Ingin Saingi Cina, Joe Biden Siapkan Proyek Pembangunan Senilai 2 Triliun Dollar

Presiden AS Joe Biden berbicara kepada media dengan mengenakan kacamata hitam Rayban Aviator saat dia tiba di Newcastle, Delaware, AS, 26 Maret 2021. REUTERS/Joshua Roberts

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden serius dengan niatannya berkompetisi dengan Cina di berbagai sektor, tak terkecuali infrastruktur. Pada Rabu kemarin, waktu setempat, ia mengungkapkan rencananya untuk menggelontorkan investasi dengan nilai fantastis, US$2 triliun, yang juga bertujuan untuk menambah lapangan pekerjaan di Amerika.

Dikutip dari kantor berita Reuters, Joe Biden menyebut rencananya tersebut sebagai American Jobs Plan. Adapun investasi tersebut akan melingkupi beberapa hal mulai dari pembangunan infrastruktur, tekonologi hijau, hingga perbaikan layanan publik.

"Ini adalah investasi sekali per satu generasi di Amerika, tidak seperti yang selama ini kita buat usai perlombaan ke luar angkasa ataupun pembangunan jalur lintas negara bagian," ujar Joe Biden, Rabu, 31 Maret 2021.

Joe Biden melanjutkan, periode proyek pembangunan dengan nilai investasi US$2 triliun tersebut akan berdurasi 8 tahun. Adapun perhitungan ia menunjukkan keseluruhan investasi akan terbayar dalam 15 tahun tanpa menimbang utang-utang jangka panjang yang dimiliki Amerika.

Isinya proyek tersebut beragam. Salah satunya adalah proyek pembangunan infrastruktur dengan nilai total US$621 miliar mulai dari pembangunan jembatan, jalan raya, hingga pelabuhan. Selain itu, ada juga investasi US$174 miliar untuk pengembangan pasar kendaraan elektrik termasuk penyediaan jaringan pengisian daya secara nasional per 2030.

Presiden AS Joe Biden berbicara kepada media saat dia tiba di Newcastle, Delaware, AS, 26 Maret 2021. Tiba di Newcastle Joe Biden tampil dengan mengenakan Kacamata Hitam Rayban Aviator. REUTERS/Joshua Roberts

Untuk mendukung proyek tersebut, Joe Biden berencana menaikkan pajak badan dari 21 persen menjadi 28 persen. Selain itu, bakal ada perubahan kode pajak untuk menutupi celah kemungkinan korporat memindahkan keuntungan ke luar negeri untuk menghindari kewajiban pajak. Hal itu tercantum dalam rancangan Joe Biden soal American Jobs Plan yang tebalnya 25 halaman.

"Target kami bukanlah menyasar bisnis, tetapi untuk merespon perpecahan dan ketidaksetaraan yang diperburuk pandemi COVID-19."

"Saya tidak keberatan meminta perusahaan untuk menanggung tagihan dari proyek ini dan saya akan mengakhiri tren di mana perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon nyaris tidak membayar pajak federal," ujar Joe Biden menegaskan.

Ditambah dengan anggaran sitmulus COVID-19, maka Joe Biden sudah merencanakan pengeluaran lebih dari Rp3 triliun sebelum masa pemerintahannya menyentuh 100 hari. Rencana-rencananya akan membuat pemerintah federal lebih berperan dalam perekonomian Amerika. Tim Joe Biden menyakini penguatan ekonomi yang dinahkodai pemerintah adalah cara terbaik untuk menangani dampak pandemi COVID-19 dan kompetisi dari Cina.

Sebelumnya, Joe Biden menyatakan dirinya tidak ingin Amerika kalah dari Cina dalam proyek infrastruktur. Kalau perlu, kata ia, Amerika juga membuat tandingan proyek Belt and Road Initiative yang disebut sebagai jalur sutera baru dari Cina. 

Senator Republikan Mitch McConell pesimistis dengan rencana Joe Biden. Ia menyebutnya sebagai kuda troya Biden. Ia bahkan menyebut rencana kenaikan pajak badan akan "membunuh lapangan pekerjaan dan memperlamban kenaikan upah di saat pekerja membutuhkan pemulihan ekonomi dengan cepat".

Baca juga: Joe Biden Umumkan Buat Kebijakan Baru untuk Tangkal Kekerasan Anti-Asia

ISTMAN MP | REUTERS






Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

3 jam lalu

Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

Putin disebut oleh Biden tak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.


Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

6 jam lalu

Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

Biden akan mengampuni terpidana ganja yang ditahan. Mereka yang dijerat kasus kepemilikan ganja dalam jumlah kecil akan dibebaskan.


Booster Melambat, Covid-19 di Eropa Naik Lagi

8 jam lalu

Booster Melambat, Covid-19 di Eropa Naik Lagi

Gelombang COVID-19 baru sedang terjadi di Eropa ketika cuaca dingin tiba dengan jumlah kasus baru naik 8 persen sementara minat untuk vaksin turun.


Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

21 jam lalu

Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

Kaspersky mengatakan sebagian besar pengguna yang terkena dampak berasal dari Cina.


Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

1 hari lalu

Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya.


Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

1 hari lalu

Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

Honda menurunkan rencana produksi di dua pabrik di Jepang karena terkendala rantai pasokan dan logistik yang dipicu oleh wabah Covid-19.


Menteri PUPR Pastikan Tak Ada Pembangunan Bendungan Baru pada 2023 dan 2024

2 hari lalu

Menteri PUPR Pastikan Tak Ada Pembangunan Bendungan Baru pada 2023 dan 2024

Alih-alih membangun bendungan baru, kata Menteri PUPR, pemerintah akan berfokus menyelesaikan pembangunan 61 bendungan dan memanfaatkannya.


Ancaman Resesi, Pemerintah Pede Ekspor Kuat karena Manufaktur Terus Ekspansif

2 hari lalu

Ancaman Resesi, Pemerintah Pede Ekspor Kuat karena Manufaktur Terus Ekspansif

Pemerintah mengaku optimistis terhadap kinerja ekspor Indonesia meskipun ancaman resesi perekonomian global di depan mata.


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

2 hari lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

2 hari lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?