Warga Italia Memprotes Rencana Pengiriman Senjata ke Ukraina

Reporter

Militer Ukraina mempersiapkan peluru howitzer FH-70 saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Wilayah Donbas, Ukraina 18 Juli 2022. FH70 adalah howitzer 155mm yang kuat yang dikembangkan bersama oleh Inggris, Italia, dan Jerman, yang menggunakan persenjataan kaliber 39 155mm. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Jakarta - Jalanan kota Roma, Italia pada Sabtu, 3 Desember 2022, dipenuhi demonstran sayap-kiri, yang menuntut kenaikan upah dan mengutuk Pemerintah Italia karena memperbaharui sebuah dekrit yang mengizinkan pengiriman sejumlah senjata ke Ukraina sampai 2024.

Unjuk rasa pada Sabtu, 3 Desember 2022, di koordinir oleh serikat perdagangan USB Italia dan didukung oleh sejumlah politikus sayap kiri Italia. Unjuk rasa diikuti oleh ribuan orang yang berkumpul di Piazza della Repubblica sambil membawa spanduk bertuliskan ‘letakkan senjata, naikkan gaji’.

Baca juga:Anggota NATO Janji Kirim Senjata Lagi ke Ukraina

    

Sebelum unjuk rasa dilakukan, USB menulis kalau Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni telah menarik Italia lebih dalam ke perang (Ukraina) yang hasilnya tak bisa diprediksi.

“Italia jelas negara yang suka berperang dan aktif dalam konflik, kendati faktanya sebagian besar warga Italia menentang perang. Akibatnya, biaya pengeluaran pemerintah untuk militer naik tajam,” tulis USB.     

   

Italia saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri yang baru. Pada Kamis, 30 November 2022, Perdana Menteri Meloni menerbitkan sebuah dekrit yang mengizinkan kabinet Italia terus mengirimkan senjata-senjata ke Ukraina sampai akhir 2023, tanpa meminta persetujuan secara resmi ke anggota parlemen Italia.

Meloni naik jabatan untuk menggantikan Perdana Menteri Mario Draghi. Sebelum lengser, Dragi dikenal pendukung setia Kyiv. Draghi kehilangan jabatan setelah tidak mendapat persetujuan perihal pengiriman senjata sehingga menciptakan keretakan koalisi pemerintahannya.

Publik Italia saat ini juga terpecah. Menurut jajak pendapat yang dilakukan EuroNews pada akhir bulan lalu, ada 49 persen responden yang menentang pengiriman senjata oleh Italia ke Kyiv, namun ada 38 persen responden yang mendukungnya.

Survei juga mengungkap ada 49 persen warga Italia yang yakin Ukraina perlu membuat sejumlah konsesi ke Rusia demi mempercepat upaya damai dalam konflik yang sedang berkecamuk ini. Hanya 36 persen respoden yang ingin Kyiv terus melawan.

Sumber: RT.com  

Baca juga: 4 Fakta Tentang Rancangan Busana Gianni Versace

   

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

7 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

9 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

12 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

13 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

17 jam lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

18 jam lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


Pengadilan Banding FIGC Buka Suara Soal Pengurangan 15 Poin Juventus

1 hari lalu

Pengadilan Banding FIGC Buka Suara Soal Pengurangan 15 Poin Juventus

Pengadilan mengklaim pelanggaran yang dilakukan Juventus berulang dan berkepanjangan.


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina


Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

1 hari lalu

Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

Perusahaan Fores mengatakan akan membayar lima juta rubel kepada tentara Rusia pertama yang menghancurkan salah satu tank Leopard 2 Ukraina


Anggota DPR RI Soroti Perang Rusia Ukraina Kian Panas usai Kiriman Tank Barat

1 hari lalu

Anggota DPR RI Soroti Perang Rusia Ukraina Kian Panas usai Kiriman Tank Barat

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar menyoroti perang Rusia Ukraina yang tak kunjung usai.