas, sukacita, ketabahan, kekuatan, dan tekad rakyat palestina. Dikutip dari ichunesco.org, Dabke kerap dilakukan sebagai bentuk protes dan perlawanan di Gaza.

Saat ini tarian dabke semakin populer. Tarian itu banyak berseliweran di berbagai media sosial. Salahsatu potongan video yang terkenal adalah seorang remaja yang menari dabke di dekat kobaran api sambil membawa ketapel. Di sekeliling remaja itu, ada kumpulan orang Palestina lain yang melawan tentara Israel menggunakan katapel tradisional sejak era Nabi Daud. Potongan klip itu dilengkapi dengan latar lagu berjudul Leve Palestina, Krossa Sionismen dari Kofia, salah satu grup musik etnik dari Swedia. 

Pilihan Editor: Anies Sebut Bakal Kunjungi Palestina jika Terpilih jadi Presiden

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Netanyahu Klaim Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza Sudah Dekat

2 jam lalu

Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion memegang poster dengan 120 foto sandera Hamas, saat para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang keberangkatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, di Lod, Israel, 21 Juli 2024. REUTERS/Ricardo Moraes
Netanyahu Klaim Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza Sudah Dekat

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada yang baru dalam sikap Netanyahu.


Adidas Copot Bella Hadid dari Kampanye karena Advokasi Palestina, Picu Seruan Boikot

3 jam lalu

Bella Hadid tampil di Billboard Adidas/Foto: Instagram/The Debut Fashion
Adidas Copot Bella Hadid dari Kampanye karena Advokasi Palestina, Picu Seruan Boikot

Meskipun mendapat reaksi keras, Adidas tidak membatalkan keputusannya untuk mencoret Bella Hadid, berpotensi membahayakan sebagian pendapatannya


Jepang Jatuhkan Sanksi terhadap Pemukim Israel atas Kekerasan di Tepi Barat

3 jam lalu

Haneen, saudara perempuan Mohammad Shehada yang tewas dalam serangan udara Israel, mencium senapannya saat pemakaman empat warga Palestina di kamp Nour Shams, di Tulkarm, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 3 Juli 2024. REUTERS/Raneen Sawafta
Jepang Jatuhkan Sanksi terhadap Pemukim Israel atas Kekerasan di Tepi Barat

Ini adalah pertama kalinya Jepang memberlakukan langkah-langkah pembatasan terhadap pemukim Israel.


Hamas Fatah Damai, Sepakat Akhiri Perpecahan dalam Perundingan di Cina

4 jam lalu

Mahmoud al-Aloul, Wakil Ketua Komite Sentral organisasi Palestina dan partai politik Fatah, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Mussa Abu Marzuk, anggota senior gerakan Islam Palestina Hamas, menghadiri acara di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada  23 Juli 2024. PEDRO PARDO/Pool via REUTERS
Hamas Fatah Damai, Sepakat Akhiri Perpecahan dalam Perundingan di Cina

Berbagai faksi Palestina, termasuk Hamas dan Fatah yang bersaing, sepakat untuk mengakhiri perpecahan mereka dan membentuk pemerintahan persatuan


Jelang Pidato Netanyahu di Kongres AS, Biden Berjanji Akhiri Perang di Gaza

4 jam lalu

Jelang Pidato Netanyahu di Kongres AS, Biden Berjanji Akhiri Perang di Gaza

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berjanji akan terus berupaya untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, menjelang kedatangan Netanyahu


Menlu Retno Marsudi Sebut Putusan Mahkamah Internasional Berpihak pada Perjuangan Bangsa Palestina

7 jam lalu

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menemui wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat pada Rabu, 5 Juni 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Menlu Retno Marsudi Sebut Putusan Mahkamah Internasional Berpihak pada Perjuangan Bangsa Palestina

Menlu Retno menyebut penetapan fatwa hukum yang bersejarah tersebut menjadi harapan besar masyarakat internasional terhadap Mahkamah Internasional.


Bagaimana drone-drone Hizbullah menaklukkan Iron Dome?

10 jam lalu

Sebuah baterai anti-rudal Iron Dome disiagakan di dekat Ashkelon, di Israel selatan 17 April 2024. REUTERS/Hannah McKay
Bagaimana drone-drone Hizbullah menaklukkan Iron Dome?

Hizbullah telah meluncurkan sekitar 1.000 pesawat tak berawak ke "Israel" sejak 8 Oktober, The Wall Street Journal melaporkan.


Begini Tanggapan Sejumlah Negara soal Mahkamah Internasional Putuskan Pendudukan Israel di Palestina Ilegal

11 jam lalu

Warga Palestina melarikan diri dari bagian timur Khan Younis setelah mereka diperintahkan oleh tentara Israel untuk mengevakuasi lingkungan mereka, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 22 Juli 2024. Militer Israel  memerintahkan warga Gaza untuk meninggalkan bagian timur kota Khan Younis, dengan alasan pihaknya bersiap
Begini Tanggapan Sejumlah Negara soal Mahkamah Internasional Putuskan Pendudukan Israel di Palestina Ilegal

Mayoritas negara menyambut baik putusan Mahkamah Internasional tersebut.


Hari ke-290 Agresi Israel ke Gaza: Jumlah Korban Tewas Tembus 39.000

17 jam lalu

Seorang pria melihat ledakan di sebuah bangunan tempat tinggal akibat serangan udara Israel, di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, 20 Juli 2024. Sedikitnya 30 orang Palestina tewas akibat serangan udara yang dilakukan militer Israel tersebut. REUTERS/Omar Naaman
Hari ke-290 Agresi Israel ke Gaza: Jumlah Korban Tewas Tembus 39.000

Jumlah korban tewas sejauh ini akibat agresi Israel di Gaza telah mencapai angka 39.006 dan melukai 89.818 lainnya.


Ini Alasan Menteri Luar Negeri RI Belum Kunjungi Palestina

1 hari lalu

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara dengan Tempo di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022. TEMPO/Tony Hartawan
Ini Alasan Menteri Luar Negeri RI Belum Kunjungi Palestina

Kementerian Luar Negeri mengungkap alasan mengapa menteri luar negeri Indonesia hingga saat ini belum pernah mengunjungi Palestina.