Pria Rusia Ogah Perang ke Ukraina, Tembaki Kantor Wajib Militer hingga bakar Diri

Reporter

Tentara Rusia berdiri di sebelah pusat rekrutmen bergerak untuk dinas militer di bawah kontrak di Rostov-on-Don, Rusia, 17 September 2022. Mobilisasi ini disebut-sebut untuk menambah pasukan yang dikirim ke Ukraina sejak invasi yang dimulai pada Februari 2021. REUTERS/Sergey Pivovarov

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria bersenjata ditahan setelah melepaskan tembakan ke kantor wajib militer di wilayah Irkutsk Rusia pada Senin. Menurut gubernur setempat, pria bersenjata itu diidentifikasi bernama Ruslan Zinin, 25 tahun.

Dalam sebuah video yang dipublikasikan di media sosial terlihat bahwa Ruslan Zinin melepaskan tembakan ke sebuah kantor wajib militer di kota Ust-Ilimsk, Siberia. Sebuah video terpisah dari penembakan itu menunjukkan dia melepaskan setidaknya satu tembakan di dalam kantor wajib militer.

Gubernur regional Irkutsk Igor Kobzev menulis di aplikasi pesan Telegram bahwa kepala kantor wajib militer kini berada di rumah sakit dan dalam kondisi kritis. Sementara pelaku penembakan kini ditahan dan terancam akan menjalani hukuman.

Selain itu,secara terpisah media lokal melaporkan bahwa seorang pria berusaha membakar dirinya sendiri di sebuah stasiun bus di kota Ryazan, sekitar 185 km (115 mil) tenggara Moskow. Dia berteriak bahwa dia tidak ingin berperang di Ukraina. Dia telah dibawa pergi dengan ambulans.

Sejumlah kantor wajib militer telah diserang sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial Rabu lalu untuk memperkuat pasukan Rusia di Ukraina. Protes terhadap wajib militer berlangsung selama akhir pekan di wilayah Dagestan dan Yakutia, yang keduanya telah memasok tentara dalam jumlah yang tidak proporsional untuk perang.

Kelompok hak asasi OVD-Info mengatakan bahwa setidaknya 101 orang ditahan pada hari Minggu di ibu kota Dagestan, Makhachkala, dalam contoh yang jarang dari perbedaan pendapat massal di wilayah Kaukasia Utara yang biasanya dikontrol ketat.

Pekan lalu Presiden Vladimir Putin mengumumkan akan melakukan mobilisasi militer dalam perang Rusia Ukraina. Sekitar 300.000 orang akan diberangkatkan dari Rusia ke Ukraina.

Rencana ini memicu kemarahan publik di Rusia. Pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan pertama di Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai. Menurut kelompok pemantau memperkirakan setidaknya 2.000 orang ditangkap. Semua kritik publik terhadap "operasi militer khusus" Rusia dilarang.

Penerbangan dari Rusia telah terjual habis dan ratusan mobil terlibat kemacetan parah di pos pemeriksaan perbatasan, Selasa, 27 September 2022. Terjadi antrian 48 jam di satu-satunya perbatasan ke Georgia, tetangga pro-Barat yang memungkinkan warga Rusia masuk tanpa visa.

Baca: Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

REUTERS 






Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

3 jam lalu

Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

Zelensky menolak usulan Elon Musk soal perdamaian dengan Rusia. Ia menyuruh Elon Musk untuk datang ke Ukraina.


Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

7 jam lalu

Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia saat ini menjadi salah satu jabatan diplomatik Amerika yang paling penting dan menantang.


Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

7 jam lalu

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin adalah salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan penghormatan terakhir terhadap eks presiden China Jiang Zemin


Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

8 jam lalu

Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

Dewan Kota Odesa di selatan Ukraina memutuskan untuk merelokasi ke museum patung Catherine yang Agung dari Rusia.


Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

10 jam lalu

Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan pentingnya menghindari segala jenis konfrontasi militer antara kekuatan nuklir.


Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

11 jam lalu

Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

Sebuah bom yang dikirim melalui surat meledak di Kedubes Ukraina di Spanyol. Seorang petugas keamanan terluka.


PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

12 jam lalu

PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

Amonia adalah bahan utama untuk pupuk nitrat. PBB sedang mengupayakan agar ekspor ammonia berjalan lagi.


NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

15 jam lalu

NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

Pemimpin NATO Jens Stoltenberg menyebut Putin menggunakan musim dingin yang turun sebagai "senjata perang".


Rusia Punya 6.000 Hulu Ledak, Bakal Fokus Kembangkan Senjata Nuklir 2023

16 jam lalu

Rusia Punya 6.000 Hulu Ledak, Bakal Fokus Kembangkan Senjata Nuklir 2023

Rusia akan fokus mengembangkan senjata nuklir tahun depan dengan membangun infrastruktur.


Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

1 hari lalu

Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

Kepala badan intelijen luar negeri Rusia membahas masalah nuklir dan Ukraina dalam pertemuan dengan Direktur CIA di Turki