Aktivis Pro-Demokrasi Thailand Kritik Sikap Raja Maha Vajiralongkorn

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida menyapa para bangsawan saat mereka meninggalkan upacara keagamaan untuk memperingati kematian Raja Chulalongkorn di The Grand Palace di Bangkok, Thailand, Jumat, 23 Oktober 2020. Namun di akhir Agustus 2020, Vajiralongkor kembali menganggkat Sineenat sebagai selirnya. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida menyapa para bangsawan saat mereka meninggalkan upacara keagamaan untuk memperingati kematian Raja Chulalongkorn di The Grand Palace di Bangkok, Thailand, Jumat, 23 Oktober 2020. Namun di akhir Agustus 2020, Vajiralongkor kembali menganggkat Sineenat sebagai selirnya. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Sikap Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, yang memuji seorang pria yang memegang potret kerajaan di lokasi demonstrasi pro-demokrasi di Bangkok, mendapat cibiran sejumlah demonstran.

    Pernyataan raja yang memuji loyalis monarki itu dianggap sebagai penegasan sikapnya dia menolak tuntutan warga, yang menuntut mundurnya PM Prayuth Chan-o-cha, perubahan konstitusi, dan reformasi kerajaan.

    “Sangat berani, sangat berani, sangat bagus untuk ekspresi yang begitu jelas,” sindir salah satu pemimpin unjuk rasa Tattep Ruangprapaikitseree yang menuntut reformasi kerajaan dikutip dari Reuters, Ahad, 25 Oktober 2020.

    Aktivis lainnya mengatakan, Piyarat Chongthep, mengatakan,”Raja tidak berada di atas masalah politik tetapi selalu duduk di jantung masalah.”

    Pihak Istana Kerajaan dan juru bicara pemerintah menolak berkomentar terkait pernyataan ini.

    Seperti diketahui, demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai daerah di Thailand khususnya di Ibu Kota Bangkok. Para pengunjuk rasa menuntut pencopotan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta militer, yang diduga merekayasa pemilihan umum tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan. Prayut membantah tuduhan itu.

    Massa juga mendesak adanya perubahan pada konstitusi untuk mengurangi kekuasaan monarki. Mereka menilai kerajaan membantu militer mendominasi selama beberapa dekade.

    Sementara itu, Pemimpin kelompok Royalis Thai Pakdee (Loyal Thai), Warong Dechgitvigrom, mengatakan sikap Raja Vajiralongkorn menunjukkan bahwa kerajaan dekat rakyat. “Kami sangat tersentuh,” tulisnya di media sosial.

    Lelaki yang membawa foto Raja Bhumibol Adulyadej pada saat demonstrasi pro-demokrasi, Thitiwat Tanagaroon, mengatakan dia menunggu dari pukul dua siang hingga sembilan malam untuk bisa melihat raja. “Raja menepuk pundak saya sangat keras ketika dia mengatakan terima kasih. Saya akan taruh pakaian yang saya kenakan saat itu di dalam bingkai,” kata Thitiwat, 49 tahun, yang bekerja sebagai manajer restoran.

     

    AHMAD FAIZ | REUTERS

     

    https://uk.reuters.com/article/uk-thailand-protests-king/thai-kings-praise-for-loyalist-stirs-passions-amid-protests-idUKKBN27909F


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya