Israel Tangkap Dua Tahanan Palestina Terakhir yang Kabur dari Penjara

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan Palestina Zakaria Zubeidi dan Mahmoud al-Arda berhasil ditangkap setelah melarikan diri dari penjara Gilboa bersama dengan empat militan Palestina lainnya, di desa Israel Umm Al Ghanam, Israel 11 September 2021. Kelompok milisi di Palestina, di mana kedua buron berasal, menyatakan bakal ada balas dendam atas ditangkapnya lagi anggota mereka.  Israeli Police/Handout via REUTERS

    Militan Palestina Zakaria Zubeidi dan Mahmoud al-Arda berhasil ditangkap setelah melarikan diri dari penjara Gilboa bersama dengan empat militan Palestina lainnya, di desa Israel Umm Al Ghanam, Israel 11 September 2021. Kelompok milisi di Palestina, di mana kedua buron berasal, menyatakan bakal ada balas dendam atas ditangkapnya lagi anggota mereka. Israeli Police/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pekan berlalu, Kepolisian Israel akhirnya berhasil menangkap dua buron terakhir dari enam tahanan asal Palestina yang kabur dari penjara keamanan maksimum mereka. Dikutip dari kantor berita Reuters, penangkapan tersebut terjadi pada Ahad dini hari tadi, 19 September 2021.

    "Kedua anggota milisi Jihad Islam tersebut ditangkap sebelum subuh di sebuah rumah yang berlokasi di Jenin, Tepi Barat, Palestina," ujar Komisioner Kepolisian Israel, Yaakov Shabtai.

    Secara terpisah, Militer Israel menambahkan bahwa kedua tahanan ditangkap setelah dikepung oleh personil-personilnya. Dua orang warga Palestina, yang membantu menyembunyikan kedua tahanan, ikut ditangkap dalam operasi tersebut. Adapun Militer Israel sempat mendapat perlawanan dari warga lokal ketika hendak melakukan penangkapan.

    "Keempatnya langsung kami bawa tanpa diinterogasi terlebih dahulu. Sementara itu, warga Palestina melempar batu dan peledak ke arah kami ketika meninggalkan kota Jenin," ujar Militer Israel.

    Kedua tahanan terakhir diketahui bernama Ayham Nayef Kamamji dan Muandel Yacoub Infeiat. Kamamji, yang berusia 35 tahun, ditangkap oleh Israel pada tahun 2006 dan menjalani hukuman penjara seumur hidup. Sementara itu, untuk Infeiat (26), ia ditahan pada tahun 2019 karena terlibat dalam upaya menyerang Israel.

    Kamamji dan Infeiat kabur bersama empat tahanan lainnya dari penjara Israel pada Senin dua pekan lalu. Mereka kabur dengan menggali lubang di lantai toilet sel. Lubang tersebut mengarah ke lorong-lorong yang dibentuk saat pembangunan kontruksi penjara Israel.

    Dibanding Kamamji dan Infeiat, empat tahanan lainnya relatif cepat ditangkap. Mereka ditangkap sepekan setelah kabur, di Nazaret, dekat Tepi Barat. Kepolisian Israel berhasil menangkap keempatnya berkat informasi dari warga sekitar yang mencurigai gerak-gerik para tahanan.

    Per berita ini ditulis, belum ada respon dari Otoritas Palestina soal penangkapan itu. Selama ini, untuk penangkapan di wilayah Tepi Barat di mana Otoritas Palestina memiliki wewenang terbatas, Israel berkoordinasi dengan mereka.

    Baca juga: Warga Israel Gelisah Enam Milisi Palestina Kabur dari Tahanan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.