Militer dan Partai Politik di Sudan Bikin Kesepakatan

Reporter

Pengunjuk rasa menggelar aksi demo memprotes aturan militer menyusul kudeta bulan lalu di Istana Presiden, Khartoum, Sudan, Minggu, 19 Desember 2021. Sebanyak 123 orang terluka akibat bentrok antara pengunjuk rasa dengan polisi untuk menyuarakan penolakan kudeta militer. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Sudan dan sejumlah partai politik di negara itu, pada Senin, 5 Desember 2022, menandatangani sebuah kerangka kerja yang akan memberikan waktu transisi diselenggarakannya pemilu setelah Sudan dikecamuk perang sipil selama dua tahun. Pemilu juga diharapkan bisa mengakhiri kebuntuan setelah kudeta pada Oktober 2021.

Kesepakatan awal yang dicapai ini, akan membatasi peran resmi militer Sudan sebagai sebuah Dewan Keamanan dan Dewan Pertahanan, yang dikepalai oleh Perdana Menteri. Namun Sudan masih menyimpan sejumlah masalah sensitif, di antaranya keadilan transisi dan reformasi di sektor keamanan yang membutuhkan dialog lebih lanjut.

Baca juga: Wabah Ebola, Uganda Laporkan 9 Kasus Baru di Kampala

 

Pengunjuk rasa menaiki kendaraan militer saat menggelar aksi demo memprotes aturan militer menyusul kudeta bulan lalu di Istana Presiden, Khartoum, Sudan, Minggu, 19 Desember 2021. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

Kesepakatan kerangka kerja yang dicapai pada Senin, 5 Desember 2022, mendapat penolakan dari kelompok-kelompok anti-militer Sudan dan sejumlah fraksi yang setia pada rezim mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir, yang dikudeta pada 2019 lalu.

    

Aksi protes terjadi di setidaknya dua area di Ibu Kota Khartoum sebelum penanda-tanganan kerangka kerja yang dilakukan di Istana Kepresidenan. Militer Sudan memutuskan untuk tidak menunjuk Perdana Menteri Sudan yang baru sejak kudeta, yang menghentikan pengaturan pembagian antara militer dan koalisi Forces for Freedom and Change (FFC).

     

Kudeta di Sudan sudah mengarah pada gelombang unjuk rasa sampai lebih dari dua tahun menentang militer Sudan dan pembekuan bantuan keuangan internasional miliaran dollar. Kondisi ini telah memperburuk krisis ekonomi di Sudan.   

Sumber: english.alarabiya.net

Baca juga: Piala Dunia 2022: Cerita Neymar Bangkit dari Cedera dan Bantu Timnas Brasil Menang

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

2 hari lalu

Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

Kementerian Pertahanan Iran berhasil menangkal serangan drone ke fasilitas militer, meski belum diketahui dalang serangan


Motor Listrik Militer E-Tactical Sergap Dapat Sertifikasi dari Kemhan

3 hari lalu

Motor Listrik Militer E-Tactical Sergap Dapat Sertifikasi dari Kemhan

Kementerian Pertahanan (Kemhan) dilaporkan telah memberikan sertifikasi untuk motor listrik militer karya anak bangsa E-Tactical Sergap.


Ikuti Jejak Amerika dan Jerman, Kanada Kirim 4 Tank Leopard 2 ke Ukraina

4 hari lalu

Ikuti Jejak Amerika dan Jerman, Kanada Kirim 4 Tank Leopard 2 ke Ukraina

Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand mengumumkan negaranya akan mengirim empat tank tempur Leopard 2 ke Ukraina.


Krisis Ekonomi, Amerika Bantu Bayar Gaji Tentara Lebanon

4 hari lalu

Krisis Ekonomi, Amerika Bantu Bayar Gaji Tentara Lebanon

Uang bantuan dari Amerika akan diberikan lewat program PBB setelah krisis mata uang di Lebanon menggerus gaji yang diterima tentara Lebanon


9 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

4 hari lalu

9 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Otoritas di Palestina mengungkap militer Israel membunuh tujuh warga Palestina bersenjata dan dua warga sipil dalam sebuah penggeledahan di Tepi Barat


Kisah Idi Amin, Presiden Uganda Paling Brutal yang Membantai Warganya Sendiri

5 hari lalu

Kisah Idi Amin, Presiden Uganda Paling Brutal yang Membantai Warganya Sendiri

Idi Amin, yang memerintah Uganda dari tahun 1971 hingga 1979, dianggap sebagai salah satu diktator paling brutal di dunia. Pada pemerintahannya selama 8 tahun, sekitar 300.000 warga sipil diduga dibunuh saat itu.


Keinginan Ukraina Minta Tank ke Sekutu Bakal Terwujud

6 hari lalu

Keinginan Ukraina Minta Tank ke Sekutu Bakal Terwujud

Sejumlah sumber menyebut Washington siap memproses pengiriman tank Abraham M1 ke Ukraina. Begitu pula Jerman.


Iran Menyambut Positif Niat Arab Saudi Memperbaiki Hubungan

7 hari lalu

Iran Menyambut Positif Niat Arab Saudi Memperbaiki Hubungan

Iran menyambut positif niat Arab Saudi yang ingin memulihkan hubungan dengan Tehran.


100.000 Orang Israel Turun ke Jalan, Protes Pemerintahan Baru PM Netanyahu

9 hari lalu

100.000 Orang Israel Turun ke Jalan, Protes Pemerintahan Baru PM Netanyahu

Israel dilanda gelombang unjuk rasa besar-besaran yang memprotes rencana pemerintahan baru PM Benjamin Netanyahu.


Unjuk Rasa di Peru, Gedung-gedung Dibakar

10 hari lalu

Unjuk Rasa di Peru, Gedung-gedung Dibakar

Pengunjuk rasa mengecam pemerintah dan polisi atas bentrokan mematikan di kota selatan Ayacucho serta Juliaca