Hemat Pasokan Vaksin, Thailand Izinkan Suntik Booster di Bawah Permukaan Kulit

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan menerima vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac China setelah ratusan penduduk di distrik tersebut dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus di Bangkok, Thailand, 7 April 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    Seorang perempuan menerima vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac China setelah ratusan penduduk di distrik tersebut dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus di Bangkok, Thailand, 7 April 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter di Thailand telah diberi lampu hijau untuk mulai memberikan suntikan booster Covid-19 di bawah kulit daripada menyuntikkannya ke otot, kata para pejabat pada hari Senin, dalam upaya untuk memperkuat kekebalan dan meregangkan pasokan vaksin.

    Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan metode, yang mulai dieksplorasi oleh dokter bulan lalu, dapat digunakan atas kebijaksanaan profesional medis, asalkan didukung oleh bukti.

    Chalermpong Sukonthaphon, direktur Rumah Sakit Vachira di Phuket, mengatakan rumah sakitnya telah diberi lampu hijau untuk menggunakan teknik ini sejak Jumat, karena uji coba menunjukkan itu memicu respons kekebalan yang serupa dengan metode biasa.

    "Satu dosis vaksin dapat digunakan untuk lima suntikan intradermal," kata Chalermpong kepada Reuters, dikutip 20 September 2021.

    Populasi Phuket termasuk yang pertama diinokulasi di Thailand, sebagai prasyarat agar pulau wisata itu dibuka kembali untuk turis asing yang divaksinasi pada Juli.

    Mulai April mereka menerima dua dosis vaksin Sinovac, di mana suntikan booster vaksin lain telah dikeluarkan di beberapa negara setelah kekhawatiran tentang resistensinya terhadap varian Delta Covid-19.

    Thailand telah beralih ke pendekatan yang tidak konvensional karena masalah pasokan, meskipun memproduksi vaksin AstraZeneca secara lokal.

    Sejauh ini, hanya 21% dari perkiraan 72 juta orang yang tinggal di negara itu yang telah divaksinasi lengkap.

    Pihak berwenang juga telah memutuskan untuk memberikan suntikan vaksin Sinovac secara terpisah diikuti oleh AstraZeneca, sebuah teknik yang belum diadopsi di tempat lain.

    Thailand telah melaporkan lebih dari 1,4 juta infeksi dan 15.000 kematian, mayoritas sejak April tahun ini.

    Baca juga: Turis Asing Bisa Masuk ke Bangkok Tanpa Karantina Mulai Bulan Depan

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.