Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

TikTok Kena Denda 345 Euro oleh Irlandia, Melanggar Aturan Privasi

image-gnews
Logo TikTok (tiktok.com)
Logo TikTok (tiktok.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - TikTok didenda sebesar 345 juta euro atau setara Rp5,65 triliun, karena melanggar undang-undang privasi terkait pemrosesan data pribadi anak-anak di Uni Eropa, kata regulator utama di blok tersebut pada Jumat, 15 September 2023, menurut laporan Reuters dikutip dari Antara.

TikTok kena denda karena diduga melanggar sejumlah undang-undang privasi UE antara 31 Juli 2020 hingga 31 Desember 2020, menurut keterangan dari Komisaris Perlindungan Data (DPC) Irlandia.

TikTok Didenda

Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia telah mengenakan denda untuk TikTok. Langkah itu buntut dari penyelidikan yang telah dilakukan DPC sejak 2021. Penyelidikan itu mengevaluasi kepatuhan TikTok terhadap undang-undang Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Eropa. Pengawas data Irlandia yang mengawasi aplikasi tersebut di seluruh Uni Eropa, menemukan TikTok telah melanggar regulasi itu.

Dikutip dari Gadgets Now, DPC Irlandia menemukan, TikTok melanggar GDPR dengan menyetel akun anak-anak ke publik secara default, mengizinkan orang dewasa mengaktifkan direct message atau pesan langsung untuk pengguna berusia di atas 16 tahun. Tak ada pertimbangan risiko bagi pengguna di bawah 13 tahun di platform tersebut.

Penemuan tersebut mengungkap, anak-anak berusia antara 13 tahun dan 17 tahun diarahkan melalui proses sign up akun mereka ditetapkan ke publik secara default. Artinya siapa pun bisa melihat konten akun dan mengomentarinya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Fitur Family Pairing menghubungkan akun anak-anak ke akun orang dewasa untuk mengelola pengaturan aplikasi. Tak ada verifikasi orang dewasa tersebut benar-benar orang tua atau wali dari anak tersebut. DPC Irlandia menemukan, profil dewasa yang belum diverifikasi bisa ditautkan untuk mengirim pesan langsung.

Upaya TikTok untuk menjauhkan anak-anak di bawah 13 tahun dari platform ini dipertanyakan. Meskipun metode verifikasi usia mematuhi GDPR, privasi pengguna di bawah umur tidak terlindungi secara ideal.

DPC mengkritik proses pengaturan sebelumnya yang memungkinkan siapa pun melihat konten pengguna di bawah umur. Fitur seperti Duet dan Stitch diaktifkan secara otomatis untuk pengguna di bawah 17 tahun. TikTok memiliki waktu tiga bulan untuk mematuhi peraturan baru. 

Sebelumnya, TikTok juga pernah didenda sebesar 12,7 juta Poundsterling atau setara Rp241 miliar pada April oleh regulator data Inggris. Itu karena secara ilegal memproses data 1,4 juta anak di bawah 13 tahun yang menggunakan platformnya tanpa izin orang tua.

“Kami dengan hormat tidak setuju dengan keputusan tersebut, terutama besaran denda yang dikenakan. Kritik DPC terfokus fitur dan pengaturan yang diterapkan tiga tahun lalu,” menurut keterangan TikTok. "Kami melakukan perubahan jauh sebelum penyelidikan dimulai, seperti mengatur semua akun di bawah 16 tahun menjadi pribadi secara default."

Sejak 2021, semua akun TikTok lama dan baru untuk anak berusia 13 hingga 15 tahun telah disetel ke mode private secara default. Hanya orang yang disetujui oleh pengguna yang bisa melihat konten. Perubahan ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang diangkat dalam penyelidikan.

Pilihan Editor: TikTok Resmi Luncurkan Bisnis Belanja Online di AS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Armenia Resmi Akui Negara Palestina, Israel Marah Besar

4 jam lalu

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan berpidato di depan parlemen di Yerevan, Armenia, 13 September 2022. Tigran Mehrabyan/PAN Foto via REUTERS
Armenia Resmi Akui Negara Palestina, Israel Marah Besar

Pemerintah Armenia menyatakan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina. Kementerian Luar Negeri Israel lekas memanggil dan menegur duta besarnya di Tel Aviv.


