Malaysia Tawarkan Booster untuk Nakes dan Lansia, Klaster Baru Bermunculan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang yang mengenakan masker melewati sebuah jalan di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 24 November 2020. Total kasus Covid-19 nasional di Malaysia bertambah menjadi 58.847. (Xinhua/Chong Voon Chung)

    Sejumlah orang yang mengenakan masker melewati sebuah jalan di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 24 November 2020. Total kasus Covid-19 nasional di Malaysia bertambah menjadi 58.847. (Xinhua/Chong Voon Chung)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Malaysia menawarkan suntikan booster vaksin Covid-19 secara gratis pada petugas barisan terdepan dan lansia, di tengah meningkatnya kluster baru di tempat kerja.

    Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, Sarawak menjadi negara bagian pertama yang memberikan booster pada Rabu, 13 Oktober 2021.

    “Tujuan pemberian dosis booster vaksin Covid-19 ini untuk memastikan masa perlindungan optimal diperoleh penerima vaksin Covid-19 di Malaysia,” kata Khairy seperti dikutip Free Malaysia Today.

    Fasilitas kesehatan pemerintah akan memberikan vaksin dosis ketiga ini kepada petugas kesehatan, dan mereka yang berada di rumah sakit swasta dapat menerima vaksin di fasilitas masing-masing jika disetujui oleh departemen kesehatan negara bagian.

    Personil Angkatan Bersenjata Malaysia akan divaksinasi di fasilitas kesehatan khusus mereka sendiri.

    Dosis booster akan menggunakan vaksin yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech setelah diberikan persetujuan bersyarat oleh Drug Control Authority pada 8 Oktober 2021.

    Secara terpisah, dosis ketiga akan ditawarkan kepada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pasien kanker, penerima organ, dan mereka yang menjalani dialisis.

    Dosis ini akan diberikan kepada penerima yang memenuhi syarat setelah setidaknya 28 hari sejak dosis terakhir mereka, dan jenis vaksin yang diberikan akan tergantung pada ketersediaan dan penilaian dokter.

    13 Klaster Baru

    Kementerian Kesehatan Malaysia telah mendeteksi 13 klaster Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir, kata direktur jenderal kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah.

    Dia mengatakan enam di antaranya klaster tempat kerja, tiga klaster komunitas dan dua klaster pendidikan. Satu klaster masing-masing dikaitkan dengan kelompok berisiko tinggi dan pusat penahanan.

    Klaster terdeteksi di Selangor, Negeri Sembilan, Pahang, Melaka, Kedah dan Sarawak.

    Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional (MKN) mengatakan tidak ada wilayah baru yang akan ditempatkan di bawah Enhanced Movement Control Order (EMCO).

    Dalam sebuah pernyataan, direktur jenderal MKN Rodzi Md Saad juga mengatakan tidak ada perpanjangan EMCO di daerah manapun. Namun, Rodzi menambahkan, EMCO atau semacam PPKM di Ladang Bera Selatan 5 dan 7 di Bera, Pahang, akan berakhir besok sesuai jadwal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.