Banjir Jerman, Diduga Bisa Berdampak ke Pemilu Federal

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah-rumah yang rusak akibat terjangan banjir yang disebabkan hujan deras di Schuld, Jerman, pada 15 Juli 2021. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Rumah-rumah yang rusak akibat terjangan banjir yang disebabkan hujan deras di Schuld, Jerman, pada 15 Juli 2021. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jerman menolak omongan yang menyebut mereka hanya melakukan sedikit persiapan pada akhir pekan lalu dalam menghadapi banjir bandang. Otoritas menekankan sistem peringatan, berfungsi.  

      

    Kematian akibat banjir Jerman mengalami peningkatan sampai di atas 160 orang. Musibah ini telah menjadi yang terburuk di Jerman dalam enam dekade. Banjir ini diyakini disebabkan oleh perubahan iklim.      

    Suasana puluhan rumah diterjang banjir setelah hujan deras di Schuld, Jerman, 15 Juli 2021. Sekitar 1.300 orang hilang akibat terjangan banjir di distrik Ahrweiler di selatan Cologne. REUTERS/Staff

    Banjir bandang yang memporak-porandakan wilayah Eropa barat terjadi sejak Rabu, 14 Juli 2021. Negara bagian Rhineland Palatinate dan North Rhine-Westphalia serta sebagian wilayah Belgia, menjadi area paling hancur oleh bencana alam ini.

    Di distrik Ahrweiler, wilayah selatan Cologne, Jerman, setidaknya 117 orang tewas. Aparat Kepolisian memperingatkan jumlah korban tewas kemungkinan meningkat sering dengan dilakukannya upaya pembersihan area musibah dari banjir. Biaya yang diperlukan untuk pemulihan pasca-banjir pun bisa melonjak sampai miliaran euro.

    Tingginya korban tewas dalam musibah ini, telah menimbulkan pertanyaan mengapa banyak orang terkejut dengan banjir ini. Politikus oposisi berpandangan besarnya korban tewas memperlihatkan Jerman tidak siap dalam menghadapi bencana ini.         

    Sebelumnya, German National Meteorological Service (DWD) menerbitkan peringatan di 16 negara bagian di Jerman akan musibah banjir ini. Dari peringatan itu, distrik-distrik dan masyarakat bisa memutuskan bagaimana mereka merespon peringatan tersebut.

    Kekacauan yang ditimbulkan akibat musibah banjir ini, mungkin bisa mengguncang pemilu federal Jerman pada September 2021 mendatang, yang sampai sekarang jarang membahas soal perubahan iklim.  

    Survey yang dilakukan oleh Der Spiegel menemukan Armin Laschet, Perdana Menteri negara bagian North Rhine-Westphalia cocok menggantikan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sosok Laschet dinilai pandai menangani krisis.  

    Baca juga: Korban Tewas dalam Banjir Jerman Jadi 188 Orang

      

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.