Amerika Serikat Berencana Buka Kembali Konsulat AS di Yerusalem untuk Palestina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang pekerja memasang penunjuk jalan yang mengarahkan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, di kawasan Konsulat AS di Yerusalem, 7 Mei 2018. [Reuters]

    Seorang pekerja memasang penunjuk jalan yang mengarahkan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, di kawasan Konsulat AS di Yerusalem, 7 Mei 2018. [Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Rabu mengatakan pemerintahan Joe Biden bermaksud untuk melanjutkan rencananya untuk membuka kembali konsulat AS di Yerusalem untuk terlibat dengan orang-orang Palestina, meskipun ada penentangan Israel terhadap langkah semacam itu.

    Blinken mengulangi janji yang awalnya dia buat beberapa bulan lalu untuk membangun kembali konsulat, yang telah lama menjadi basis untuk komunikasi diplomatik ke Palestina sebelum ditutup oleh pendahulu Presiden Joe Biden, Donald Trump, pada 2018.

    Tetapi Blinken, yang berbicara pada konferensi pers Washington dengan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid dan Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah Bin Zayed Al Nahyan yang sedang berkunjung, tidak menetapkan tanggal pembukaan kembali konsulat, yang akan membuat hubungan tegang dengan pemerintah baru Israel.

    "Kami akan bergerak maju dengan proses pembukaan konsulat sebagai bagian dari pendalaman hubungan dengan Palestina," kata Antony Blinken di Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari Reuters, 14 Oktober 2021.

    Pemerintahan Joe Biden telah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Palestina yang rusak parah di bawah Trump.

    Konsulat itu dimasukkan ke dalam Kedutaan Besar AS yang dipindahkan ke Yerusalem dari Tel Aviv pada tahun 2018 oleh Trump, kebalikan dari kebijakan lama AS yang dipuji oleh Israel dan dikutuk oleh Palestina.

    Pemerintahan Biden mengatakan akan membuka kembali konsulat sambil membiarkan kedutaan besar di tempatnya.

    Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya. Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut oleh Israel dalam perang 1967 bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza, sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

    Blinken berbicara sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan setelah pertemuan trilateral setelah Kesepakatan Abraham, yang secara luas dilihat sebagai keberhasilan diplomatik bagi Trump.

    UEA adalah yang pertama dari empat negara Arab yang menormalkan hubungan dengan Israel setelah beberapa dekade permusuhan. Bahrain, Sudan dan Maroko segera menyusul.

    Para pejabat Palestina mengatakan mereka merasa dikhianati oleh saudara-saudara Arab mereka karena mencapai kesepakatan dengan Israel tanpa terlebih dahulu menuntut pembentukan negara Palestina.

    Beberapa kritikus mengatakan Trump telah mempromosikan pemulihan hubungan Arab dengan Israel sementara mengabaikan aspirasi Palestina.

    Baca juga: UNESCO Adopsi Resolusi Yerusalem Timur sebagai Bagian dari Palestina

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.