Gempa Bumi di Afghanistan, Korea Selatan dan Jepang Siap Beri Bantuan

Reporter

Daniel Ahmad

Kamis, 23 Juni 2022 22:29 WIB

Suasana evakuasi warga setelah guncangan gempa di Provinsi Paktika, Afghanistan, 22 Juni 2022. Gempa itu dirasakan lebih dari 500 kilometer oleh sekitar 119 juta orang di Pakistan, Afghanistan, dan India, kata Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC). BAKHTAR NEWS AGENCY/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan dan Jepang siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan yang baru saja dilanda gempa. Kedua negara itu, masing-masing tengah mengkoordinasikan pengiriman bantuan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, seperti dilansir Reuters, mengkonfirmasi pada Kamis, 23 Juni 2022, bahwa Seoul berencana memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$ 1 juta (Rp14 miliar) kepada korban gempa di Afghanistan.

Kondisi rumah warga yang hancur akibat guncangan gempa di Provinsi Paktika, Afghanistan, 22 Juni 2022. Pejabat Taliban memprediksi jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah seiring informasi mengalir dari desa-desa terpencil. BAKHTAR NEWS AGENCY/Handout via REUTERS

Sementara, Pemerintah Jepang juga berencana memberikan bantuan ke Afghanistan. Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Seiji Kihara mengutarakan hal ini pada konferensi pers rutin pada Kamis, 23 Juni 2022. Pemerintah Jepang saat ini sedang menimbang untuk memberikan bantuan sesegera mungkin dan memantau situasinya untuk memahami kebutuhan lokal.

Gempa berkekuatan 6,1 skala richter mengguncang Afghanistan pada Rabu, 22 Juni 2022. Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mengatakan, gempa itu terjadi sekitar 44 kilometer dari kota Khost, dekat perbatasan Pakistan.

Menurut USGS seperti diwartakan Dawn, gempa terjadi pada pukul 1:54 dini hari waktu setempat pada kedalaman 51 kilometer. Guncangan dirasakan lebih dari 500 kilometer, oleh sekitar 119 juta orang di Pakistan, Afghanistan, sampai India.  

Juru bicara komandan militer Taliban di provinsi Paktika, Mohammad Ismail Muawiyah, mengatakan kepada Reuters pada Kamis, 23 Juni 2022, gempa itu menewaskan sekitar seribu orang dan melukai 1.500 lainnya.

Paktia adalah daerah yang paling parah dilanda bencana. Lebih dari 3 ribu rumah di sana remuk.

Kementerian Pertahanan Taliban memimpin upaya penyelamatan. Pejabat di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Salahuddin Ayubi pada Rabu, 22 Juni 2022, mengatakan, jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat. Musababnya, beberapa desa berada di daerah-daerah terpencil di pegunungan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan rinciannya.

Ayubi mengatakan, sebagian besar korban tewas dikonfirmasi berada di provinsi timur Paktika, dengan 255 tewas dan lebih dari 200 luka. Di provinsi Khost, ada 25 orang meninggal dan 90 orang dibawa ke rumah sakit.

Tenaga kesehatan dan tim bantuan kemanusiaan mengatakan, sejumlah orang yang tidak diketahui terjebak di bawah puing-puing, di daerah-daerah terpencil. Operasi penyelamatan diperumit oleh kondisi sulit, termasuk hujan lebat, tanah longsor, dan akses sulitnya.

Afghanistan saat ini tengah bergulat dengan krisis ekonomi akibat pengambilalihan rezim Taliban tahun lalu. Banyak negara yang dikenakan sanksi pada sektor perbankan Afghanistan dan miliaran dolar dalam bantuan pembangunan. Namun, bantuan kemanusiaan dari badan-badan internasional seperti PBB akan terus berlanjut. Seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan Taliban akan menyambut bantuan internasional.

REUTERS

Baca juga: WNI di Afganistan Tinggal 6 Orang

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Gempa Susulan Guncang Afghanistan, 5 Tewas

42 menit lalu

Gempa Susulan Guncang Afghanistan, 5 Tewas

Gempa susulan mengguncang Afghanistan pada Jumat, 24 Juni 2022, dengan lima korban tewas dikonfirmasi oleh Pemerintah Taliban.


Amerika Serikat Bakal Kirimkan Bantuan Sistem Roket HIMARS ke Ukraina

8 jam lalu

Amerika Serikat Bakal Kirimkan Bantuan Sistem Roket HIMARS ke Ukraina

Pentagon menjelaskan paket bantuan tambahan keamanan ke Ukraina akan bernilai lebih dari USD 450 juta (Rp 6,6 triliun).


Hari Ini di 1973 Pemimpin Uni Soviet Brezhnev ke AS, Ini Rekam Jejak Leonid Brezhnev

9 jam lalu

Hari Ini di 1973 Pemimpin Uni Soviet Brezhnev ke AS, Ini Rekam Jejak Leonid Brezhnev

Pada awalnya berkuasanya Brezhnev, Uni Soviet menikmati ekonomi yang besar karena ekspor bahan baku seperti gas dan minyak melimpah.


Korban Gempa Afghanistan Bertahan Tanpa Makanan dan Tempat Tinggal

10 jam lalu

Korban Gempa Afghanistan Bertahan Tanpa Makanan dan Tempat Tinggal

Korban selamat dari gempa Afghanistan terpaksa harus bertahan di tengah hujan tanpa makanan, tempat tinggal, dan air.


Taliban Kesulitan Kirim Bantuan ke Korban Gempa Afghanistan

17 jam lalu

Taliban Kesulitan Kirim Bantuan ke Korban Gempa Afghanistan

Akses infrastruktur yang buruk menyebabkan pengiriman bantuan korban gempa Afghanistan sulit.


Skenario Gempa Kuat dari Sesar Lembang di Fase Akhir Siklus

1 hari lalu

Skenario Gempa Kuat dari Sesar Lembang di Fase Akhir Siklus

Dua gempa kecil di ujung-ujung Sesar Lembang telah terjadi pada 2011.


Gempa Afghanistan Berdampak hingga ke Pakistan, Dua Warga Perbatasan Tewas

1 hari lalu

Gempa Afghanistan Berdampak hingga ke Pakistan, Dua Warga Perbatasan Tewas

Dua orang dikabarkan tewas akibat hujan dan gempa bumi di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan.


Gempa Afghanistan Telan Seribu Lebih Korban Jiwa, Ilmuwan: Penyebabnya Masih Misterius

1 hari lalu

Gempa Afghanistan Telan Seribu Lebih Korban Jiwa, Ilmuwan: Penyebabnya Masih Misterius

Sebagian besar kematian akibat gempa Afghanistan berada di Provinsi Paktika, di mana 100 orang dikabarkan tewas terkubur dan 610 terluka.


Seribu Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Afghanistan

1 hari lalu

Seribu Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Afghanistan

Korban tewas akibat gempa bumi di Afghanistan pada Rabu, 22 Juni 202, kini mencapai seribu orang. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah.


Tidak Ada WNI dalam Musibah Gempa Bumi di Afghanistan

1 hari lalu

Tidak Ada WNI dalam Musibah Gempa Bumi di Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi WNI di Afghanistan selamat dari musbah gempa bumi.