Resesi Ekonomi Pengaruhi Perayaan Tahun Baru Di Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif!-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->: Puluhan jalan utama di Beijing malam ini ditutup. Masyarakat bersiap menghabiskan malam tahun Cina dengan kembang api, makanan, dan angpao di bawah cahaya lampion.

    Pekerja kembali menemui keluarga besar mereka untuk perayaan terbesar dalam budaya Cina itu. Sekitar 188 juta orang diperkirakan akan saling berkunjung dengan kereta, 24 juta dengan pesawat selama festival tahun baru Cina kali ini, yang aslinya dirayakan selama 40 hari sebelum dan sesudah jatuhnya tahun baru.

    Kondisi cuaca yang tidak menentu tidak memudarkan semangat tradisi itu, namun kondisi ekonomi seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Prancis, Agence France Presse, sedikit mempengaruhi festival tahun ini di Beijing.

    Dalam pidato awal tahunnya, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengimbau masyarakat memperhatikan situasi ekonomi lokal dan internasional, karena ada tantangan dan peluang dalam kondisi itu.

    Seperti dilaporkan sebelumnya pejabat pemerintah Cina mengumumkan tahun ini bahwa enam juta dari 120 juta tenaga kerja Cina yang bekerja jauh dari kerabat mereka pulang tidak hanya karena tahun baru, tetapi juga karena diberhentkan dari pekerjaan akibat resesi ekonomi global.

    Bisnis perdagangan dan jasa diperkirakan juga akan terpukul dalam festval tahun ini karena masyarakat menahan diri untuk membelanjakan uang mereka. Namun Minggu malam ini, masyarakat tetap ingin menyambut tahun baru dengan tradisi lama mereka, kembang api, makanan, dan angpao.

    AFP | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.