Ikuti Amerika, Uni Eropa Akan Memberi Sanksi ke Bisnis Militer Myanmar

Tangkapan layar dari siaran televisi pemerintah Myanmar mulai 3 Februari 2021 menunjukkan Jenderal Min Aung Hlaing berbicara selama pertemuan. [MRTV / Handout melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa mempersiapkan sanksi baru untuk junta Militer Myanmar. Kali ini, menurut laporan Reuters, Uni Eropa mengincar bisnis-bisnis yang mereka jalankan. Hal tersebut terungkap via dokumen dan diplomat Uni Eropa.

Diplomat terkait, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan Uni Eropa masih menggodok rencana tersebut. Jika tak ada halangan dan menteri-menteri luar negeri Eropa mendukungnya, maka sanksi bisa disahkan pada 22 Maret 2021 nanti.

"Kami akan menyesar perusahaan-perusahaan yang mencari keuntungan untuk atau mendukung operasional Militer Myanmar," ujar diplomat tersebut, Senin, 8 Maret 2021.

Sejauh ini, hukuman Uni Eropa terhadap Myanmar baru meliputi embargo perdagangan senjata dan sanksi personal serta finansial yang menyasar pejabat-pejabat militer. Sanksi terhadap pejabat-pejabat militer itu pun, beberapa di antaranya, sudah dilakukan sejak tahun 2018.

Sanksi yang menyasar perusahaan-perusahaan Myanmar akan menjadi hal baru bagi Uni Eropa. Diplomat terkait menyebutnya sebagai respon Uni Eropa paling signifikan sejak kudeta Myanmar berlangsung per 1 Februari lalu.

Seorang petugas pasukan keamanan bersenjata mengarahkan senjatanya ke balkon saat mereka berpatroli di sebuah jalan di Yangon, Myanmar, 4 Maret 2021. REUTERS

Diplomat tersebut melanjutkan, perusahaan-perusahaan yang diincar Uni Eropa termasuk menghitung dua konglomerasi bisnis Myanmar Economic Cooperation (MEC) dan Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL). Keduanya adalah satu satu sumber pendapatan terbesar Militer Myanmar dan bergerak di industri telekomunikasi, bir, rokok, ban, pertambangan, serta real estate.

Pekan lalu, Amerika sudah lebih dulu memberikan sanksi kepada MEC dan MEHL. Pemerintah Amerika memblokir aktivitas dagang keduanya yang akan menjadi pukulan telak bagi perekonomian Militer Myanmar. Tak lama setelah sanksi tersebut diumumkan, beredar kabar Militer Myanmar akan mulai merapat ke Amerika.

Per berita ini ditulis, situasi di Myanmar belum mereda. Unjuk rasa masih berlangsung di berbagai daerah dan jumlah korban jiwa terus bertambah. Pada hari Senin kemarin, misalnya, dua demonstran tertembak dalam demonstrasi di Myitkyina, menambah jumlah korban jiwa yang sudah melebihi angka 50.

Di saat bersamaan, sembilan serikat pekerja di Myanmar mengajak para pegawai negeri untuk mogok nasional. Menurut mereka, hal itu akan menghentikan operasional bisnis-bisnis yang selama ini mendatangkan uang bagi militer Myanmar. Gerah, Militer Myanmar mengancam akan memecat pegawai-pegawai negeri yang mengikuti mogok nasional.

Baca juga: Lagi, 2 Pengunjuk Rasa Tewas Tertembak di Demonstrasi Kudeta Myanmar

ISTMAN MP | REUTERS






Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

8 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

11 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

1 hari lalu

Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

Uni Eropa memberikan peringatan keras jika salah satu infrastruktur energi aktif blok itu diserang.


Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

1 hari lalu

Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

Tiga bank Turki yang masih memproses pembayaran dengan bank Rusia, dikonfirmasi menarik diri di bawah tekanan dari Amerika Serikat


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

2 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

2 hari lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Inilah Syarat Menjadi Hakim Agung Karier dan Nonkarier

5 hari lalu

Inilah Syarat Menjadi Hakim Agung Karier dan Nonkarier

Untuk menjadi hakim agung terdapat dua jalur yang dapat diikuti, yaitu karier dan nonkarier. Berikut adalah persyaratannya.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

6 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

6 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

6 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.