Rusia Tak Akan Tunduk pada Patokan Harga Minyak dari Uni Eropa dan G7

Reporter

Ilustrasi kilang minyak. REUTERS

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Minggu, 4 Desember 2022, memastikan Rusia tidak sudi menjual minyaknya pada harga yang dipatok oleh Uni Eropa dan negara-negara anggota G7 sebesar USD 60 per barrel (Rp 925 ribu). Moskow saat ini sedang menggodog mekanisme untuk melawan patokan harga tersebut atau price cap.

Sebelumnya pada Sabtu, 3 Desember 2022, Dewan Uni Eropa mengumumkan organisasi terbesar di Benua Biru tersebut setuju untuk membuat patokan pada harga minyak Rusia, yang tidak boleh lebih dari USD 60 per barrel atau setidaknya 5 persen lebih murah dari rata-rata harga pasar.

Baca juga:Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

Seluruh negara anggota G7 dan Australia sebelumnya sudah membuat pengumuman serupa pada Jumat, 2 Desember 2022, di mana mereka kompak menyatakan tidak mau membeli minyak Rusia lebih dari USD 60 per barrel. Saat ini, harga minyak Rusia diperdagangkan dengan harga USD 64 per barrel (Rp 987 ribu)

Rusia telah berulang kali berkeras tidak akan mensuplai minyak ke negara-negara yang mengikuti aturan penetapan batasan harga pada minyak Rusia.

“Kami hanya akan menjual minyak dan produk minyak-minyak kami ke negara-negara yang mau bekerja sama dengan kami berdasarkan kondisi pasar, meskipun kami harus menurunkan kapasitas produksi,” kata Novak, Minggu, 4 Desember 2022.

Uni Eropa juga sudah memangkas jumlah pengiriman minyak Rusia via laut. Pemberlakuan batasan harga minyak Rusia juga akan melarang perusahaan-perusahaan di Eropa membeli minyak di atas harga

USD 60 per barrel dan pengiriman dengan asuransi dibatasi.

Pengiriman minyak Rusia untuk negara-negara ketiga juga tidak boleh dilindungi dengan asuransi, tidak boleh menggunakan pendanaan dan layanan dari perusahaan-perusahaan asal Uni Eropa. Kesepakatan G7 ini punya aturan yang sama.

Novak memprediksi kalau pembatasan harga minyak Rusia hanya akan membuat pasar global menjadi tidak stabil dan hal ini juga bertolak belakang dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Rusia sedang mematangkan mekanisme agar bisa menghindari aturan pembatasan harga tersebut.

Pemangkasan kapasitas produksi minyak akan membuat revenue Rusia berkurang. Dampak jangka pendeknya persediaan minyak akan terbatas.    

Sumber: RT.com

Baca juga: Putin Jatuh dari Tangga hingga Tak Sengaja BAB, Kesehatannya Disorot

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.       






Minyakita Langka, KPPU Temukan Pembelian Bersyarat Berbentuk Paket di Hampir Seluruh Wilayah

5 jam lalu

Minyakita Langka, KPPU Temukan Pembelian Bersyarat Berbentuk Paket di Hampir Seluruh Wilayah

KPPU mulai menginvestasi penyebab kelangkaan minyak goreng merek Minyakita.


Tiga Orang Ditikam Pisau di Dekat Markas Uni Eropa Brussels

16 jam lalu

Tiga Orang Ditikam Pisau di Dekat Markas Uni Eropa Brussels

Seorang pria melakukan penyerangan dengan pisau di stasiun metro di Brusel, Belgia dekat markas Uni Eropa Tiga orang terluka.


Vladimir Putin dan Mohammed bin Salman Bertelepon Bahas Minyak

19 jam lalu

Vladimir Putin dan Mohammed bin Salman Bertelepon Bahas Minyak

Kremlin menjelaskan Vladimir Putin dan Mohammed bin Salman membicarakan soal kerja sama bilateral dan kebijakan untuk menstabilkan pasar minyak dunia.


Menteri ESDM Sebut Produksi Minyak Menurun Karena Banyak Sumur Sudah Tua

1 hari lalu

Menteri ESDM Sebut Produksi Minyak Menurun Karena Banyak Sumur Sudah Tua

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut kinerja sumur-sumur pengeboran minyak bumi di Indonesia menunjukkan tren penurunan karena sudah sangat tua.


Zulhas Sebut Minyakita Bakal Tersedia Lagi di Pasar: Insya Allah Mendekati Puasa

1 hari lalu

Zulhas Sebut Minyakita Bakal Tersedia Lagi di Pasar: Insya Allah Mendekati Puasa

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan bahwa minyak goreng merek Minyakita akan kembali tersedia di pasaran.


Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif, Alasan ESDM Belum Turunkan Harga Pertalite

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif, Alasan ESDM Belum Turunkan Harga Pertalite

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan alasan belum diturunkan harga Pertalite meski harga minyak dunia menurun.


Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

Harga minyak dunia diprediksi melemah besok Senin, 30 Januari 2023 dii rentang US$ 76,40 hingga US$ 82,00 perbarel.


Uni Eropa Cari Cara Kurangi Masuknya Imigran Ilegal

4 hari lalu

Uni Eropa Cari Cara Kurangi Masuknya Imigran Ilegal

Uni Eropa mulai ruwet karena imigran ilegal mulai membanjiri Benua Biru itu.


Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

4 hari lalu

Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menambah produksi migas dari Sumur Lembak Infield, LBK-INF5 (LBK-19) dan LBK-INF4 (LBK-20).


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

4 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.