Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Bertambah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pasien positif virus corona atau Covid-19 dibawa oleh petugas medis menuju ambulans di Manhattan, New York, 26 Maret 2020. Kasus positif virus corona di Amerika Serikat mencapai 104.686 kasus dengan 1.689 kematian. REUTERS/Carlo Allegri

    Seorang pasien positif virus corona atau Covid-19 dibawa oleh petugas medis menuju ambulans di Manhattan, New York, 26 Maret 2020. Kasus positif virus corona di Amerika Serikat mencapai 104.686 kasus dengan 1.689 kematian. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus infeksi virus corona di berbagai wilayah di Amerika Serikat mengalami kenaikan. Hal ini memancing waswas bakal terjadi lagi gelombang pandemi Covid-19 pada Senin, 19 Juli 2021 dan berdampak pada pasar saham.

    Sekarang ini, varian Delta Covid-19 sudah menyebar di banyak negara. Virus corona jenis ini diyakini lebih mudah menular.

    Kenaikan angka positif Covid-19 di Amerika Serikat, terjadi di wilayah-wilayah yang imunisasi vaksin virus coronanya tertinggal. Hal ini memberikan tekanan pada para pemimpin politik mengingat ada warga Amerika Serikat yang masih ragu-ragu untuk diimunisasi vaksin virus corona.

    Petugas medis membawa pasien positif virus corona atau Covid-19 di Rumah sakit Universitas Illnois di Chicago, Illinois, 27 Maret 2020. Dalam sehari, AS menemukan sedikitnya 17 ribu kasus virus corona baru dengan 402 kematian. REUTERS/Joshua Lott

    Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan tingginya angka rata-rata positif Covid-19 di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, terjadi bersamaan dengan rendahnya angka imunisasi vaksin virus corona di sana. Dalam pidatonya, Biden mengingatkan lagi pemulihan ekonomi negara tergantung pada semakin baiknya negara dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

       

    “Jadi, tolonglah di imunisasi vaksin virus corona. Ayo, di vaksin sekarang,” kata Biden.

    Sebelumnya pada Senin kemarin, 19 Juli 2021, seorang hakim federal memutuskan bahwa mahasiswa di Universitas Indiana harus sudah di imunisasi vaksin virus corona. Putusan itu menolak gugatan, yang meminta mahasiswa agar disuntik vaksin virus corona sama dengan melanggar hak-hak mereka yang diatur dalam konstitusi Amerika Serikat. Pengacara penggugat akan mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.    

          

    Putusan hakim federal tersebut bisa menjadi preseden bagi kewajiban untuk vaksin virus corona di sekolah-sekolah dan tempat usaha.  

    Sebelumnya Perdana Menteri Kanada Justine Trudeau mengatakan hanya warga Amerika Serikat yang sudah suntik dua dosis vaksin virus corona, yang boleh melintas wilayah perbatasan Amerika – Kanada menyusul dilonggarkan aturan oleh Kanada.

    Imunisasi vaksin virus corona dan kewajiban untuk melakukannya, telah menjadi kontroversi di kalangan konservatif. Analisis Reuters memperlihatkan jumlah pasien Covid-19 yang rata-rata dirawat di rumah sakit mengalami kenaikan 21 persen dalam 30 hari terakhir atau menjadi lebih dari 19 ribu orang. Sedangkan kematian akibat Covid-19, naik 25 persen pada akhir pekan lalu.

    Baca juga: Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

          

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.