Olimpiade Tokyo Diganggu Suhu Panas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat yang dipasang di telinga staf Olimpiade Tokyo untuk memantau detak jantung dan suhu tubuh. Sumber: Reuters

    Alat yang dipasang di telinga staf Olimpiade Tokyo untuk memantau detak jantung dan suhu tubuh. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, JakartaOlimpiade Tokyo 2020 diselenggarakan di tengah pandemi virus corona dan kondisi Ibu Kota Tokyo, yang berstatus darurat Covid-19. Akan tetapi, bagi para atlet dan staf, mereka menghadapi tantangan lain, yang juga mematikan yakni cuaca yang panas terik.

      

    Risiko tersengat suhu panas (heatstroke) mengancam para atlet dan ribuan staf, khususnya mereka yang bertanding atau bertugas di luar ruangan. Panitia Olimpiade Tokyo telah menempatkan semprotan air dan kipas kabut.

    Alat yang dipasang di telinga staf Olimpiade Tokyo untuk memantau detak jantung dan suhu tubuh. Sumber: Reuters

    Panitia Olimpiade Tokyo sampai mengerahkan alat berteknologi tinggi berbasis sistem cloud dari e-commerce raksasa asal Cina, Alibaba. Alat tersebut untuk memantau kondisi para staf yang bertugas di Olimpiade Tokyo dan memberikan peringatan atau saran ketika muncul tanda yang mengkhawatirkan si pemakai.

      

    Sebelumnya atlet panahan dari Rusia jatuh pingsan karena cuaca sangat terik. Sejumlah atlet skateboard mengeluhkan suhu yang ekstrim, bahkan dimulai sejak pukul 9 pagi dengan suhu 30 derajat celcius dan kelembapan. Badan prakiraan cuaca Jepang terus memperingatkan cuaca panas.

      

    Untuk mencegah sengatan cuaca panas, staf yang bertugas di 14 venues menggunakan sebuah alat warna hitam yang dipasang di telinga. Alat itu nantinya akan mengirimkan rata-rata detak jantung dan suhu tubuh si pemakai ke cloud.           

    Berdasarkan data tersebut, nantinya risiko heatstroke akan dievaluasi lewat sebuah logaritma dengan mengkombinasi data individual dan faktor lingkungan. Sistem dalam alat tersebut mengirimkan notifikasi melalui sebuah aplikasi apakah si pemakai berisiko terkena heatstroke. Alat tersebut juga memberikan saran apa yang harus dilakukan, seperti istirahat dan minum lebih banyak air.

        

    “Saya rasa ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya heatstroke karena mengirim peringatan, meskipun saya sendiri tidak menyadari (bakal terkena heatstroke),” kata seorang staf, 21 tahun, yang bertugas memberikan arahan pada Olimpiade Tokyo di Stadion Nasional.

    Baca juga: Ratusan Orang di Kanada Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas

         

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.