Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Xi Jinping Tetap Ingin Berlakukan Aturan Nol Kasus Covid-19

Reporter

image-gnews
Presiden Cina Xi Jinping, menyampaikan pidato pada pembukaan Kongres Nasional Partai Komunis Cina ke-19 di Balai Besar Rakyat China di Beijing, Cina, 18 Oktober 2017. Lebih dari 2.000 perwakilan menghadiri pertemuan  yang anak menentukan siapa yang akan memimpin Cina kedepannya. REUTERS/Jason Lee
Presiden Cina Xi Jinping, menyampaikan pidato pada pembukaan Kongres Nasional Partai Komunis Cina ke-19 di Balai Besar Rakyat China di Beijing, Cina, 18 Oktober 2017. Lebih dari 2.000 perwakilan menghadiri pertemuan yang anak menentukan siapa yang akan memimpin Cina kedepannya. REUTERS/Jason Lee
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Cina menekankan komitmennya dalam memberlakukan strategi nol kasus Covid-19. Kebijakan itu, sama dengan membuyarkan harapan warga Cina dan para investor, yang bisa angkat kaki dari Cina kapan saja karena kebijakan ini telah melukai perekonomian Cina. Kebijakan nol kasus Covid-19 telah menyebarkan rasa frustrasi warga Cina.

Xi Jinping, dalam pidato pembukaan Kongres Partai Komunis Cina pada Minggu pagi, 16 Oktober 2022, menegaskan kembali kebijakan nol kasus Covid-19. Kebijakan itu membuat Cina berbeda dibanding negara-negara lain di dunia yang mencoba hidup berdampingan dengan Covid-19. Virus corona muncul pertama kalinya di Cina pada akhir 2019.

“Kami telah berpegang pada supremasi rakyat dan supremasi kehidupan, berpegang pada nol kasus Covid-19 yang dinamis. Kami telah mencapai hasil yang sangat memuaskan dalam hal pencegahan, pengendalian dan epidemi keseluruhan serta pembangunan ekonomi dan sosial,” kata Presiden Xi.

 Baca juga: Kongres Partai Komunis China Dibuka, Xi Jinping Bakal 3 Periode?

Orang-orang berbaris selama pengujian massal untuk penyakit coronavirus (COVID-19) di situs pengujian asam nukleat darurat di luar pusat perbelanjaan di Beijing, Cina 21 Maret 2022. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Untuk sektor ekonomi, Xi menekankan kembali dukungannya pada sektor swasta dan mengizinkan pasar untuk memainkan sebuah peran kunci, bahkan ketika Cina menyempurnakan sistem ekonomi sosialis dan mempromosikan kemakmuran bersama.

     

Popularitas Presiden Xi tidak berkurang kendati ekonoi Cina tumbuh melambat secara dramatis sebagai dampak dari kebijakan lockdown untuk menghambat penyebaran virus corona. ekonomi Cina juga terdampak dari krisis properti dan dampak sikap keras Xi pada 2021 terhadap platform ekonomi yang dulunya bebas serta dampak skala global.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebuah sumber di sektor industri mengatakan menjelang diselenggarakannya Kongres Partai Komunis Cina, keamanan di Ibu Kota Beijing diperketat, begitu pula aturan Covid-19. Parbrik baja yang berlokasi tak jauh dari tempat diselenggarakanya Kongres Partai Komunis Cina diminta mengurangi kapasitas produksi demi meningkatkan kualitas udara (selama kongres berlangsung).

Kongres Partai Komunis Cina diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 2.300 delegasi dari berbagai penjuru Cina, yang berkumpul di Great Hall of the People.

Kongres Partai Komunis Cina akan berlangsung selama sepekan ke depan. Partai Komunis Cina adalah partai berkuasa di Negeri Tirai Bambu dan Presiden Xi, 69 tahun, diproyeksikan akan kembali menduduki jabatan orang nomor satu di Cina untuk periode ketiga. Jika ini terjadi, maka Xi menjadi orang paling berkuasa di Cina sejak Mao Zedong.

Sumber: Reuters

Baca juga: Spanduk Langka yang Menyerukan Penggulingan Xi Jinping Disingkirkan

   

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.       

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Heboh Efek Samping AstraZeneca, Pernah Difatwa Haram MUI Karena Kandungan Babi

1 jam lalu

Pada acara vaksinasi booster ini tersedia dosis vaksin Astra Zeneca, Sinovac, dan Pfizer di Polsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 17 Juni 2022. Adanya virus omicron subvarian baru yaitu BA.4 dan BA.5 yang berpotensi membuat lonjakan kasus Covid-19. Tempo/Muhammad Syauqi Amrullah
Heboh Efek Samping AstraZeneca, Pernah Difatwa Haram MUI Karena Kandungan Babi

MUI sempat mengharamkan vaksin AstraZeneca. Namun dibolehkan jika situasi darurat.


Komnas PP KIPI Sebut Tidak Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca di Indonesia

4 jam lalu

Mesin robot ekstraksi vaksin Covid-19 bernama AutoVacc, yang dirancang oleh Pusat Penelitian Teknik Biomedis Universitas Chulalongkorn untuk mengekstrak dosis ekstra dari botol vaksin AstraZeneca, terlihat di Bangkok, Thailand 23 Agustus 2021. Gambar diambil 23 Agustus 2021. REUTERS/Juarawee Kittisilpa
Komnas PP KIPI Sebut Tidak Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca di Indonesia

Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya adalah vaksin AstraZeneca.


Gelombang Panas Serbu India sampai Filipina: Luasan, Penyebab, dan Durasi

5 jam lalu

Ilustrasi gelombang panas ekstrem.[Khaleej Times/REUTERS]
Gelombang Panas Serbu India sampai Filipina: Luasan, Penyebab, dan Durasi

Daratan Asia berpeluh deras. Gelombang panas menyemai rekor suhu panas yang luas di wilayah ini, dari India sampai Filipina.


Bahlil Bantah Cina Kuasai Investasi di Indonesia, Ini Faktanya

14 jam lalu

Taman Merlion, Singapura. REUTERS/Edgar Su/File Photo
Bahlil Bantah Cina Kuasai Investasi di Indonesia, Ini Faktanya

Menteri Bahlil membantah investasi di Indonesia selama ini dikuasai oleh Cina, karena pemodal terbesar justru Singapura.


Fakta-fakta Vaksin AstraZeneca: Efek Samping, Kasus Hukum hingga Pengakuan Perusahaan

15 jam lalu

Seorang petugas kesehatan memegang botol berisi vaksin Oxford/AstraZeneca coronavirus disease (COVID-19) di Rumah Sakit Nasional di Abuja, Nigeria, 5 Maret 2021. [REUTERS/Afolabi Sotunde]
Fakta-fakta Vaksin AstraZeneca: Efek Samping, Kasus Hukum hingga Pengakuan Perusahaan

Astrazeneca pertama kalinya mengakui efek samping vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan. Apa saja fakta-fakta seputar kasus ini?


Segera Hadir di Subang Smartpolitan, Berikut Profil BYD Perusahaan Kendaraan Listrik

17 jam lalu

Booth BYD di PEVS 2024. (Foto: Gooto/Dimas Prassetyo)
Segera Hadir di Subang Smartpolitan, Berikut Profil BYD Perusahaan Kendaraan Listrik

Keputusan mendirikan pabrik kendaraan listrik di Subang Smartpolitan menunjukkan komitmen BYD dalam mendukung mobilitas berkelanjutan di Indonesia.


Jalan Raya di Cina Ambles, Sedikitnya 48 Orang Tewas

18 jam lalu

Jalan tol runtuh pada Rabu dini hari di Guangdong, Cina. Wang Ruiping/Xinhua
Jalan Raya di Cina Ambles, Sedikitnya 48 Orang Tewas

Korban tewas akibat amblesnya jalan raya di Cina selatan telah meningkat menjadi 48 orang


Hasil Piala Uber 2024: Tim Bulu Tangkis Putri Cina dan Jepang Bakal Duel di Semifinal

18 jam lalu

Chen Qing Chen. Doc. BWF.
Hasil Piala Uber 2024: Tim Bulu Tangkis Putri Cina dan Jepang Bakal Duel di Semifinal

Tim bulu tangkis putri Cina dan Jepang melenggang mulus ke semifinal Uber Cup atau Piala Uber 2024.


Filipina Salahkan Beijing karena Memancing Ketegangan di Laut Cina Selatan

1 hari lalu

Sebuah kapal berbendera Filipina (tengah) dihadang oleh kapal Penjaga Pantai Cina (kanan)dalam insiden yang mengakibatkan tabrakan antara kedua kapal, di perairan sengketa Laut Cina Selatan dalam tangkapan layar yang diperoleh dari video selebaran yang dirilis pada 22 Oktober 2023. Penjaga Pantai Cina/Handout melalui REUTERS
Filipina Salahkan Beijing karena Memancing Ketegangan di Laut Cina Selatan

Manila menuduh penjaga pantai Cina telah memancing naiknya ketegangan di Laut Cina Selatan setelah dua kapalnya rusak ditembak meriam air


Survei: 58 Persen Responden Percaya Beijing Gunakan TikTok untuk Pengaruhi Opini Warga Amerika Serikat

1 hari lalu

Bendera AS dan logo TikTok terlihat melalui pecahan kaca dalam ilustrasi yang diambil pada 20 Maret 2024. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Survei: 58 Persen Responden Percaya Beijing Gunakan TikTok untuk Pengaruhi Opini Warga Amerika Serikat

Jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos mengungkap 58 persen responden percaya Beijing menggunakan TikTok untuk mempengaruhi opini warga Amerika.