Kapal Terbalik di Kongo: 60 Tewas dan Ratusan Penumpang Hilang

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. AFP/Christophe Simon

    Ilustrasi kapal tenggelam. AFP/Christophe Simon

    TEMPO.CO, - Sedikitnya 60 orang tewas dan ratusan hilang setelah sebuah kapal yang kelebihan kapasitas terbalik di Sungai Kongo di bagian barat Republik Demokratik Kongo (DRC).

    Menteri Aksi Kemanusiaan Steve Mbikayi mengatakan ada 700 penumpang di dalam kapal yang tenggelam di dekat desa Longola Ekoti, di provinsi Mai-Ndombe itu.

    “Sejauh ini tim penyelamat telah menemukan 60 jenazah tak bernyawa dan 300 korban selamat. Masih ada beberapa yang hilang," kata Mbikayi dikutip dari Aljazeera, Selasa, 16 Februari 202.

    Kapal itu berangkat dari ibu kota, Kinshasa, dan sedang menuju ke provinsi Equator. “Penyebab utama tenggelamnya masih kelebihan barang dan kelebihan jumlah penumpang di kapal penangkap ikan paus,” kata menteri.

    Kecelakaan kapal biasa terjadi di negara kaya mineral yang luas karena kapal sering kali kelebihan muatan dengan penumpang dan kargo. Sebagian besar penumpang kapal jarang mengenakan jaket pelampung.

    Bulan lalu, sedikitnya tiga orang, dua anak dan satu wanita, tenggelam setelah sebuah kapal penumpang tenggelam di Danau Kivu.

    Pada Mei 2020, 10 orang, termasuk seorang gadis berusia delapan tahun, tewas setelah kapal rekreasi yang mereka tumpangi terbalik di Danau Kivu. Pada Juli 2010, lebih dari 135 orang tewas setelah sebuah perahu terbalik di provinsi barat Bandundu, Kongo.

    Baca juga: Cerita Tukang Ojek Wanita Dicegat Bandit di Kongo

    Sumber: ALJAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.