UNESCO Adopsi Resolusi Yerusalem Timur sebagai Bagian dari Palestina

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, 20 Juli 2021. REUTERS/Ammar Awad

    Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, 20 Juli 2021. REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, JakartaOrganisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB UNESCO mengadopsi dua resolusi pro-Palestina pada sidang dewan eksekutif ke-212 yang diadakan di Paris, Rabu, 13 Oktober 2021.

    Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa resolusi  mengenai Palestina yang diduduki serta pendidikan dan kebudayaan Palestina dengan suara bulat disetujui oleh para anggota dewan eksekutif UNESCO.

    Kementerian menggarisbawahi bahwa resolusi itu menegaskan status Yerusalem Timur sebagai kota pendudukan dan menyeru Israel agar segera menghentikan tindakan ilegal mereka di kota suci Yerusalem.

    Menyambut resolusi tersebut, kementerian meminta komunitas internasional dan UNESCO menekan Israel agar menghentikan aksi ilegal dan upaya mereka untuk merusak secara sengaja warisan kebudayaan milik Palestina.

    Kemlu Palestina juga mendesak dunia agar mengambil langkah nyata untuk memastikan implementasi resolusi UNESCO mengenai Palestina yang diduduki dan lembaga pendidikan serta kebudayaan di wilayah pendudukan Arab dan yang terkait dengan Al-Haram Al-Sharif, Kota Tua Yerusalem, Masjid Ibrahim, dan kota tua Hebron.

    Kemlu juga meminta masyarakat internasional untuk menuntut Israel agar menghentikan penggalian ilegal di Yerusalem.

    ANTARA/ANADOLU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.