Partai Maori Ingin Ubah Nama Selandia Baru Jadi Aotearoa

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melakukan hongi, sebuah tradisi unik suku Maori dengan cara saling bersentuhan hidung dengan tetua suku Maori, Piri Sciascia dalam upacara penyambutan di Government House di Wellington, Selandia Baru, 19 Maret 2018. Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru untuk bertemu Gubernur Jenderal Selandia Baru Sir David Gascoigne. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi melakukan hongi, sebuah tradisi unik suku Maori dengan cara saling bersentuhan hidung dengan tetua suku Maori, Piri Sciascia dalam upacara penyambutan di Government House di Wellington, Selandia Baru, 19 Maret 2018. Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru untuk bertemu Gubernur Jenderal Selandia Baru Sir David Gascoigne. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Maori meluncurkan petisi untuk mengubah nama resmi Selandia Baru telah menjadi Aotearoa dalam bahasa Maori.

    Kampanye tersebut juga menyerukan Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengembalikan nama Maori untuk semua kota dan tempat.

    "Sudah saatnya Te Reo Maori (bahasa Maori) dikembalikan ke tempat yang seharusnya sebagai bahasa pertama dan resmi negara ini. Kami adalah negara Polinesia -- kami adalah Aotearoa," demikian pernyataan tersebut seperti dikutip CNN. Rabu, 15 September 2021.

    Partai menyerukan agar proses penggantian nama diselesaikan pada tahun 2026.

    "Tangata whenua muak sampai mati karena nama leluhur kami dicabik-cabik, dibohongi, dan diabaikan. Ini abad ke-21, ini harus berubah."  Tangata whenua berarti pribumi, tetapi digunakan untuk merujuk pada orang Maori secara umum.

    Pernyataan Partai Maori juga menyebutkan penggunaan bahasa Maori turun dari 90 persen pada tahun 1910 menjadi 26 persen pada tahun 1950.

    "Hanya dalam 40 tahun, pemerintah berhasil melucuti bahasa kami dan kami masih merasakan dampaknya hari ini," kata partai tersebut. Saat ini hanya 3 persen orang yang tinggal di Selandia Baru dapat berbicara bahasa Maori.

    "Adalah tugas pemerintah untuk melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memulihkan status bahasa kami," kata pernyataan itu.

    Itu sebabnya, Partai Maori menuntut agar Bahasa Maori digunakan di televisi dan radio nasional, tempat umum, rambu lalu lintas dan di sistem pendidikan.

    Pada hari Selasa, partai tersebut men-tweet bahwa petisi tersebut telah mendapat 12.000 tanda tangan.

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern belum berkomentar secara terbuka tentang petisi tersebut, tetapi petisi itu telah memicu penolakan dari David Seymour, pemimpin partai sayap kanan ACT.

    "Orang-orang sudah bebas menggunakan nama tempat Maori," cuit Seymour. "Apa yang dikatakan Partai Maori adalah ingin melarang orang menyebut negara kita New Zealand"

    Pada September 2020, Ardern mengatakan itu adalah "hal positif" bahwa Aotearoa semakin sering digunakan secara bergantian dengan Selandia Baru.

    Namun dia mengatakan perubahan nama resmi adalah "bukan sesuatu yang telah kami jajaki."

    Berdasarkan sensus 2018, jumlah warga Maori di Selandia Baru saat ini sekitar 775 ribu, atau 16 persen dari seluruh populasi. Mereka merupakan etnis kedua terbesar di bawah masyarakat keturunan Eropa yang berjumlah 71 persen.

    Baca juga Waketum Partai Maori Selandia Baru Diusir dari Parlemen karena Tidak Pakai Dasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.