Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

Reporter

Maria Zakharova, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia. Sumber: en.wikipedia.org

TEMPO.CO, JakartaRusia menyebut presiden Amerika Serikat Joe Biden harus menjawab apakah Washington berada di balik empat laporan kebocoran gas pada pipa Nord Stream dari Rusia ke Eropa.

“Pada 7 Februari 2022, Joe Biden mengatakan bahwa Nord Stream akan selesai jika Rusia menginvasi Ukraina,” kata juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova di media sosial pada Rabu.

Ia juga memposting video Biden yang mengatakan “kami akan mengakhiri” Nord Stream 2 jika tank Rusia melintasi perbatasan Ukraina.

“Biden berkewajiban menjawab pertanyaan apakah AS melakukan ancamannya,” tambah Zakharova.“ Kita harus bertanggung jawab atas kata-kata kita. Eropa harus tahu kebenarannya,” kata Zakharova.

Empat kebocoran gas yang tidak dapat dijelaskan, didahului oleh dua ledakan, terjadi di jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 Laut Baltik pada Senin dan Selasa.

Dibangun secara paralel dengan pipa Nord Stream 1, Nord Stream 2 dimaksudkan untuk menggandakan kapasitas impor gas Rusia ke Jerman, yang dianggap sebagai “tindakan yang disengaja” oleh UE. Tetapi Berlin memblokir Nord Stream 2 yang baru selesai pada hari-hari sebelum Moskow mengirim pasukan ke Ukraina.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tuduhan Moskow berada di balik kebocoran gas adalah “bodoh dan tidak masuk akal.” Dia juga menunjuk pada “keuntungan besar” bagi pemasok LNG AS yang telah “meningkatkan pasokan mereka beberapa kali.”

“Mereka sangat tertarik untuk mendapatkan keuntungan super di masa depan,” ujarnya.

Kedutaan Rusia di Denmark mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kebocoran itu adalah tindakan "sabotase terhadap keamanan energi Rusia dan Eropa." Dua kebocoran pada pipa Nord Stream 1 diidentifikasi di zona ekonomi Denmark – dua lainnya di Swedia.

Baca juga: Rusia Bantah Terlibat Kebocoran Nord Stream di Laut Baltik

AL ARABIYA






Kanye West Puji Hitler, dari Biden sampai Twitter dan Adidas Mengutuknya

32 menit lalu

Kanye West Puji Hitler, dari Biden sampai Twitter dan Adidas Mengutuknya

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan perhatian mengenai masalah anti-semit setelah heboh pernyataan Kanye West memuji Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.


Hari Ini di Tahun 1984 Terjadi Tragedi Bhopal India: Ini Data-data Korban

1 jam lalu

Hari Ini di Tahun 1984 Terjadi Tragedi Bhopal India: Ini Data-data Korban

Tepat 38 tahun lalu, terjadi Tragedi Bhopal, India yang merupakan sebuah insiden kebocoran gas dari sebuah pabrik pestisida yang menjadi bencana.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

21 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

22 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

22 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

1 hari lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

1 hari lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

1 hari lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

1 hari lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

1 hari lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket