Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aksi Cepat Tanggap Dicap Berbahaya di India sejak 2020

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

image-gnews
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Cepat Tanggap
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap ditandai sebagai organisasi berbahaya oleh Pemerintah India sejak 2020. Musababnya ACT ditengarai terafiliasi dengan organisasi Islam radikal seperti Falah-e-Insaniyat Foundation (FIF) dan Lashkar-e-Taiba (LeT).

ACT dicap sebagai organisasi radikal setelah Menteri Persatuan Dalam Negeri India saat itu, Amit Shah, menemukan aliran uang asing yang memicu kerusuhan Delhi Anti-Hindu. Opindia seperti dikutip Senin, 4 Juli 2022, mewartakan, ACT telah mengirim Rs 25 lakh atau sekitar Rp 500 juta ke India dan mendistribusikannya di Delhi.
 
Opindia melaporkan, ACT mengumpulkan dana menggunakan kampanye untuk membantu Muslim yang terkena dampak kerusuhan. Uang itu disalurkan ke India dari Dubai melalui saluran Hawala. LSM tersebut berhubungan dengan organisasi Muslim lokal di Delhi untuk mendistribusikan 25.00.000 rupee atau sekitar Rp 475 juta, untuk memicu kerusuhan lebih lanjut Delhi Timur Laut.
 
ACT telah membantah tuduhan bahwa mereka mencoba untuk memicu kerusuhan, dengan mengatakan bahwa mereka hanya membantu korban Muslim dari kerusuhan Delhi. Dalam konferensi pers ketika itu, organisasi tersebut mengatakan bahwa mereka telah melakukan program kemanusiaan di India selama dua tahun.
 
Syuhelmaidi Syukur sebagai anggota Dewan Pembina ACT saat itu mengatakan, sebagai LSM kemanusiaan, mereka berkoordinasi dengan lembaga resmi untuk menyalurkan bantuan di dalam dan luar negeri. ACT menyatakan bahwa mereka menyediakan makanan, perumahan, obat-obatan, dan bantuan lain bagi para korban Muslim dari kerusuhan Delhi.
 
Meski mengklaim hanya memberikan bantuan kemanusiaan, ACT disebut laporan itu masih menjalankan propaganda bahwa kerusuhan Delhi secara khusus ditujukan terhadap umat Islam. Sebab akun media sosial dan situs web ACT telah memposting pesan yang meminta orang untuk membantu “saudara Muslim di New Delhi, India, yang dianiaya”.
 
Di Indonesia, baru-baru ini Aksi Cepat Tanggap diguncang isu soal penyelewengan dana oleh petingginya. Pendiri sekaligus pimpinan lembaga tersebut, Ahyuddin, mengundurkan diri pada Januari lalu.
 
Majalah Tempo Edisi Sabtu, 2 Juli 2022, mengungkap dugaan penyelewengan dana tersebut. Menurut laporan berjudul "Aksi Cepat Tanggap Cuan" tersebut, Ahyudin sempat menggunakan dana sosial yang dikumpulkan lembaganya untuk kepentingan pribadi.
 
Pemborosan duit lembaga juga disebut terjadi di ACT. Gaji Ahyudin saja, disebut mencapai Rp 250 juta per bulan. Itu belum termasuk berbagai fasilitas kendaraan mulai dari Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero Sport hingga Honda CRV.
 
Ahyudin juga disebut menggunakan dana masyarakat tersebut untuk membeli rumah dan perabotan dengan nilai yang fantastis.
 
Tak hanya itu, para petinggi ACT juga disebut mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dengan standar ala restoran. Dugaan penyelewenangan dana petinggi ACT lainnya bisa dibaca di sini.
 
Ahyudin membantah telah menyelewengkan dana lembaganya itu. “Kalau saya tidak punya uang, boleh dong saya pinjam ke lembaga,” ujarnya dalam wawancara dengan Majalah Tempo. “Saat ini saya terlilit cicilan rumah, cicilan mobil, bahkan biaya sekolah anak. Jika saya membawa kabur duit lembaga dari mana logikanya?”
 
Dia juga menyatakan dipaksa untuk mundur dari ACT. Ahyudin mengaku difitnah menggunakan dana lembaga untuk kepentingan pribadinya. Dia bahkan berani menghadapi masalah ini di jalur hukum.
 
"Jika tuduhan itu benar, saya seharusnya dilaporkan ke penegak hukum," kata dia.
 
Aksi Cepat Tanggap merupakan salah satu lembaga filantropi terbesar di Indonesia. Pada 2018 hingga 2020 lalu saja, lembaga ini disebut mengumpulkan dana masyarakat sebesar Rp 500 miliar  setahun. Sebagai pembanding, lembaga lain seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat mengumpulkan dana sebesar Rp 375 miliar dan Rp 224 miliar setahun.  
 
MAJALAH TEMPO, OPINDIA
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Gandeng Kerja Sama dengan India Soal AI

1 hari lalu

Wali Kota Solo sekaligus wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka (empat dari kiri) saat diwawancarai wartawan usai mengikuti salat Idul Adha 2025 di halaman Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Gandeng Kerja Sama dengan India Soal AI

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebutkan Pemerintah Kota Surakarta menggandeng India sebagai mitra kerja sama ke depan


Tren Wellness Tourism, India Peringati Hari Yoga Internasional di Solo

1 hari lalu

Aktor sekaligus instruktur senam yoga, Anjasmara memandu senam yoga yang diselenggarakan memperingati Hari Yoga Internasional di Pamedan Keraton Surakarta, Jawa Tengah, Ahad, 23 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Tren Wellness Tourism, India Peringati Hari Yoga Internasional di Solo

Hari Yoga Internasional di Solo memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia - India.


Infinix Note 40 5G Resmi Meluncur di India, Andalkan Dimensity 7020 dan Wireless Charging

1 hari lalu

Infinix Note 40 5G. GSMArena
Infinix Note 40 5G Resmi Meluncur di India, Andalkan Dimensity 7020 dan Wireless Charging

. Infinix Note 40 5G hadir dengan spesifikasi mumpuni dan pengisian daya nirkabel yang kompatibel dengan MagSafe.


Hampir Bersamaan, Ponsel Baru Vivo dan Realme Meluncur di Pasar India

1 hari lalu

Ponsel Vivo Y50 di antara sejumlah jenis yang dirilis di pasar Indonesia selama masa pandemi Covid-19. (ANTARA/HO Vivo Indonesia)
Hampir Bersamaan, Ponsel Baru Vivo dan Realme Meluncur di Pasar India

Dapur pacu ponsel baru Vivo Y58 mengandalkan Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 yang dipadukan dengan GPU Adreno 613.


5 Atraksi Wisata Sungai di India dari Naik Kapal Pesiar hingga Ziarah

2 hari lalu

Sungai Narmada, Unsplash.com/Meet Gada
5 Atraksi Wisata Sungai di India dari Naik Kapal Pesiar hingga Ziarah

Wisata sungai dengan kapal pesiar sedang populer di India, namun ada banyak atraksi lain yang menarik


8 Sungai di India yang Memiliki Makna Penting Keagamaan dan Kebudayaan

2 hari lalu

Sungai Gangga, India. Unsplash.com/Shiv Prasad
8 Sungai di India yang Memiliki Makna Penting Keagamaan dan Kebudayaan

Sungai-sungai di India memiliki daya tarik untuk wisatawan yang senang berpetualang


Keluarga Terkaya di Inggris Divonis 4 Tahun Penjara di Swiss, Pekerjakan PRT 16 Jam Sehari

2 hari lalu

Keluarga Hinduja Terkaya di Inggris Dihukum Karena Mengeksploitasi Pekerja Rumah Tangga India di Vila Swiss. FOTO/india.com
Keluarga Terkaya di Inggris Divonis 4 Tahun Penjara di Swiss, Pekerjakan PRT 16 Jam Sehari

Keluarga terkaya di Inggris keturunan India dinyatakan bersalah oleh pengadilan Swiss pada Jumat karena mengeksploitasi pekerja rumah tangga


Pertama dalam 5 Tahun, AS-Cina Gelar Perundingan Nuklir Informal

3 hari lalu

Ilustrasi peluncuran Trident II dari kapal selam. Rudal balistik Trident II 5D memiliki kecepatan 24 mach atau 29.020 km/jam dan mampu menjangkau sasaran sejauh 12.000 km. Trident II 5D menjadi senjata andalan kapal selam Amerika Serikat, kelas Ohio. Kelas Ohio membawa 24 rudal nuklir balistik Trident I C4 atau Trident II D5. deagel.com
Pertama dalam 5 Tahun, AS-Cina Gelar Perundingan Nuklir Informal

Amerika Serikat dan Cina melanjutkan perundingan senjata nuklir semi-resmi pada Maret untuk pertama kalinya dalam lima tahun.


Digelar Bulan Juli, Berikut Beberapa Fakta Tentang Festival Sungai Malabar 2024

4 hari lalu

Ilustrasi menggunakan kayak di Kerala. Unsplash.com/Cthrough
Digelar Bulan Juli, Berikut Beberapa Fakta Tentang Festival Sungai Malabar 2024

Festival Sungai Malabar tahun ini akan kembali diadakan di daerah Kozhikode, Kerala, India


Laporan DGI 2024: Kebijakan di Indonesia Cenderung Menghambat Kegiatan Filantropi

5 hari lalu

Ilustrasi filantropi. Shutterstcok
Laporan DGI 2024: Kebijakan di Indonesia Cenderung Menghambat Kegiatan Filantropi

Laporan Doing Good Index (DGI) 2024 mengungkapkan kebijakan di Indonesia terkait kegiatan filantropi dan inisiatif sosial masih stagnan dan tak bisa mendorong kemajuannya dalam 6 tahun terakhir