Seorang Pria Teriak Dukung Teroris di Masjidil Haram

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. Arab Saudi membuka ziarah Umrah ke Mekah untuk umat Muslim dari negara lain mulai  awal November. Kantor Pers Saudi/Handout via REUTERS

    Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. Arab Saudi membuka ziarah Umrah ke Mekah untuk umat Muslim dari negara lain mulai awal November. Kantor Pers Saudi/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, - Seorang pria ditangkap di Masjidil Haram karena mengacungkan pisau dan berteriak mendukung teroris pada Selasa kemarin.

    Mengutip Arab News, Jumat, 2 April 2021, peristiwa ini berlangsung usai salat Ashar di lantai pertama Masjidil Haram. Pelaku terlihat meneriakkan ekspresi mendukung kelompok dan organisasi teroris, kata polisi wilayah Mekkah.

    "Pria itu segera ditangkap dan tindakan hukum telah diambil terhadapnya," kata juru bicara kepolisian Arab Saudi.

    "Penggunaan ekspresi ekstremis rasis berada di luar doktrin Islam," kata Abdul Rahman Al Sudais, Kepala Kepresidenan Dua Masjid Suci dikutip dari The National News.

    Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

    Ia mengatakan pria itu tidak menghormati kesucian tempat ini. "Tuhan telah menjadikan Masjidil Haram sebagai tempat ibadah, termasuk salat, tawaf dan haji," tuturnya

    Baca juga: Program Penghijauan Halaman Masjidil Haram Dimulai

    Sumber: ARAB NEWS | THE NATIONAL NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.