Polisi Malaysia Tangkap WNI Pembuat Video Parodi Lagu Indonesia Raya

Anggota Paskibraka Nasional 2020 mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2020. Foto: Agus Suparto

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Malaysia menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Sabah, yang diyakini sebagai pelaku utama di balik video viral parodi lagu Indonesia Raya yang diunggah di YouTube.

Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador mengatakan rekaman itu tidak dibuat di Malaysia, setelah memeriksa seorang pekerja migran Indonesia, berusia 40-an, di Sabah, yang juga salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

"Tersangka ditangkap di Sabah pada hari Senin dan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) telah memperoleh petunjuk baru dalam penyelidikan kami," kata Hamid Bador kepada Bernama, dikutip dari Daily Express, 1 Januari 2021.

"Ya, PDRM mendapat petunjuk baru bahwa pelakunya berasal dari sana (Indonesia), dan tersangka kami sedang pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan siapa yang mengedit video tersebut," ujarnya kepada Bernama di Bukit Aman.

Abdul Hamid mengatakan polisi Malaysia telah membagikan informasi ini dengan pemerintah Indonesia dan tersangka utama diharapkan segera diketahui.

"Dalam kasus ini, oknum yang jahat dan tidak bertanggung jawab dengan motif yang buruk telah menodai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Parodi ini telah memicu kemarahan masyarakat Indonesia, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa Bareskrim Malaysia telah mengambil tindakan drastis dengan membentuk dan menerbangkan tim khusus ke Sabah kemarin untuk melacak para pelaku," kata Abdul Hamid.

"InsyaAllah, tersangka (pelaku utama) akan kami bawa ke pengadilan begitu dia ditangkap," ujarnya. "Saya ingin mengingatkan warga Malaysia untuk menjauhi kegiatan tercela yang telah melukai perasaan warga negara tetangga kita Indonesia."

Video parodi Indonesia Raya yang diunggah di bagian komentar akun YouTube My Asean dua pekan lalu itu memuat lirik-lirik editan lagu nasional Indonesia Raya yang menghina Indonesia.

Video yang diunggah tiga minggu lalu di YouTube "My Asean" menampilkan lagu kebangsaan Indonesia dengan lirik yang diubah yang menghina republik, dengan latar bendera Merah Putih dan lambang burung garuda yang diubah dengan kartun ayam.

Meski video tersebut telah dihapus, namun video parodi lagu Indonesia Raya itu telah diunggah dan dibagikan secara luas di platform media sosial lain di Indonesia.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengecam video parodi Indonesia Raya dan segala aksi provokatif yang bisa menodai hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia setelah video YouTube tersebut viral.

Sumber:

http://www.dailyexpress.com.my/news/163967/video-insulting-to-indonesia-indonesian-arrested-in-sabah-is-main-suspect-says-igp/

https://www.nst.com.my/news/crime-courts/2020/12/653455/offensive-indonesia-raya-video-main-suspect-indonesian-sabah






Anwar Ibrahim Ungkap Dugaan Korupsi Muhyiddin, Komisi anti-Rasuah Buka Penyelidikan

4 jam lalu

Anwar Ibrahim Ungkap Dugaan Korupsi Muhyiddin, Komisi anti-Rasuah Buka Penyelidikan

Komisi Anti-Korupsi Malaysia membuka penyelidikan atas dugaan penyelewengan dana pemerintah Rp2.123 triliun seperti diungkap PM Anwar Ibrahim


Anwar Ibrahim Ancam Tuntut Muhyiddin Yassin karena Disebut Terima Uang Rp 53 M

2 hari lalu

Anwar Ibrahim Ancam Tuntut Muhyiddin Yassin karena Disebut Terima Uang Rp 53 M

Kuasa hukum Anwar Ibrahim menuntut Muhyiddin Yassin meminta maaf setelah mengatakan PM Malaysia itu menerima uang Rp 53 M dari Selangor.


Anwar Ibrahim Tuding Dana Kampanye Malaysia dari Judi, Partai Islam Minta Bukti

3 hari lalu

Anwar Ibrahim Tuding Dana Kampanye Malaysia dari Judi, Partai Islam Minta Bukti

Anwar Ibrahim kembali bersikutan dengan kelompok oposisi Partai Islam Malaysia (PAS). Kali ini ia menyebut soal dana kampanye dari hasil judi.


Anwar Ibrahim Bongkar Skandal Rp 2.133 T Era Muhyiddin Yassin: Jangan Menantang Saya!

3 hari lalu

Anwar Ibrahim Bongkar Skandal Rp 2.133 T Era Muhyiddin Yassin: Jangan Menantang Saya!

Anwar Ibrahim menyatakan akan membongkar dugaan penyelewengan dana Covid-19 di jaman Muhyiddin Yassin.


Malaysia dan Uni Emirat Arab Teken Kesepakatan Minyak Bersejarah

3 hari lalu

Malaysia dan Uni Emirat Arab Teken Kesepakatan Minyak Bersejarah

Perusahaan minyak Uni Emirat Arab dan perusahaan minyak Malaysia, Petronas, meneken kesepakatan blok minyak non-konvensional darat pertama


Tinjau Ulang Proyek 5G Muhyiddin, Anwar Ibrahim: Tidak Transparan

4 hari lalu

Tinjau Ulang Proyek 5G Muhyiddin, Anwar Ibrahim: Tidak Transparan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintahannya akan meninjau rencana jaringan 5G milik negara yang diperkenalkan oleh Muhyiddin Yassin pada 2021.


Kabinet Baru Pimpinan Anwar Ibrahim Resmi Dilantik Sore Ini

6 hari lalu

Kabinet Baru Pimpinan Anwar Ibrahim Resmi Dilantik Sore Ini

Kabinet baru Malaysia yang dipimpin Anwar Ibrahim dilantik sore ini. Anwar merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan.


Anwar Ibrahim Rangkap Jabatan Menteri Keuangan, Apa Alasannya?

6 hari lalu

Anwar Ibrahim Rangkap Jabatan Menteri Keuangan, Apa Alasannya?

Jauh sebelum menjadi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim adalah bekas menteri keuangan.


Bersih Kecewa Anwar Ibrahim Rangkap Jabatan dan Zahid Jadi Wakil PM

6 hari lalu

Bersih Kecewa Anwar Ibrahim Rangkap Jabatan dan Zahid Jadi Wakil PM

Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil (Bersih) kecewa karena Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merangkap jabatan sebagai menteri keuangan


Anwar Ibrahim Tunjuk Zahid sebagai Wakil PM, meski Tersandung Kasus Dugaan Korupsi

6 hari lalu

Anwar Ibrahim Tunjuk Zahid sebagai Wakil PM, meski Tersandung Kasus Dugaan Korupsi

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menunjuk Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, yang terjerat kasus hukum, sebagai wakilnya