Puluhan Ribu Anak di Bawah Umur Terpapar Judi Online, KPAI Jelaskan Penyebabnya

7 jam lalu

Sejumlah tersangka dihadirkan sesaat pada konferensi pers pengungkapan kasus judi online, Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024.  Periode 23 April- 17 Juni 2024, Satgas Pemberantasan Perjudian Online yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo telah mengungkap 318 kasus judi online dan menetapkan 464 tersangka, serta menyita barang bukti berupa 67,5 miliar, 494 ponsel, 36 leptop, 257 rekening, 98 akun judi online dan 296 kartu ATM. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Puluhan Ribu Anak di Bawah Umur Terpapar Judi Online, KPAI Jelaskan Penyebabnya

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, Kawiyan menyatakan, fenomena judi online yang merembet ke anak-anak di bawah umur sudah berada di fase mengkhawatirkan. Ia mengatakan, bahwa mudahnya aksesibilitas dan keterpaparan menjadi penyebab anak di bawah umur terjerembab dalam candu judi online.


Apa Itu Khodam yang Sering Muncul di FYP TikTok? Ini Artinya

19 jam lalu

Cara mengatasi TikTok Shop yang tidak muncul di aplikasi cukup mudah. Anda bisa memeriksa jaringan internet hingga menghapus cache. Foto: Canva
Apa Itu Khodam yang Sering Muncul di FYP TikTok? Ini Artinya

Istilah khodam akhir-akhir ini sering muncul di FYP TikTok. Apa sebenarnya arti khodam? Berikut ini informasinya untuk Anda.


Begini Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

22 jam lalu

Seorang pemain tim esports Rogue Warriors berlatih untuk permainan
Begini Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Kecanduan gadget pada anak perlu ditangani dengan bijak agar tidak berdampak negatif ke depannya.


10 Startup Indonesia yang PHK Massal Karyawan sampai Juni 2024, Terbaru Tokopedia-TikTok Shop

1 hari lalu

Ilustrasi TikTok dan Tokopedia. TEMPO/Tony Hartawan
10 Startup Indonesia yang PHK Massal Karyawan sampai Juni 2024, Terbaru Tokopedia-TikTok Shop

Daftar startup di Indonesia yang melakukan PHK massal sejak 2022 hingga 2024.


Investigasi LBH Padang Temukan Bocah 13 Tahun Tewas di Bawah Jembatan Kuranji Diduga Akibat Disiksa Polisi

1 hari lalu

Ilustrasi Penyiksaan Oleh Polisi
Investigasi LBH Padang Temukan Bocah 13 Tahun Tewas di Bawah Jembatan Kuranji Diduga Akibat Disiksa Polisi

LBH Padang menduga tewasnya seorang anak bernama Afif Mualana (AM) karena disiksa polisi yang sedang berpatroli.


Usai Dikritik Warganet, Ariana Grande Klarifikasi Perubahan Suara di Sebuah Podcast

1 hari lalu

Ariana Grande. Foto: Instagram/@arianagrande
Usai Dikritik Warganet, Ariana Grande Klarifikasi Perubahan Suara di Sebuah Podcast

Ariana Grande kembali dikritik karena perubahan suaranya saat berbicara. Suaranya dituduh palsu.


Lisa BLACKPINK Tampil Edgy Dalam Foto Teaser Rockstar

1 hari lalu

Penampilan Lisa BLACKPINK dalam foto teaser untuk lagu solo barunya, Rockstar. Instagram.com/@lalalalisa_m
Lisa BLACKPINK Tampil Edgy Dalam Foto Teaser Rockstar

Lisa BLACKPINK membagikan foto teaser jelang lagu barunya Rockstar dirilis pada 28 Juni 2024


Lagu Baru Lisa BLACKPINK Rockstar Dirilis 28 Juni

2 hari lalu

Lisa BLACKPINK. Instagram.com/@lalalalisa_m
Lagu Baru Lisa BLACKPINK Rockstar Dirilis 28 Juni

Agensi Lisa BLACKPINK mengumumkan lagu solo kedua akan dirilis pada 27 Juni di Amerika Serikat dan 28 Juni di Korea Selatan


Tokopedia Dikabarkan PHK Besar-besaran, Kemendag: Efisiensi

3 hari lalu

Logo Tokopedia. foto: Tokopedia
Tokopedia Dikabarkan PHK Besar-besaran, Kemendag: Efisiensi

Kementerian Perdagangan menyebut PHK besar-besaran oleh manajemen Tokopedia disebabkan oleh keputusan perusahaan melakukan efisiensi.