Arab Saudi Izinkan Jemaah Umrah dari Luar Negeri, Bagaimana dari Indonesia?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji menjaga jarak sosial melakukan umrah di Masjidil Haram selama ibadah haji tahunan, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Sabtu, 17 Juli 2021. Lebih 500.000 orang mendaftar sebagai calon jemaah haji tahun ini, namun hanya 60.000 jemaah yang dipilih. Kementerian Media/via REUTERS

    Jemaah haji menjaga jarak sosial melakukan umrah di Masjidil Haram selama ibadah haji tahunan, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Sabtu, 17 Juli 2021. Lebih 500.000 orang mendaftar sebagai calon jemaah haji tahun ini, namun hanya 60.000 jemaah yang dipilih. Kementerian Media/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi mengizinkan calon jemaah umrah luar negeri yang sudah divaksinasi untuk melaksanakan umrah pada 1 Muharram dengan persyarakat kesehatan yang ketat.

    Sekitar 500 perusahaan dan lembaga layanan umrah dan lebih dari 6.000 agen umrah asing dipersiapkan untuk menerima jemaah umrah asing yang divaksinasi efektif mulai 9 Agustus, dikutip dari Saudi Gazette, 26 Juli 2021.

    Akun Twitter Haramain Sharifain, yang mengabarkan informasi perihal Dua Masjid Suci, mengatakan Arab Saudi mengumumkan mengizinkan umrah kepada jemaah internasional mulai 1 Muharram 1443.

    "Semua negara diizinkan terbang langsung (ke Arab Saudi) kecuali 9 negara yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan lebanon, yang diwajibkan karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Kerajaan," kata unggahan Haramain Sharifain.

    Selain itu, hanya mereka yang telah divaksinasi penuh terhadap virus corona yang dapat mengajukan visa umrah. Jemaah umrah juga harus dalam kondisi kesehatan yang prima dan harus mematuhi protokol kesehatan, kata Komite Nasional Haji dan Umrah, Saudi Gazette melaporkan.

    Kerajaan Arab Saudi menerima jemaah umrah yang sudah divaksin dengan vaksin Pfizer, Moderna, Astrazeneca, atau Johnson & Johnson. Hanya jemaah berusia 18 ke atas yang diizinkan umrah.

    Umat muslim menjaga jarak sosial dan mengenakan masker saat melakukan Tawaf selama melaksanakan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi 20 Juli 2021. Putra mahkota mencabut larangan mengemudi bagi wanita, mengizinkan wanita dewasa untuk bepergian tanpa izin dari wali dan memberi mereka lebih banyak kendali atas masalah keluarga. REUTERS/Ahmed Yosri

    Syarat karantina 14 hari untuk sembilan negara di atas sesuai dengan pengumuman Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) sebelumnya, di mana ekspatriat dari sembilan negara terdaftar tidak akan diizinkan memasuki Kerajaan kecuali mereka karantina dua minggu di negara ketiga setelah keberangkatan mereka dari negara-negara tersebut.

    Hani Ali Al-Amiri, anggota Komite Nasional Haji dan Umrah, mengatakan kepada Saudi Gazette, bahwa jemaah dapat memilih perusahaan atau perusahaan layanan umrah dan dapat membeli seluruh program penerbangan, transportasi, hotel, dan makanan di platform elektronik.

    Amiri juga mengatakan beberapa perusahaan dan lembaga umrah yang memenuhi syarat sepenuhnya siap untuk menerima jemaah umrah dengan menyelesaikan semua kursus kesehatan preventif dan manajemen kerumunan untuk staf mereka, sementara sisanya sedang dalam proses menyelesaikan prosedur yang ditentukan oleh Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas terkait lainnya.

    Baca juga: Polwan Akhirnya Kawal Ibadah Haji untuk Pertama Kalinya

    SAUDI GAZETTE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.