NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Sebuah rudal terlihat tertancap di tanah setelah menghancurkan kabel listrik dengan bagian kabel listrik tersangkut di ekornya, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, dekat perbatasan Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, 21 Oktober 2022.

TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi militer Barat, NATO, menyatakan komitmen akan membantu Ukraina memperbaiki infrastruktur energi yang rusak berat akibat pemboman Rusia. Pemimpin NATO Jens Stoltenberg menyebut Presiden Putin menggunakan musim dingin yang turun sebagai "senjata perang".

Saat para menteri luar negeri aliansi menyelesaikan pembicaraan pertama pada Selasa, 29 November 2022, Stoltenberg mengatakan Rusia menggunakan serangan rudal dan pesawat tak berawak yang brutal untuk membuat Ukraina dingin dan gelap musim dingin ini. Pertemuan NATO di Bucharest, Rumania, masih akan berlanjut pada Rabu, 30 November 2022.

Baca juga Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

"Presiden (Vladimir) Putin mencoba menggunakan musim dingin sebagai senjata perang untuk memaksa warga Ukraina membeku atau mengungsi. Dia mencoba mematahkan keinginan rakyat Ukraina yang pemberani dan memecah belah kita semua yang mendukung mereka," kata Stoltenberg.

Hampir setiap pekan sejak Oktober 2022, Rusia melakukan serangan rudal besar-besaran pada jaringan listrik Ukraina dan infrastruktur pemanas. Kyiv dan sekutunya kompak menyebut, itu operasi yang disengaja untuk menyakiti warga sipil, kejahatan perang. Rusia mengakui menyerang infrastruktur Ukraina tetapi menyangkal sengaja berusaha untuk menyakiti warga sipil.  

Pernyataan Stoltenberg digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly. Dia menuduh Putin menargetkan infrastruktur sipil dan energi "untuk mencoba dan membekukan Ukraina agar tunduk".

Menteri luar negeri NATO berjanji untuk meningkatkan dukungan politik dan praktis ke Ukraina dan mempertahankannya selama diperlukan.

"Agresi Rusia, termasuk serangannya yang terus-menerus dan tidak masuk akal terhadap infrastruktur sipil dan energi Ukraina, merampas jutaan layanan dasar manusia Ukraina," kata pernyataan bersama para menteri luar negeri NATO.

Ada Jaminan Ukraina Masuk NATO

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba yang bergabung dalam pertemuan di Bucharest menyerukan Barat supaya dapat memasok sistem pertahanan udara dan transformer untuk menumpulkan serangan Rusia. Dia menyebut unit pertahanan udara seperti patriot dan transformer adalah yang paling dibutuhkan Ukraina saat ini.

Stoltenberg mengatakan sekutu sedang mendiskusikan penyediaan unit pertahanan udara Patriot tetapi memperingatkan bahwa sistem yang dikirimkan harus efektif, dipelihara, dan dilengkapi dengan amunisi yang cukup. Dia menyebut itu merupakan "tantangan besar" tersendiri.

Amerika Serikat mengumumkan akan menyediakan USD$53 juta atau Rp829 miliar untuk membeli peralatan jaringan listrik untuk Ukraina. Kementerian Luar Negeri AS menyebut bahwa paket itu akan mencakup trafo distribusi, pemutus arus dan penahan gelombang di antara peralatan lainnya.

Para menteri luar negeri juga menegaskan kembali keputusan KTT NATO 2008 bahwa Ukraina pada akhirnya akan menjadi anggota aliansi tersebut. Namun, seperti pada 2008, tidak ada langkah atau jadwal konkret yang benar-benar dapat membawa negara tersebut lebih dekat ke NATO.

"Kami menyatakan bahwa Ukraina akan menjadi anggota, saya berharap sekutu menegaskan kembali posisi itu," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada awal pertemuan dua hari itu.

"Namun, fokus utama sekarang adalah mendukung Ukraina. Kita berada di tengah perang dan oleh karena itu kita tidak boleh melakukan apa pun yang dapat merusak persatuan sekutu untuk memberikan dukungan militer, kemanusiaan, dan keuangan ke Ukraina."

REUTERS






IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

6 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

7 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

9 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

12 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

13 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


NATO Memperkuat Kemitraan dengan Jepang

13 jam lalu

NATO Memperkuat Kemitraan dengan Jepang

Sekjen NATO Jens Stoltenberg kunjungan kerja ke Jepang untuk memperkuat kemitraan di tengah perang Ukraina yang masih berkecamuk.


Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

14 jam lalu

Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

Lynne Tracy adalah wanita pertama yang menduduki jabatan Duta Besar AS untuk Rusia.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

18 jam lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

18 jam lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

20 jam lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa