Putra Osama bin Laden Berminat Menjadi Duta Perdamaian Dunia.

Reporter

Omar Bin Laden. REUTERS/Asmaa Waguih

TEMPO.CO, Jakarta - Omar bin Osama bin Laden, anak pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden ini ingin menjadi duta perdamaian dunia. Hal ini dilakukan Omar untuk menebus kesalahan besar yang pernah diperbuat ayahnya selama memimpin Al Qaeda.

“Banyak orang mengira orang Arab — terutama bin Laden, terutama putra Osama — semuanya teroris,” kata Omar kepada The Associated Press pada 2008. “Ini bukan kebenaran.”

Menurut Omar, Osama merupakan orang tua yang keras dalam mendidik anaknya. Ia juga seorang patriarki yang tidak segan merampas mainan anak-anaknya, memukul mereka secara teratur, dan kemudian mencoba membujuk mereka untuk menjadi sukarelawan untuk misi bunuh diri.

Pada masa remaja Omar sempat mendukung pergerakan ayahnya, namun ia mulai tersadar akan kebodohan perang ketika tertembak akibat perang saudara di Afghanistan. Selain itu faktor yang membuatnya meninggalkan misi tersebut ialah, kelompoknya saling menembak satu sama lain karena tidak bisa membedakan kawan dan musuh ketika perang.

Sejak usia 18 tahun Omar sudah meninggalkan misi Al Qaeda dan mulai bepergian bersama ibunya ke Suriah. Omar untuk terakhir kalinya melihat Osama di kompleknya di Afghanistan pada 2001. Saat itu usianya menginjak 20 tahun, dan tidak lama setelah itu ia mendengar kabar dua pesawat penumpang menabrak menara Utara dan Selatan World Trade Center Kota New York.

Tidak lama setelah kejadian 11 September 2001, Osama melarikan diri ke pangkalan militernya di pegunungan Tora Bora yang tertutup gua.

Omar yang saat ini sudah berusia 39 tahun tidak berhenti mengutuk kejadian 11 September 2001 yang banyak memakan korban. Selain itu, ia mencela perbuatan al Qaeda atas pembantaian sewenang-wenang terhadap warga sipil tak berdosa.

Meskipun nama ayahnya selalu melekat dalam dirinya, namun ia bersikeras untuk menolak segala ideologi yang ditebar oleh ayahnya. Ia juga telah menjauhi segala perbuatan ayahnya.

Saat ini Omar tinggal di Normandi, sebuah pedesaan yang ada di Prancis bersama istrinya, Zaina Mohamed Al-Sabah. Omar banyak mengisi waktu luangnya dengan melukis dan merawat kuda-kuda yang ada di pekarangan rumahnya.

Menukil dari vice.com, fungsi seni bagi Omar yaitu, cara untuk memberikan ketenangan masa kecilnya di Arab Saudi dan kehidupan barunya di Prancis, sekaligus bergulat dengan trauma dari segala sesuatu yang terjadi di antaranya.

Terkait keinginannya menjadi duta perdamaian dunia, ia mengatakan, “Saya ingin dunia belajar bahwa saya telah tumbuh, bahwa saya merasa nyaman di dalam diri saya untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Masa lalu adalah masa lalu dan seseorang harus belajar untuk hidup dengan apa yang telah berlalu,” kata Omar.  Menurut putra Osama bin Laden, seseorang harus memaafkan, sehingga dia bisa berdamai dengan diri dan emosinya.

GERIN RIO PRANATA

Baca: Mengukur Kekuatan Al Qaeda Satu Dekade Setelah Tewasnya Osama bin Laden






Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

19 jam lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

2 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

3 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum


Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

10 hari lalu

Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

Densus 88 menangkap total 13 tersangka teroris dari kelompok Anshor Daulah (AD) pendukung ISIS di Dumai


Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

11 hari lalu

Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

Densus 88 menangkap delapan tersangka teroris di delapan lokasi berbeda di Dumai pada pukul 07.05-12.10 WIB.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

13 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

13 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

15 hari lalu

Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

Dalang teror 11 September 2001, Osama bin Laden lahir di Riyadh, Arab Saudi sekitar tahun 1957 atau 1958.


Teror 11 September 21 Tahun Lalu: Detik-detik Penabrakan WTC New York dan Pentagon

16 hari lalu

Teror 11 September 21 Tahun Lalu: Detik-detik Penabrakan WTC New York dan Pentagon

Kejadian rangkaian teror 11 September 2001 atau 11/9 ke Menara WTC New York dan Pentagon itu merenggut 3.000 nyawa dan 6.000 orang lainnya luka-luka.


Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

21 hari lalu

Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Pengeboman di Kedubes Rusia di Afghanistan menyebabkan dua staf kedutaan tewas dan puluhan warga Afghanistan yang sedang mengantre visa.