5 Fakta Little Boy, Bom Atom yang Jatuh di Hiroshima

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan berbentuk jamur membumbung tinggi setelah bom atom

    Awan berbentuk jamur membumbung tinggi setelah bom atom "Little Boy" dijatuhkan di kota Hisroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1949. Bom ini menewaskan sekitar 140.000 orang, dan ribuan lainnya tewas akibat radiasi beberapa tahun setelahnya. Universal History Archive/UIG via Getty images

    TEMPO.CO, Jakarta - Tepat hai ini, 76 tahun silam, Jepang luluh lantak setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom “Little Boy” ke kota Hiroshima. Lebih dari 140 ribu orang tewas dan ribuan lainnya meninggal akibat radiasi beberapa tahun setelahnya.

    Little Boy tercatat menjadi salah satu bom yang paling mematikan dalam sejarah. Senjata yang dikembangkan oleh Amerika Serikat ini juga menjadi bom nuklir pertama yang digunakan saat perang.

    Selain fakta-fakta di atas, masih ada fakta menarik lain mengenai bom atom Hiroshima. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut merupakan 5 fakta menarik dari Little Boy :

    Dikembangkan atas keprihatinan terhadap laporan Nazi Jerman

    Pengembangan Little Boy dilatarbelakangi keprihatinan pemerintah AS terhadap laporan yang menyebut bahwa Nazi Jerman sedang mengembangkan senjata jenis baru menggunakan uranium radioaktif. Pada 1939, pejabat pemerintah AS mulai menyelidiki potensi uranium, khususnya isotop uranium-235, untuk membuat bom yang kuat.

    Mengutip dari Live Science, Kamis, 5 Agustus 2021, proyek Little Boy merupakan kolaborasi para ilmuwan dari Amerika, Inggris, dan Eropa. Banyak di antara mereka merupakan pengungsi dari Jerman. Proyek ini dinamakan sebagai Proyek Manhattan karena salah satu komponen awalnya berbasis di Distrik Manhattan Angkatan Darat AS.

    Pemberian nama terinspirasi dari film

    Tokoh yang memberi nama bom atom Hiroshima sebagai Little Boy adalah ahli fisika Robert Serber. Inspirasi nama tersebut datang dari film The Maltese Falcon yang disutradarai oleh John Huston.

    Seperti ditulis pada laman historyhit.com, nama Little Boy berasal dari julukan yang digunakan karakter Humphrey Bogart, Spade, untuk karakter lain bernama Wilmer.

    Memiliki desain yang lebih sederhana daripada bom ‘Fat Man’ Nagasaki

    Setelah penelitian intensif di bawah kerahasiaan yang ketat selama beberapa tahun, Little Boy berhasil dibuat menggunakan 64 kilogram uranium-235 yang diperkaya. Menurut Atomic Archive, desain Little Boy lebih sederhana dibanding bom Fat Man yang diledakkan di Nagasaki beberapa hari setelahnya.

    Penggunaannya sempat dihentikan oleh Leo Szilard

    Leo Szilard merupakan fisikawan yang pernah memimpin penelitian bom atom pada 1939. Akan tetapi, sejak ancaman bom Jerman berakhir, ia memulai petisi kepada Presiden Truman untuk menentang pengeboman Jepang. Dengan 88 tanda tangan pada petisi tersebut, Szilard mengedarkan salinan di Chicago dan Oak Ridge.

    Saat petisi sampai kepada Jenderal Leslie Groves, dirinya melakukan polling pada para ilmuwan. Hasilnya, hanya 15 persen ilmuwan yang menginginkan penggunaan Little Boy. Akan tetapi, entah bagaimana angka polling tersebut dimanipulasi hingga menunjukkan bahwa 87% persen ilmuwan mendukung penggunaan Little Boy. Akhirnya, Little boy benar-benar dijatuhkan ke Hiroshima.

    Menghancurkan sebagian besar kota Hiroshima

    Little Boy meledak sekitar 580 meter di atas kota. Melansir dari Live Science, ledakan bom atom ini langsung menghancurkan sebagian besar kota Hiroshima.

    SITI NUR RAHMAWATI

    Baca Juga:

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.