Eksodus karena Wajib Militer, Rusia Batasi Mobil di Perbatasan Georgia

Reporter

Antrean mobil terlihat di pos pemeriksaan Zemo Larsi/Verkhny Lars di perbatasan Rusia-Georgia, 21 September 2022. Aksi menentang mobilisasi militer terjadi di sejumlah kota-kota besar, yang berakhir dengan penangkapan demonstran oleh polisi. Layanan/Handout Georgia RFE/RL melalui REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta -Republik Ossetia Utara, wilayah Rusia yang berbatasan dengan negara tetangga Georgia, sejak Rabu memberlakukan pembatasan pada mobil yang datang dari bagian lain negara itu.

Langkah itu dilakukan karena eksodus pria usia wajib militer menyebabkan antrean lebih dari 3.000 kendaraan di titik persimpangan Verkhny Lars di kawasan itu ke Georgia.

Gubernur Ossetia Utara Sergei Menyailo mengatakan larangan itu diberlakukan setelah 20.000 orang melintasi perbatasan dalam dua hari, dengan lebih banyak lagi yang masih mengantre.

"Kami secara fisik tidak akan bisa menjamin ketertiban dan keamanan jika arus ini terus berkembang," katanya di Telegram.

Menyailo mengatakan larangan itu tidak akan berlaku untuk penduduk atau turis, atau untuk mobil yang masuk dari Georgia atau wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri.

Puluhan ribu pria usia wajib militer telah meninggalkan Rusia sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer pekan lalu untuk meningkatkan pasukannya di Ukraina.

Georgia, yang mengizinkan orang Rusia untuk tinggal tanpa visa selama setahun, telah menjadi salah satu tujuan paling populer.

Tidak ada penerbangan langsung antara Rusia dan Georgia. Verkhny Lars, yang melintasi jalur pegunungan terpencil, adalah satu-satunya titik penyeberangan operasional di antara kedua negara.

Pihak berwenang Ossetia Utara pada Selasa mengumumkan pembentukan kantor wajib militer sementara di Verkhny Lars yang akan mengeluarkan perintah bagi pasukan cadangan yang dilarang meninggalkan Rusia di bawah perintah mobilisasi.

Baca juga: Pria Rusia Ogah Perang ke Ukraina, Tembaki Kantor Wajib Militer hingga bakar Diri

REUTERS (NESA AQILA)






AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

42 menit lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

23 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

1 hari lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 hari lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

1 hari lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

1 hari lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

1 hari lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

1 hari lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

1 hari lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket


NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

1 hari lalu

NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan konsekuensi keamanan saat terlibat dengan kekuatan otoriter seperti China.