Industri Pertambangan di Kongo Juga Kurangi Pekerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif : Republik Demokratik Kongo memperkirakan pemecatan akan menimpa hingga 350.000 tenaga kerja di sektor pertambangan karena turunnya harga logam dunia.

    Kementerian pertambangan Kongo pada hari Senin menyatakan “kami sudah mencatat pemecatan atas 200.000 tenaga kerja dan jumlah itu akan meningkat hingga 300.000 atau 350.000 pada akhir tahun.”

    Penurunan harga logam dunia menurut kantor kementerian pertambangan di sebuah daerah di Kongo membuat perusahaan tambang tidak dapat membiayai operasi mereka.

    Kementerian Pertambangan Kongo juga menyatakan para perusahaan tambang sedang merundingkan dana untuk membiayai proyek-proyek pertambangan dengan pemerintah Kongo. Pemerintah Kongo selama ini sering memberi kontrak pertambangan kepada perusahaan-perusahaan asing, sebagian besar dari Cina dengan imbalan bantuan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di Kongo.

     

    Harga komoditas pertambangan jenis logam ikut melonjak bersama harga minyak mentah dunia naik sejak pertengahan 2007, dan ikut turun drastis bersama harga minyak mentah sejak Juli 2008.

    Kobal, tembaga, timah, emas, dan uranium adalah sumber daya alam andalan Kongo, di mana sekitar 30 persen cadangan kobal dunia ada di negara itu. Namun Produk Domestik Bruto nominal per kapita masyarakatnya berdasarkan estimasi tahun 2007 hanya US$ 311 (Rp3,5 juta).

    AFP | WIKIPEDIA | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.