Pimpinan Militer Cina-Amerika Gelar Video Call Bahas Krisis Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com

    Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan militer Amerika Serikat dan Cina melakukan pembicaraan soal krisis komunikasi pada pekan ini di tengah eskalasi ketegangan antara kedua militer superpower ini di Laut Cina Selatan.

    Komunikasi ini berlangsung di tengah kunjungan berseri Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, dan Menlu Mike Pompeo, ke sejumlah negara di Asia termasuk India dan Indonesia untuk menghadapi ancaman keamanan oleh Cina.

    Pemerintah Cina menuding langkah AS mengunjungi sejumlah negara ini sebagai bentuk sikap mentalitas Perang Dingin dan pola pikir menang-kalah.

    Pimpinan militer AS dan Cina menggelar pembicaraan lewat video ini pada 28-29 Oktober 2020.

    “Kami mendesak AS untuk menjalankan apa yang diucapkan, menepati janjinya, dan mengambil tindakan untuk mencegah provokasi terhadap militer Cina di udara dan laut,” kata Wu Qian, juru bicara kementerian Pertahanan Cina, seperti dilansir Reuters pada Jumat, 29 Oktober 2020.

    Dalam video call itu, Wu menjelaskan, Menteri Esper menampik laporan media soal kemungkinan AS menyerang sejumlah pulau dan kawasan karang laut di Laut Cina Selatan menggunakan pesawat drone MQ-9. Laporan itu menyebut, ini bisa terjadi jika hasil pemilu AS terlihat tidak menguntungkan peluang Presiden AS, Donald Trump, terpilih untuk periode kedua.

    “AS tidak memiliki niat menciptakan krisis militer dengan Cina,” kata Wu mengutip penjelasan Esper.

    Wu menambahkan pimpinan kedua militer akan bertukar pandangan lewat video conference soal bantuan kemanusiaan pada pertengahan November dan soal keamanan maritim sebelum akhir 2020.

    Soal ini, Pentagon tidak mengatakan apakah Esper ikut dalam komunikasi itu. Namun, pejabat Pentagon mengatakan ini adalah kesempatan untuk membangun prinsip untuk mencegah dan mengelola krisis serta mengurangi risiko terhadap pasukan di lapangan.

    “Kedua pihak bersepakat soal pentingnya menciptakan mekanisme komunikasi selama krisis, dan kebutuhan untuk mempertahankan saluran komunikasi rutin untuk mencegah krisis dan melakukan kajian pasca krisis terjadi,” begitu pernyataan Pentagon.

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-china-usa-military/chinese-u-s-military-chiefs-hold-crisis-communication-says-china-defence-ministry-idUSKBN27E1XJ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.