Lima Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di Berbagai Negara

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengarak sapi kurban yang sudah dirias saat tradisi mantenan sapi kurban di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (23/9). Tradisi mantenan sapi kurban adalah tradisi membersihkan dan merias sapi kurban layaknya pengantin sebelum diserahkan ke masjid untuk perayaan Idul Adha. Antara Jatim/Moch Asim/zk/15

    Sejumlah warga mengarak sapi kurban yang sudah dirias saat tradisi mantenan sapi kurban di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (23/9). Tradisi mantenan sapi kurban adalah tradisi membersihkan dan merias sapi kurban layaknya pengantin sebelum diserahkan ke masjid untuk perayaan Idul Adha. Antara Jatim/Moch Asim/zk/15

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perayaan paling suci dalam agama islam adalah Idul Adha. Perayaan tersebut selalu dinanti umat muslim di seluruh dunia untuk memperingati kepatuhan Nabi Ibraham kepada Tuhan hingga rela mengorbankan segalanya.

    Idul Adha adalah hari yang penuh dengan suka cita. Di seluruh dunia, cara-cara untuk merayakan Idul Adha bervariasi. Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah lima tradisi unik perayaan Idul Adha dari berbagai negara:

    1. Salty Eid dan Pasar Malam – Inggris

    Islam merupakan agama terbesar ke dua di Inggris. Melansir dari Time and Date, perayaan Idul Adha oleh umat muslim di Inggris seringkali dijuluki dengan istilah ‘Salty Eid’. Hal ini lantaran sebagian besar hidangan yang disajikan pada hari tersebut memiliki cita rasa yang gurih.

    Setelah penyembelihan hewan kurban, masjid ataupun kelompok-kelompok lain dapat mengatur agenda makan bersama. Hidangan yang populer adalah kebab, haleem, dan biryani. Sementara untuk penutup, biasanya disajikan hidangan manis seperti biskuit dan kue-kue seperti Turkish baklava. Perayaan Idul Adha kemudian diakhiri dengan mengunjungi pasar malam atau festival yang diadakan di beberapa kota.

    2. Menghias Hewan Kurban – Turki

    Perayaan Idul Adha di Turki dimulai dengan pelaksanaan salat, mengunjungi makam anggota keluarga, mendatangi tetangga, dilanjut penyembelihan hewan kurban dan makan bersama.

    Di beberapa provinsi, hewan kurban akan dihias terlebih dahulu sebelum akhirnya disembelih. Hewan tersebut dimandikan sampai bersih, dicat dengan heena atau dipasangkan pita warna-warni. Proses penyembelihan dan pemotongan daging kurban dilakukan oleh ahli untuk kemudian dimasak dan disantap bersama keluarga atau tetangga terdekat.

    3. Bazaar Idul Adha – Singapura

    Menjelang Idul Adha, masyarakat Singapura akan mendirikan bazaar. Kawasan yang rutin dijadikan lokasi bazaar yakni di Geylang Serai dan Kampong Glam. Pedagang di bazaar tersebut biasanya banyak menjual bumbu-bumbu dapur untuk memasak daging kurban dengan harga yang murah. Selain masyarakat lokal, bazaar juga sering didatangi oleh wisatawan asing.

    4. Memandikan Hewan Kurban – Pakistan

    Perayaan unik saat Idul Adha selanjutnya adalah tradisi memandikan hewan kurban di Pakistan. Sebelum disembelih, umat muslim di Pakistan ingin hewan kurban mereka bersih dan rapi. Mereka memperlakukan hewan kurban dengan hormat dan merasa senang melihatnya bahagia.

    Tempat-tempat pencucian kendaraan biasanya akan berubah menjadi tempat pemandian hewan kurban menjelang Idul Adha. Dilansir dari Reuters, biaya memandikan hewan kurban dibanderol 200 hingga 300 rupee Pakistan atau setara dengan Rp40-60 ribu per pencucian

    5. Memakai Baju Baru dan Berbagi Hadiah – Uni Emirat Arab

    Di Uni Emirat Arab, membeli baju baru dan hadiah sudah menjadi aspek utama dalam perayaan Idul Adha. Hari libur biasanya berlangsung selama tiga hari dan para warganya akan berkumpul bersama keluarga.

    Melansir dari laman Abu Dhabi Culture, para pria akan membeli Kandoora baru (baju tradisional berupa jubah panjang berwarna putih) atau mewarnai salah satu kandoora mereka yang sudah ada dengan minyak kenari dan kapulaga.

    Para wanita juga akan memakai pakaian khusus Idul Adha, mengecat tangan mereka menggunakan heena, dan menata rambutnya dengan wewangian khusus. Anak-anak pun akan menerima hadiah kecil dan merayakannya dengan permaian tradisional, menyanyi, dan menari

    SITI NUR RAHMA

    Baca Juga:

    Tradisi Manten Sapi, Kala Sapi Kurban Jadi 'Pengantin' di Pasuruan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.