CDC Dukung Pemberian Booster Shot Vaksin COVID-19 untuk Pekerja Beresiko Tinggi

Anggota menunggu dalam antrean untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Komunitas Angkatan Darat Allgood yang terletak di dalam Garnisun Humphreys Angkatan Darat A.S. di Pyeongtaek, Korea Selatan, 29 Desember 2020. Militer Amerika Serikat memulai gelombang pertama vaksinasi Covid-19 untuk pasukan luar negerinya di Pangkalan Udara Yokota Jepang pada Senin. Spc. Erin Conway / AS. Army / DVIDS / Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika, CDC, mendukung wacana penyuntikkan dosis ketiga vaksin COVID-19 (Booster Shot) untuk lansia, penderita penyakit kronis, serta mereka yang bekerja di lingkungan dengan resiko terpapar virus tinggi. Dukungan tersebut bertentangan dengan rekomendasi yang diberikan oleh dewan penasihat CDC.

Pada kamis kemarin, Dewan Penasihat CDC tidak merekomendasikan booster shot bagi mereka yang bekerja di lingkungan beresiko tinggi seperti guru. Menurut mereka, untuk saat ini, sebaiknya booster shot diberikan kepada lansia dan mereka yang memiliki penyakit kronis saja. Direktur CDC Rochelle Walensky dikabarkan tak setuju.

"Dalam situasi pandemi, ada kalanya CDC harus membuat rekomendasi berdasarkan data yang kompleks, bahkan cacat. Walau begitu, terlepas ada ketidakpastian, tindakan yang diyakini akan berdampak baik perlu diambil," ujar Walensky, dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 24 September 2021.

Walensky menjelaskan, lembaganya memilih mendukung booster shot untuk pekerja di lingkungan beresiko tinggi karena menyakininya akan berdampak positif bagi Amerika. Di sisi lain, juga melindungi para pekerja tersebut dari ancaman positif COVID-19 lagi.

Jika tak ada halangan, booster shot akan mulai diberikan paling cepat pekan ini. Badan Regulator Obat-obatan dan Makanan Amerika, FDA, pun sudah memberikan izin untuk pemberian booster shot kepada jutaan orang yang telah menerima dua dosis vaksin.

Sandra Lindsay, seorang perawat dari Long Island Jewish Medical Center saat diberikan vaksin Covid-19 Pfizer oleh Dr. Michelle Chester di New Hyde Park, New York, 14 Desember 2020. Suntikan pertama vaksinasi Covid-19 massal Amerika Serikat akan diberikan pada Senin pagi setelah Pfizer Inc dan mitranya memulai pengiriman vaksin Covid-19 ke seluruh negara bagian. Mark Lennihan/Pool via REUTERS

Menurut laporan Reuters, rekomendasi yang dikeluarkan CDC dan FDA hanya akan berlaku untuk mereka yang sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19 Pfizer dalam enam bulan terakhir. Adapun jumlah orang yang memenuhi kriteria tersebut kurang lebih 26 juta orang, termasuk 13 juta yang berusia 65 tahun atau lebih.

Dewan Penasihat bersikeras bahwa dosis ketiga atau booster shot belum dibutuhkan saat ini. Mengacu pada data yang mereka punya, dua dosis vaksin sudah memberikan perlindungan yang dibutuhkan. Walau begitu, mereka tak menutup kemungkinan hal itu dikaji lagi di kemudian hari.

"Data ilmiah menunjukkan vaksin yang kita berikan itu efektif," ujar anggota panel penasihat, Lynn Bahta.

Pakar vaksin Paul Offit menyakini para penasihat CDC ragu merekomendasikan booster shot untuk karyawan di lingkungan beresiko tinggi karena khawatir akan mendorong penerapan yang lebih luas nantinya. Sementara itu, data efektivitas booster shot untuk remaja belum ada.

"Itu lubang yang besar...Petugas framasi tentu tidak akan tahu atau mengecek apakah orang yang menerima vaksin itu benar bekerja di lingkungan beresiko tinggi atau tidak," ujarnya.

Presiden Amerika Joe Biden, Agustus lalu, menyatakan berharap penyuntikkan booster shot bisa segera dimulai karena data menunjukkan perlindungan oleh vaksin COVID-19 menurun seiring berjalannya waktu.

Baca juga: AS Sumbangkan 500 Juta Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin

ISTMAN MP | REUTERS






Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

1 jam lalu

Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

Amerika Serikat mengklaim balon mata-mata Cina terbang di atas situs militer beberapa hari sebelum Menlu AS Anthony Blinken ke negara tersebut.


Kisah Hamilton Charhartt, Penemu Kemeja Flanel

3 jam lalu

Kisah Hamilton Charhartt, Penemu Kemeja Flanel

kemeja flanel yang terkenal saat ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Hamilton Charhartt. Ia membawa flanel dari Irlandia ke Amerika.


Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

17 jam lalu

Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat menyebut obat buat India ini menyebabkan setidaknya 55 kasus kehilangan penglihatan permanen, rawat inap, dan satu kematian.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

23 jam lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

Bantuan AS untuk Ukraina yang memancing perhatian menjadi topik dari dua dari tiga berita teratas.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

1 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

2 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

2 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

2 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

2 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020