Amerika Ingin Bantu Haiti Buru Pembunuh Presiden Jovenel Moise

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jovonel Moise, Presiden Haiti. Sumber: Reuters

    Jovonel Moise, Presiden Haiti. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika mengecam aksi pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise. Dikutip dari kantor berita Reuters, mereka menawarkan bantuan untuk memburu kelompok bersenjata yang membunuh Presiden Moise.

    Hal itu dinyatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Ned Price pada Rabu kemarin, waktu setempat, 7 Juli 2021. Ia berkata, Amerika siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan Haiti untuk memburu pembunuh Presiden Moise dan mengungkap motifnya.

    "Kami mendesak otoritas Haiti untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Presiden Moise. Kami juga ingin menegaskan bahwa kabar kelompok pembunuh berasal dari Badan Pemberantasan Narkotika Amerika (DEA) itu salah," ujar Ned Price, dikutip dari Reuters.

    Ned Price melanjutkan, sejauh ini pihaknya belum menerima permintaan bantuan apapun dari Haiti, tak terkecuali pengadaan persenjataan. Walau begitu, ia memprediksi permohonan itu akan segera datang, cepat atau lamban.

    "Kami siap untuk menerima permohonan (pengadaan senjata) dari mereka. Namun, untuk saat ini, saya tidak dalam posisi untuk mengkonfirmasi apakah sudah ada permohonan atau tidak," ujar Price menegaskan.

    Antony Blinken. REUTERS

    Perihal komunikasi dengan Haiti, Ned Price mengatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken sudah melakukan kontak dengan Pelaksana Tugas PM Haiti Claude Joseph. Dalam kontak itu, kata Price, Blinken menegaskan komitmen Amerika untuk mendukung pemerintahan yang demokratis, kedamaian, dan keamanan di Haiti sepeninggalan Moise.

    Diberitakan sebelumnya, kelompok bersenjata misterius menyerang kediaman Presiden Hati Jovenel Moise pada Rabu dini hari waktu setempat, 7 Juli 2021. Mereka membunuh Jovenel Moise dan melukai istrinya, Martine, sebelum kabur meninggal kediaman yang berlokasi di Port-au-Prince itu.

    Sekarang, di Port-au-Prince, baku tembak antara Kepolisian Haiti dan terduga kelompok pembunuh Presiden Haiti masih berlangsung. Sebanyak empat orang dari kelompok tersebut telah tewas dibunuh dan dua ditangkap.

    Latar belakang pembunuh Moise belum terungkap detil hingga berita ini ditulis. Beberapa keterangan yang sudah ada menyatakan mereka bisa berbicara bahasa Spanyol dan menyamar sebagai anggota Badan Pemberantasan Narkotika Amerika (DEA). Penyamaran tersebut membuat mereka bisa masuk ke kediaman Moise di Haiti dengan leluasa.

    Baca juga: 
    Kepolisian Haiti Baku Tembak dengan Terduga Pembunuh Presiden Moise
    Detik-detik Penembakan Presiden Haiti oleh Pasukan Bersenjata
    Istri Presiden Haiti Jovenel Moise Dalam Kondisi Kritis

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.