Berita Top 3 Dunia: Ubah Orientasi Sex Terancam Bui, Jerman Minta Paspor Vaksin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Lesbian bertukar cincin saat mengikuti pesta pernikahan masal di Taipei, Taiwan, 25 Mei 2019. Taiwan menjadi negara pelopor di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis. REUTERS/Tyrone Siu

    Pasangan Lesbian bertukar cincin saat mengikuti pesta pernikahan masal di Taipei, Taiwan, 25 Mei 2019. Taiwan menjadi negara pelopor di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita Top 3 Dunia pada Jumat kemarin, 30 Juli 2021 dimulai dari Selandia Baru yang memperkenalkan UU yang akan menjerat warganya yang mengubah orientasi seksual, identitas gender atau ekspresi gender dengan hukuman penjara 5 tahun. 

    Berita lainnya adalah Jerman yang meminta paspor vaksin Covid-19 atau bukti tes negatif untuk setiap pelancong. Terakhir, Direktur Federasi Pesepeda Jerman diusir dari Olimpiade karena dinilai rasis. Berikut berita selengkapnya: 

    1. Praktik Mengubah Orientasi Sex LGBT di Selandia Baru Terancam 5 Tahun Bui

    Selandia Baru pada Jumat, 30 Juli 2021 memperkenalkan rancangan undang-undang, yang akan menjatuhkan hukuman sampai 5 tahun penjara pada praktik-praktik untuk mengubah orientasi seksual seseorang, identitas gender atau ekspresi gender yang dikenal sebagai terapi konversi LGBT.    

    Menteri Kehakiman Selandia Baru Kris Faafoi mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk mengakhiri praktik-praktik, yang tidak berhasil (mengubah orientasi seks), namun secara luas dideskriditkan dan menyebabkan kerugian.

    “Praktik-praktik konversi tidak memiliki tempat di Selandia Baru yang modern. Praktik itu berdasarkan keyakinan yang salah bahwa orientasi seksual seseorang, identitas gender atau ekspreksi gender rusak dan perlu diperbaiki,” kata Faafoi.

    Menurut Faafoi, tenaga profesional kesehatan, pemuka agama dan aktivis HAM di Selandia Baru dan di luar negeri menyerukan penolakan mereka terhadap praktik-praktik melukai dan memiliki potensi untuk melanggengkan prasangka, diskriminasi dan pelecehan terhadap komunitas LGBT.

    Di bawah RUU yang baru ini, maka siapapun yang melakukan praktik mengubah orientasi sex pada seseorang di bawah 18 tahun atau orang yang belum punya kapasitas mengambil keputusan sendiri, bisa dipenjara sampai 3 tahun.

    Praktik mengubah orientasi seksual seseorang hingga menyebabkan luka serius bisa dikenai hukuman sampai 5 tahun penjara. RUU tersebut tidak menyoroti ekspresi umum dari para pemeluk suatu agama atau prinsip-prinsip mengenai sex dan gender. Undang-undang melawan terapi (orientasi sex LGBT) telah mendapatkan momentum di seluruh dunia, diantaranya Kanada, Inggris dan Australia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.