Filipina Minta Bantuan AS Baca Data Kotak Hitam Pesawat Jatuh

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa korban kecelakaan pesawat militer Filipina Lockheed C-130 di Patikul, Provinsi Sulu, Filipina, 4 Juli 2021. Pesawat militer Filipina membawa lebih dari 90 orang, sebagian besar tentara. Armed Forces of the Philippines - Joint Task Force Sulu/Handout via REUTERS

    Petugas membawa korban kecelakaan pesawat militer Filipina Lockheed C-130 di Patikul, Provinsi Sulu, Filipina, 4 Juli 2021. Pesawat militer Filipina membawa lebih dari 90 orang, sebagian besar tentara. Armed Forces of the Philippines - Joint Task Force Sulu/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaFilipina akan mengirim kotak hitam pesawat militer yang jatuh akhir pekan lalu ke Amerika Serikat. Kotak hitam pesawat tentara Lockheed C-130 itu akan dikirimkan ke ahlinya untuk dianalisa.

    Panglima Militer Filipina Cirilito Sobejana mengatakan Amerika Serikat telah berkomitmen membantu mendapatkan informasi dari data penerbangan dan perekam suara kokpit. Hasul analisa tersebut bisa dijadikan panduan guna menjelaskan insiden tragis yang menewaskan 53 orang di provinsi selatan Jolo.

    Sobejana mengatakan Filipina tidak memiliki kemampuan membaca data di kotak hitam. Namun dia tak menjelaskan kapan para ahli bisa menyelesaikan membaca data kotak hitam tersebut.

    Pesawat jatuh itu membawa pasukan menuju lokasi para pemberontak saat jatuh. Jumlah penumpang pesawat 96 orang, dengan 53 tewas dalam kecelakaan udara militer terburuk di negara itu selama tiga dekade terakhir. Di antara yang tewas adalah tiga warga sipil di darat dan kru lainnya terluka.

    "Saya mengatakan kepada mereka untuk melakukannya secepat yang kami bisa, kami ingin mendapatkan informasi atau fakta yang akurat," ujar Sobejana.

    Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menawarkan bantuan kepada Filipina untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Dalam pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mereka membahas dukungan evakuasi medis yang diberikan oleh personel AS. Termasuk pula bantuan untuk mengidentifikasi korban.

    Sobejana mengatakan 16 korban pesawat jatuh telah diidentifikasi. Beberapa korban terbakar tanpa bisa dikenali. Pihak berwenang akan mengandalkan catatan gigi dan pengujian forensik untuk mengidentifikasi mereka.

    Baca: Kotak Hitam Pesawat Jatuh di Filipina Ditemukan, Penyelidikan Dimulai

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.