Erdogan Ancam Invasi Besar-besaran ke Suriah Usai Serangan Roket Pasukan Kurdi

Reporter

Prsiden Turki Tayyip Erdogan. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki dapat melancarkan operasi darat di Suriah, menyusul serangan mematikan oleh Ankara dan militan Kurdi di Suriah utara. “Operasi ini tak hanya terbatas di udara,” kata Erdogan kepada wartawan saat dia kembali dari Qatar ke Turki.

Baca: Erdogan Berjabat Tangan dengan El-Sisi di Piala Dunia Qatar

"Otoritas yang kompeten, Kementerian Pertahanan dan kepala staf kami akan memutuskan tingkat kekuatan yang harus digunakan oleh pasukan darat," kata Erdogan. "Kami telah memperingatkan bahwa kami akan membayar mereka yang melanggar wilayah kami," katanya.

Ancaman itu diungkapkan Erdogan setelah serangan dari wilayah Suriah menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang anak, di kota perbatasan Turki. Serangan itu terjadi sehari setelah Turki melakukan serangan udara terhadap pangkalan militan Kurdi yang dilarang di Suriah utara dan Irak. Serangan udara oleh Turki itu sebagai balasan atas bom yang meledak di Istanbul.

Serangan semalam di Suriah utara dan timur laut menewaskan sedikitnya 31 orang, menurut kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris. Serangan dengan nama sandi Operasi Claw-Sword, terjadi seminggu setelah ledakan di Istanbul tengah yang menewaskan enam orang dan melukai 81 orang. Pelaku teror menurut Turki adalah Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK telah melakukan pemberontakan berdarah selama beberapa dekade dan ditetapkan sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya. Namun PKK membantah terlibat dalam ledakan Istanbul.

Simak: Jangan Lagi Sebut Turki Tapi Turkiye, Apa Hubungannya dengan Ayam Kalkun?

NDTV 






Fakta Pembakaran Al Quran, Kedutaan Digeruduk hingga Erdogan Tak Sudi Dukung Swedia ke NATO

1 hari lalu

Fakta Pembakaran Al Quran, Kedutaan Digeruduk hingga Erdogan Tak Sudi Dukung Swedia ke NATO

Pembakaran Al Quran di Swedia menimbulkan berbagai macam reaksi. Tempo merangkum buntut pembakaran Al-Quran di Swedia tersebut.


Erdogan Isyaratkan Finlandia Bisa Gabung NATO, Tapi Tak Sebut Swedia

2 hari lalu

Erdogan Isyaratkan Finlandia Bisa Gabung NATO, Tapi Tak Sebut Swedia

Erdogan masih tak mau membahas soal rencana Swedia gabung NATO, tapi ia memberi sinyal kepada Finlandia.


Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

4 hari lalu

Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

Shamima Begum bergabung dengan ISIS saat masih sangat belia, berumur 15 tahun, pada 2015.


5 Kali Rasmus Paludan Lakukan Pembakaran Alquran di Swedia, Terakhir di Luar Kedutaan Turki Stockholm

7 hari lalu

5 Kali Rasmus Paludan Lakukan Pembakaran Alquran di Swedia, Terakhir di Luar Kedutaan Turki Stockholm

Rasmus Paludan bukan pertama kali bakar Alquran, setidak telah 5 kali ia lakukan. Dan, terakhir di luar Kedutaan Turki di Stockholm, Swedia lalu.


Erdogan Tak Sudi Dukung Swedia Gabung NATO Setelah Pembakaran Al Quran

8 hari lalu

Erdogan Tak Sudi Dukung Swedia Gabung NATO Setelah Pembakaran Al Quran

Pembakaran Al Quran di Swedia dikecam keras oleh Presiden Erdogan. Ia mengatakan Turki tak akan mendukung keanggotaan Swedia di NATO.


Erdogan Mengumumkan Pemilu Turki Digelar 14 Mei

8 hari lalu

Erdogan Mengumumkan Pemilu Turki Digelar 14 Mei

Pemilu kali ini menjadi ujian terberat bagi Erdogan.


Jurnalis Senior Papua Victor Mambor Kembali Diteror Ledakan

8 hari lalu

Jurnalis Senior Papua Victor Mambor Kembali Diteror Ledakan

Ketua AJI Jayapura Lucky Ireeuw mengungkap dugaan intimidasi yang kembali menimpa jurnalis senior Victor Mambor melalui aksi teror ledakan bom.


Bangunan Lima Lantai Ambruk di Aleppo, 13 Tewas dan Sejumlah Korban Masih Terkurung

8 hari lalu

Bangunan Lima Lantai Ambruk di Aleppo, 13 Tewas dan Sejumlah Korban Masih Terkurung

Tiga belas orang tewas ketika sebuah bangunan tempat tinggal runtuh di kota Aleppo, Suriah utara, dan beberapa korban diyakini masih terkubur


Dugaan Intimidasi, Dua Pria Berbadan Tegap Datangi Kantor PBHI Malam-Malam

13 hari lalu

Dugaan Intimidasi, Dua Pria Berbadan Tegap Datangi Kantor PBHI Malam-Malam

Dua orang berbadan tegap mendatangi kantor PBHI mengaku hendak ke salon dan ogah memberikan identitasnya


Putin Telepon Erdogan, Kecam Pasokan Senjata Barat ke Ukraina

14 hari lalu

Putin Telepon Erdogan, Kecam Pasokan Senjata Barat ke Ukraina

Putin mengecam pasokan senjata barat ke Ukraina yang dinilainya membuat perang kian panjang.