Iran Bantah Tahanan Wartawan Keturunan Amerika Mogok Makan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Teheran: Iran menyatakan Selasa (28/4), wartawan Amerika yang ditahan dengan tuduhan mata-mata saat ini dalam kondisi kesehatan yang baik dan tidak melakukan mogok makan. Tetapi ayah Roxana Saberi mengatakan, anaknya kini dalam kondisi "rapuh dan lemah" setelah menolak makanan selama seminggu.

    Reza Saberi berkata, anak perempuannya yang dijatuhi dihukum pada 18 April lalu hingga delapan tahun penjara itu, tidak makan terakhir sejak Selasa.

    Dia mengatakan kepada Reuters ia telah gagal meyakinkan untuk menghentikan aksi protes di saat dia berkunjung ke Teheran dari penjara Evin.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Robert Wood, juga bersuara sama dengan Saberi yang mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang kesehatan Roxana dan mendesak Iran untuk membebaskan dia.

    "Kami sangat prihatin tentang fisik dia," katanya kepada wartawan di Washington.
    Tetapi, seperti dikutip kantor berita ISNA menyebutkan, juru bicara pengadilan Iran, Alireza Jamshidi mengatakan, "Roxana Saberi kondisinya baik dan dia tidak mogok makan."

    Hakim Hassan Haddad juga mengatakan bahwa reporter berusia 32 tahun itu tidak memiliki masalah fisik. "Hal mogok makan itu dikemukakan oleh orang-orang yang memiliki tujuan memanfaatkan masalah, untuk tujuan propaganda," katanya, menurut kantor berita yang sama.

    Kasus ini dapat menyulitkan Washington terhadap upaya rekonsiliasi dengan Iran setelah tiga dekade saling curiga. Presiden Amerika Barack Obama telah menawarkan langkah baru, rekonsiliasi dengan Iran. Obama telah menyatakan keprihatinan mendalam untuk keselamatan Roxana, mantan wartawan British Broadcasting Corp dan US National Public Radio.

    Teheran, yang tidak mengenal kewarganegaraan ganda, mengatakan Washington harus menghormati kemerdekaan pengadilan Iran.

    REUTERS/HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.