Pria Ini Tinju Wajah Perawat karena Suntik Istrinya Vaksin Covid-19 Tanpa Izin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin Sinovac untuk warga pesisir dalam rangka program serbuan vaksin COVID-19 di Desa Juwata Laut, Tarakan Utara, Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat, 17 September 2021. Dikses Lantamal XIII telah melaksanakan sebanyak 59.030 vaksin ke masyarakat dengan tujuh satuan kerja yaitu Tarakan, Nunukan, Balikpapan, Sanggatta, Banjarmasin, Kota Baru dan RSAL Iyas Tarakan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Vaksin Sinovac untuk warga pesisir dalam rangka program serbuan vaksin COVID-19 di Desa Juwata Laut, Tarakan Utara, Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat, 17 September 2021. Dikses Lantamal XIII telah melaksanakan sebanyak 59.030 vaksin ke masyarakat dengan tujuh satuan kerja yaitu Tarakan, Nunukan, Balikpapan, Sanggatta, Banjarmasin, Kota Baru dan RSAL Iyas Tarakan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria di Quebec, Kanada, meninju wajah perawat karena menyuntik istrinya vaksin Covid-19 tanpa izin. Pria itu mengamuk pada Senin pagi kepada perawat wanita di sebuah apotek di Kota Sherbrooke, sekitar 155 kilometer di tenggara Montreal.

    "Tersangka langsung masuk ke kantor dan mulai meneriaki perawat itu," juru bicara kepolisian Martin Carrier melalui telepon.

    Pria itu tampak sangat terkejut karena istrinya divaksinasi covid-19 di apotek tanpa seizinnya. Ia pun memukul wajah si perawat.

    Belum jelas benar apakah tersangka menolak suntikan vaksin covid-19. Polisi juga belum mengetahui apakah kekerasan terhadap perawat itu karena sang istri disuntik vaksin di apotek tersebut.

    Protes anti-vaksin di seluruh Kanada meningkat menjelang pemilihan federal minggu ini. Beberapa demonstrasi terjadi di sekolah.

    Para pengunjuk rasa telah memancing kemarahan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Perdana Menteri Quebec François Legault juga mengatakan akan mengesahkan undang-undang khusus pada Kamis untuk menghentikan aktivis anti-vaksin covid-19 berunjuk di dekat sekolah dan rumah sakit. Mereka juga terancam membayar denda.

    "Kesabaran saya telah mencapai batasnya," katanya kepada wartawan di Quebec City. "Saya pikir penting untuk meninggalkan anak-anak dan pasien dalam kedamaian."

    Baca: Mana yang Benar, Vaksin Johnson & Johnson Disuntikkan Satu Kali atau Dua Kali

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.